Didong: Perbedaan revisi

10 bita dihapus ,  11 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Berkas:Didong.jpg|250px|thumb|right|Arita Didong Group]]
Sebuah kesenian rakyat [[Gayo]] yang dikenal dengan nama Didong, yaitu suatu kesenian yang memadukan [[unsur]] [[tari]], [[vokal]], dan [[sastra]]. Didong Dimulaidimulai Sejaksejak Jamanzaman Reje Linge XIII. Kesenian ini diperkenalkan pertama kali oleh [[Abdul Kadir To`et]]. Kesenian didong lebih digemari oleh masyarakat [[Takengon]] dan [[Bener Meriah]].
 
== Makna ==
 
== Fungsi ==
 
Pada awalnya didong digunakan sebagai sarana bagi penyebaran [[agama]] [[Islam]] melalui media [[syair]]. Para ceh didong (seniman didong) tidak semata-mata menyampaikan tutur kepada penonton yang dibalut dengan nilai-nilai estetika, melainkan di dalamnya bertujuan agar masyarakat pendengarnya dapat memaknai hidup sesuai dengan realitas akan kehidupan para Nabi dan tokoh yang sesuai dengan Islam. Dalam didong ada nilai-nilai religius, nilai-nilai keindahan, nilai-nilai kebersamaan dan lain sebagainya. Jadi, dalam ber-didong para ceh tidak hanya dituntut untuk mampu mengenal cerita-cerita religius tetapi juga bersyair, memiliki suara yang merdu serta berperilaku baik. Pendek kata, seorang ceh adalah seorang seniman sejati yang memiliki kelebihan di segala aspek yang berkaitan dengan fungsinya untuk menyebarkan ajaran Islam. Didong waktu itu selalu dipentaskan pada hari-hari besar [[Agama Islam]].
 
Inilah salah satu Contoh [[syair]] didong oleh Ceh kucak [[Gayo]] [[Kabri Wali]].{{br}}
 
===Ama (Ayah)===
<b>AMA (AYAH)</b>
 
Ama Inë{{br}}
Sampon ko lauh mujaril ari mata{{br}}
 
<b>===Terjemahan</b>{{br}}===
Dalam Pembuatan [http://id.wikipedia.org/wiki/Pengguna:Fajriboy]
 
 
== Pemain dan Peralatan ==
 
Satu kelompok kesenian didong biasanya terdiri dari para “ceh” dan anggota lainnya yang disebut dengan “penunung”. Jumlahnya dapat mencapai 30 orang, yang terdiri atas 4--5 orang ceh dan sisanya adalah penunung. Ceh adalah orang yang dituntut memiliki bakat yang komplit dan mempunyai kreativitas yang tinggi. Ia harus mampu menciptakan puisi-puisi dan mampu menyanyi. Penguasaan terhadap lagu-lagu juga diperlukan karena satu lagu belum tentu cocok dengan karya sastra yang berbeda. Anggota kelompok didong ini umumnya adalah laki-laki dewasa. Namun, dewasa ini ada juga yang anggotanya perempuan-perempuan dewasa. Selain itu, ada juga kelompok remaja. Malahan, ada juga kelompok didong remaja yang campur (laki-laki dan perempuan). Dalam kelompok campuran ini biasanya perempuan hanya terbatas sebagai seorang [[Céh]].
Peralatan yang dipergunakan pada mulanya bantal (tepukan bantal) dan tangan (tepukan tangan dari para pemainnya). Namun, dalam perkembangan selanjutnya ada juga yang menggunakan seruling, harmonika, dan alat musik lainnya yang disisipi dengan gerak pengiring yang relatif sederhana, yaitu menggerakkan badan ke depan atau ke samping.
 
== Pranala luar ==
* Didong Dimulai Sejak JamanZaman Reje Linge XIII [http://www.facebook.com/GAYOKU?ref=ts&__a=1#/note.php?note_id=102903992010]
* Puisi Didong Gayo (Balai Pustaka 2006)
* Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1988. Aneka Ragam Hkasanah Budaya Nusantara I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
40.380

suntingan