Kulak: Perbedaan revisi

6.132 bita ditambahkan ,  11 tahun yang lalu
 
Dan kretiria terakhirnya, setiap [[petani]] yang menjual kelebihan barangnya di pasar dapat secara otomatis dianggap sebagai kulak. Di tahun [[1930]] daftar ini diperluas dengan memasukkan orang-orang yang menyewa pabrik-pabrik industri, misalnya, usaha-usaha penggergajian, atau yang menyewa tanah kepada [[petani]]-[[petani]] lain. [[Grigory Zinoviev]] seorang politikus [[Soviet]] terkenal, pada tahun [[1924]], menyatakan, "Kami menganggap bahwa setiap [[petani]] yang memiliki cukup bahan makan yang lebih dari cukup, sebagai kulak." Pada saat yang sama, [[ispolkom]] (komite eksekutif lokal [[Soviet]]) dari dari partai [[republik]], [[oblast]], dan [[krai]] mendapatkan hak untuk menambahkan kriteria lainnya, tergantung pada kondisi setempat. <ref name="Harvest"></ref>
 
== Penghapusan Kulakisasi ==
Pada tahun [[1928]], terjadi kekurangan makanan di kota-kota dan juga di kalangan tentara. [[Pemerintah]] [[Soviet]] mendorong pembentukan [[kolektif pertanian]] dan, pada tahun [[1929]], memperkenalkan kebijakan [[Kolektivisasi di Uni Soviet|kolektivisasi.]] Beberapa [[petani]] tertarik dengan gagasan tersebut, karena akan memberikan mereka posisi untuk membeli alat-alat pertanian bermesin dan akan menikmati peningkatan produksi pertanian.
 
Sedangkan para [[petani]] yang menolak gagasan tersebut, melakukan pembunuhan binatang besar-besaran, dimana binatang tersebut harus diserahkan kepada para kolektif, namun dagingnya bisa dimakan. Seringkali mereka menyembunyikan daging dan kulit untuk kemudian dijual secara diam-diam. Banyak [[petani]] memilih untuk menyembelih ternak, bahkan kuda-kuda mereka, daripada membiarkan aset pribadi mereka menjadi milik umum. Dalam dua bulan pertama di kurun waktu [[1930]], jutaan sapi, kuda, babi, domba, dan kambing dibantai. Karena ini dan cuaca buruk yang terjadi, seperempat dari seluruh persedian ternak binasa. Ini adalah suatu kerugian terbesar yang pernah terjadi daripada yang pernah dideritanya pada Perang Saudara dan hal itu yang belum pulih hingga tahun [[1950]]-an.
 
Pembantaian meluas ini disebabkan [[Sovnarkom]], kembali mengeluarkan serangkaian dekrit untuk mengadili "tindakan keji tentang pemotongan ternak" (хищнический убой скота). <ref>On measures against malicious slaughter of livestock", Central Executive Committee and Sovnarkom resolutions, [[16 Januari]], [[1930]]; [[1 November]], [[1930]], in ''Collectivization of Agriculture: Main Resolutions of the Communist Party and Soviet Government [[1927]] - [[1935]]'', Academy of Sciences of the [[USSR]], Institute of History, [[Moscow]], [[1957]], halaman 260, 336</ref> Banyak juga para [[petani]] yang mencoba untuk menyabotase “kolektif” dengan menyerang anggota dan para pejabat pemerintahan.
 
[[Stalin]] memperparah kondisi ini dengan mengambil beberapa tindakan untuk mengakhiri perlawanan para kulak. Dalam pidato yang diberikan di suatu konferensi agraria Marxis, ia menyatakan bahwa, "Dari kebijakan pembatasan mengenai kulak, pemerintah akan membuang kekhususan kulak sebagai kelas tertentu." Mereka setuju untuk menggunakan kekerasan dalam usaha-usaha ini penghapusan kelas kulak dan sistem kolektivisasi . Para kulak itu harus dilikuidasi sebagai kelas tertentu di masyarakat dan jika melawan akan berhadapan dengan salah satu dari tiga hukuman: hukuman mati, kamp kerja paksa (jangan disamakan dengan [[kamp kerja]], walaupun hal ini dikelola oleh [[GULAG),]] atau deportasi "dari area pertanian". Begitu kebijakan ini diterapkan maka puluhan ribu kulak dieksekusi, hak milik mereka diambil alih oleh negara untuk dijadikan pertanian kolektif, dan banyak keluarga yang dideportasi ke daerah-daerah tidak berpenghuni, seperti [[Siberia]] dan [[Soviet Central Asia]].
 
Seringnya para pejabat lokal mendapatkan jatah minimum berapa kulak yang harus dieksekusi, dan dipaksa untuk menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka untuk menemukan kulak di mana pun mereka bisa bersembunyi. Hal ini menyebabkan banyak kasus di mana seorang [[petani]] yang hanya mempekerjakan anak-anaknya, atau anggota keluarganya dengan atap logam di rumah mereka, dicap sebagai kulak dan dideportasi.
 
Hal yang sama terjadi kepada orang-orang yang diberi label sebagai para [[podkulachnik]] (подкулачник), atau yang lebih dikenal sebagai "para pembantu kulak".
 
Sebuah gelombang baru penganiayaan, dimana kali ini ditujukan untuk para "mantan-kulak," dimulai pada tahun [[1937]]. Dimana hal itu adalah bagian dari [[Great Purge|Pembersihan Besar,]] setelah [[NKVD Order no. 00447|Orde NKVD no.]][[NKVD Order no. 00447|00.447]]. Dimana mereka yang dianggap mantan-kulak hanya punya dua pilihan: hukuman mati atau dikirim ke kamp kerja paksa.
 
Setelah dimukimkan kembali di [[Siberia]] dan [[Kazakhstan]], banyak para "kulak" mendapatkan kemakmuran lagi. Fakta ini menjadikan dasar tuduhan-tuduhan terhadap beberapa bagian dari [[NKVD]] yang bertanggung jawab atas "permukiman tenaga kerja" (трудовые поселения) pada kurun tahun [[1938]] - [[1939]], yang mengizinkan "kulakisasi" (окулачивание) dari "tenaga kerja pendatang" (трудопоселенцев). Fakta-fakta menunjukkan bahwa para pendatang baru menjadi lebih makmur daripada para tetangga [[kolkhoz|kolkhoz]] dijelaskan oleh [[perusak (Soviet kejahatan)|"merusak"]] dan [[pidana kelalaian|"kelalaian pidana".]]
 
== Eksekusi ==
Menurut data dari arsip [[Soviet]], yang diterbitkan pada tahun [[1990]], tidak kurang dari 1.803.392 orang dikirimkan ke [[kerja koloni|koloni tenaga kerja]] dan kamp-kamp kerja paksa pada tahun [[1930]] dan [[1931]]. Buku tersebut mengatakan bahwa sebanyak 1.317.022 orang tiba dengan selamat. Sedangkan 486.370 orang mungkin telah meninggal atau melarikan diri. Deportasi pada skala yang lebih kecil dilanjutkan setelah tahun [[1931]]. Dan pada kurun tahun [[1932]] – [[1940]], sebanyak 389.521 orang dilaporkan meninggal dunia, dimana pada umumnya mereka adalah golongan kulak dan anggota keluarganya.
 
Sulit untuk menentukan berapa tepatnya orang yang meninggal karena "likuidasi kulak sebagai kelas." Data dari arsip [[Soviet]] tidak memberikan data tepatnya berapa banyak orang yang lolos dan selamat, atau berapa banyak orang yang meninggal jika tidak ada deportasi. Data ini, tidak termasuk orang-orang yang dieksekusi atau meninggal di penjara dan [[gulag]] serta mereka yang mati di koloni buruh. Banyak [[sejarawan]] menganggap bahwa masa kelaparan terbesar sebagai akibat dari "likuidasi kulak sebagai kelas," yang menyulitkan perkiraan kematian masal ini. Berbagai angka perkiraan kematian masal telah diusulkan, dari sejumlah 60 juta orang yang diperkirakan oleh [[Aleksandr Solzhenitsyn]] hingga sedikitnya 700 ribu berdasarkan berita terbaru dari [[Soviet]]. Kumpulan angka perkiraan ini dikelola oleh Matthew White.<ref>[http://users.erols.com/mwhite28/warstat1.htm#Stalin Kumpulan perkiraan jumlah kematian masal.]
 
== Referensi ==
7.270

suntingan