Badai Pasti Berlalu: Perbedaan revisi

2.430 bita ditambahkan ,  10 tahun yang lalu
 
== Sinopsis ==
Dikisahkan Siska mengalami [[patah hati]]. [[Tunangan]]nya membatalkan [[perkawinan]] mereka dan menikah dengan gadis lain yang adalah sahabatnya sendiri. Yang lebih menyakitkan, sahabatnya sudah hamil terlebih dahulu sebelum menikah. Kehilangan semangat hidup, Siska akhirnya berhenti dari pekerjaannya sebagai guru dan hidup menyendiri di vila keluarganya. Leo, teman karib kakak Siska, Johnny, kemudian mendekati Siska. Leo sebenarnya dikenal sebagai seorang ''[[Don Juan]]'', dia mempunyai motif tersendiri.tersembunyi dalam Denganmendekati hatiSiska yang tulus Leo berupayayaitu untuk membangkitkanmemenangkan semangattaruhan hidupdengan Siskateman-temannya. yangJika sudahLeo terlelapberhasil dalammendekati apatiSiska danyang bekudikenal bagaikan sebuahsebagai gunung es. Tetapi begitu, mengetahuimaka Leo ternyataakan adalahmendapat seorangsejumlah ''Donuang. Juan'' yang sering mempermainkan [[wanita]], hancurlah kepercayaan Siska kepada Leo.
 
Disaat hati Siska goyah, muncullah Helmi, seorang [[seniman]] [[pegawai]] sebuah [[klab malam]], seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik. Bukan bahagia yang didapat oleh Siska, namun badai demi badai yang terus melanda hati Siska. Kapankah badai dalam hidupnya akan berlalu?
Dengan hati yang tulus Leo berupaya untuk membangkitkan semangat hidup Siska yang sudah terlelap dalam apati dan beku bagaikan sebuah gunung es. Tetapi begitu mengetahui motif di balik pendekatan Leo, Siska memutuskannya, padahal saat itu mereka baru bertunangan dan Leo benar-benar sudah tulus mencintai Siska.
 
Di saat hati Siska goyah, muncullah Helmi, seorang pianis pegawai[[klab malam]] yang dikelola oleh ayah Siska. Helmi adalah seorang pemuda yang lincah, perayu, dan licik.
Ayah Siska punya affair dengan salah satu gadis yang bekerja di klab malam. Affair itu dijadikan senjata oleh Helmi untuk memaksa Siska menikah dengannya dengan cara mengancam akan memberitahu ibu Siska yang berpenyakit jantung tentang affair itu. Akhirnya Siska menikah dengan Helmi, walaupun tidak disetujui keluarganya karena perbedaan keyakinan dan status sosial. Terutama ibu Siska sangat sedih dengan pernikahan itu karena pernikahan mereka bukan sakramen, lantaran mempelai pria dan wanita berbeda agama.
 
Singkat cerita, Siska hidup menderita karena Helmi tetap dengan kebiasaannya dulu semasa masih bekerja di klab malam. Sering berselingkuh dengan wanita-wanita yang lebih tua. Sering berpesta pora dengan suara berisik di rumah. Siska juga diam-diam masih mencintai Leo, yang sementara itu sudah lulus kuliah dan menjadi dokter.
 
Lalu Siska mengetahui bahwa sebenarnya ibunya sudah tahu kalau ayahnya berselingkuh dan sudah memaafkannya. Tetapi sudah terlambat untuk bercerai dari Helmi karena saat itu Siska sedang hamil.Suatu saat, Leo bertemu dengan Siska yang sedang hamil tua. Pertemuan itu melukai hati keduanya.
 
Siska melahirkan anak laki-laki yang tampan, Cosa. Setelah Cosa lahir, Helmi masih saja lekat dengan kehidupan malam. Siska hidup dengan makan hati melihat semuanya itu, namun ia masih punya pelarian - Cosa yang disayanginya walaupun kehadirannya sempat ia sesali.
 
Cosa tumbuh menjadi balita yang sehat dan periang. Akan tetapi, suatu ketika Cosa demam. Siska mengobatinya dengan cara biasa sebelum akhirnya ia sadar kalau keadaan Cosa tidak membaik. Saat Cosa dilarikan ke rumah sakit, semuanya sudah terlambat. Cosa meninggal. Saat itu Helmi sedang di luar negeri.
 
Helmi yang pulang ke rumah hanya disambut oleh istrinya dengan dingin. Setelah Siska memberithu Helmi tentang kematian Cosa, ia menuntut cerai dari Helmi. Helmi memohon kepada Siska untuk tidak menceraikannya tetapi Siska bersikeras.
 
Siska yang hancur menyepi lagi ke vila yang dulu ditempatinya sebelum menikah itu. Di sana, diabetesnya kambuh lagi. Saat itulah Leo kebetulan datang dan mengobatinya. Akhirnya semua kesalahpahaman terselesaikan. Siska dan Leo bersatu kembali.
 
== Film layar lebar ==
1

suntingan