Kyai Haji Hisyam: Perbedaan revisi

96 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
k
 
== Muhammadiyah ==
Pertama kali ia dipilih dalam Kongres Muhammadiyah ke-23 di [[Yogyakarta]] tahun 1934, kemudian dipilih lagi dalam Kongres Muhammadiyah ke-24 di [[Banjarmasin]] pada tahun 1935, dan berikutnya dipilih kembali dalam Kongres Muhammadiyah ke-25 di [[Batavia]] (Jakarta) pada tahun 1936.
 
 
KH Hisyam paling menonjol dalam ketertiban administrasi dan manajemen organisasinya. Pada periode kepemimpinannya, titik perhatian Muhammadiyah lebih banyak diarahkan pada masalah pendidikan dan pengajaran, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum. Hal ini terjadi barangkali karena KH. Hisyam pada periode kepemimpinan sebelumnya telah menjadi Ketua Bagian Sekolah (saat ini disebut Majelis Pendidikan) dalam Pengurus Besar Muhammadiyah.
 
=== Sekolah Muhammadiyah ===
Pada periode kepemimpinan Hisyam ini, Muhammadiyah telah membuka sekolah dasar tiga tahun (volkschool atau sekolah desa) dengan menyamai persyaratan dan kurikulum sebagaimana ''volkschool gubernemen''. Setelah itu, dibuka pula ''vervolgschool'' Muhammadiyah sebagai lanjutannya. Dengan demikian, maka bermunculan volkschool dan vervolgschool Muhammadiyah di Indonesia, terutama di Jawa. Ketika [[pemerintah kolonial Belanda]] membuka ''standaardschool'', yaitu sekolah dasar enam tahun, maka Muhammadiyah pun mendirikan sekolah yang semacam dengan itu. Bahkan, Muhammadiyah juga mendirikan ''Hollands Inlandse School met de Qur'an Muhammadiyah'' untuk menyamai usaha masyarakat Katolik yang telah mendirikan ''Hollands Inlandse School met de Bijbel''.
 
Kebijakan Hisyam mengarahkan pada modernisasi sekolah-sekolah Muhammadiyah, sehingga selaras dengan kemajuan pendidikan yang dicapai oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah kolonial. Ia berpikir bahwa masyarakat yang ingin memasukkan putra-putrinya ke sekolah-sekolah umum tidak perlu harus memasukkannya ke sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah kolonial, karena Muhammadiyah sendiri telah mendirikan sekolah-sekolah umum yang mempunyai mutu yang sama dengan sekolah-sekolah pemerintah, bahkan masih dapat pula dipelihara pendidikan agama bagi putra-putri mereka. Walaupun harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang berat, sekolah-sekolah yang didirikan Muhammadiyah akhirnya banyak yang mendapatkan pengakuan dan persamaan dari pemerintah kolonial saat itu.
 
Berkat perkembangan pendidikan Muhammadiyah yang pesat pada periode Hisyam, maka pada akhir tahun 1932, Muhammadiyah sudah memiliki 103 ''[[Volkschool]]'', 47 ''[[Standaardschool]]'', 69 Hollands Inlandse''[[Hollandsch-Inlandsche School]]'' (HIS), dan 25 ''[[Schakelschool]]'', yaitu sekolah lima tahun yang akan menyambung ke MULO (''[[Meer Uitgebreid Lager Onderwijs]]'', yang setingkat [[SLTP]] saat ini) bagi murid tamatan ''vervolgschool'' atau ''standaardschool'' kelas V. Dalam sekolah-sekolah Muhammadiyah tersebut juga dipakai [[bahasa Belanda]] sebagai bahasa pengantar. Sekolah-sekolah Muhammadiyah saat itu merupakan salah satu lembaga pendidikan yang didirikan pribumi yang dapat menyamai kemajuan pendidikan sekolah-sekolah Belanda, sekolah-sekolah Katolik, dan sekolah-sekolah Protestan.
 
=== Bantuan keuangan ===
25.180

suntingan