Matahari Department Store: Perbedaan antara revisi

33 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
Sejak 27 Februari 1998, Lippo Pacific menghentikan bisnis ''multifinance''-nya dan kemudian beralih menjadi perusahaan keuangan lainnya.<ref name=LPPF3> [https://idnfinancials.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/financial-statements/LPPF/2006/3Q_2006_LPPF_Matahari+Department+Store+Tbk.pdf Lapkeu LPPF, Q3 2005]</ref><ref>[https://books.google.co.id/books?id=JecVAQAAMAAJ&q=PacificUtama+Tbk&dq=PacificUtama+Tbk&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&sa=X&ved=2ahUKEwiMsoaI97_3AhVv6nMBHWTYBf4Q6AF6BAgCEAI Informasi & peluang bisnis SWA sembada, Volume 22,Masalah 17-20]</ref> Beberapa waktu kemudian, bisnisnya kembali berubah menjadi perusahaan investasi, jasa dan perdagangan umum<ref name=LPPF7>[https://www.matahari.com/corporate/media/corporate/files/Prospectus_Limited_Public_Offering_28_June_2001.pdf PROSPEKTUS LPPF 2001]</ref> dan sejak 25 Juni 1999 namanya diubah menjadi '''PT Pacific Utama Tbk''' yang hanya bergerak dalam investasi anak usahanya, namun terutama tetap pada sejumlah perusahaan patungan pembiayaan seperti PT BT Lippo Finance dan PT Daiwa Lippo Finance. <ref name=LPPF7/> Belakangan, aset-asetnya dilepas, dengan hanya memiliki satu anak usaha penuh dan beberapa saham minoritas di sejumlah perusahaan. Meskipun demikian, pengendalian tetap berada di tangan Grup Lippo lewat Pacific Asia Holdings Pte. Ltd.<ref name=LPPF3/><ref name=LPPF4>[https://investasi.kontan.co.id/news/rights-issue-lppf-13-november-1 Rights Issue LPPF 13 November]</ref>
 
Pada bulan September 2009, PT Matahari Putra Prima (pengelola Matahari saat itu) mengumumkan akan dilakukan proses pengalihan asetnya ke PT Pacific Utama Tbk. Proses ''spin-off'' bisnis Matahari Department Store ke perusahaan terpisah ini dilakukan sebagai kelanjutan dari restrukturisasi bisnis Matahari Putra Prima sejak 2002, dengan tujuan membuat tata kelola, pembiayaan dan operasional bisnis toko serba ada yang lebih baik. Selain itu, direncanakan juga akan dilepas beberapa anak usaha Matahari, seperti Timezone ke anak usaha terpisah. Transaksi ini dilakukan dengan perjanjian pengikatan jual beli dan pengalihan aset-aset (PPJBA) senilai Rp 425 miliar, dengan aset operasional ''department store'' seperti inventaris, distribusi, ''merchandise'', ''prepaid list,'' dan sumber daya akan dialihkan dari Matahari ke Pacific Utama (terutama 87 ''department store'' Matahari), dan PT Matahari Putra Prima hanya akan mengelola bisnis korporat dan kemudian supermarketbisnis [[Barang konsumen yang bergerak cepat|FMCG]]nya. Di samping proses ''spin-off'' tersebut, Pacific Utama juga akan menjadi anak usaha PT Matahari Putra Prima, lewat skema ''rights issue'' secara mayoritas. Untuk memuluskan rencana ini, PT Pacific Utama Tbk telah melepas anak usahanya, [[Lenox Pasifik Investama|Lippo Securities]] dan melakukan aksi korporasi seperti ''reverse stock''.<ref>[https://investasi.kontan.co.id/news/mppa-bakal-alihkan-aset-ke-lppf-1 MPPA Bakal Alihkan Aset Ke LPPF]</ref><Ref>[https://www.viva.co.id/arsip/96058-matahari-alihkan-aset-ke-pacific-rp-425-m Matahari Alihkan Aset ke Pacific Rp 425 M]</ref> Proses tersebut selesai dilakukan pada 25 November 2009, dengan aset-aset dan operasional Matahari Department Store dialihkan kepada Pacific Utama Tbk dan kepemilikan Matahari Putra Prima di Pacific Utama mencapai 90,76%.<ref>[https://www.viva.co.id/arsip/109285-matahari-kuasai-90-7-matahari-department MPPA Kuasai 90,7% Matahari Department Store]</ref> Tidak lama kemudian, nama PT Pacific Utama Tbk diganti menjadi '''PT Matahari Department Store Tbk''' sampai sekarang. Setelah proses tersebut, Matahari Department Store Tbk berencana untuk menganggarkan Rp 1 triliun bagi ekspansinya di tahun 2010,<Ref>[https://investasi.kontan.co.id/news/MPPA-Masih-Danai-Department-Store/ MPPA Masih Danai Department Store]</ref> dan sempat melakukan restrukturisasi pada aset Matahari Putra Prima yang dialihkan (dijual) padanya.<Ref>[https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-1234026/matahari-restrukturisasi-aset-pacific-utama-rp-430-miliar Matahari Restrukturisasi Aset Pacific Utama Rp 430 Miliar]</ref>
 
Akan tetapi, kepemilikan Matahari Putra Prima (Matahari yang asli) akan Matahari Department Store (d/h Pacific Utama) ternyata hanya berusia singkat. Pada awal 2010, pihak Matahari Putra Prima mengumumkan bahwa CVC Capital Partners Asia dengan anak usahanya Meadow Asia Co. Ltd. (usaha patungan Matahari Putra Prima 20% dan CVC 80%) hendak membeli 98% saham Matahari Department Store dari induknya dan Pacific Asia Holdings Limited (anak usaha Lippo) senilai Rp 7,16 triliun. CVC berniat untuk menambah gerai Matahari Department Store, dan sempat juga diperkirakan akan men-''delisting'' perusahaan ini dari pasarbursa saham nasional.<ref>[https://investasi.kontan.co.id/news/meadow-siap-akuisisi-98-saham-lppf Meadow Siap Akuisisi 98% Saham LPPF]</ref> Dilakukan secara bertahap (dari 90,76% menjadi 98%), sejak Januari 2010, transaksi ini tuntas dilakukan pada 1 April 2010 dengan Matahari Department Store kini di bawah kepemilikan baru.<ref>[https://amp.kompas.com/entertainment/read/2010/04/04/20520835/~Bisnis%20&%20Keuangan~Saham%20&%20Valas?page=1 Meadow Kuasai 98 Persen Saham Matahari]</ref><ref>[https://amp.kompas.com/megapolitan/read/2010/01/26/10214388/index-html Matahari Dilepas ke Asing]</ref> Bagaimanapun, banyak pihak meragukan niat Lippo untuk menjual salah satu aset utamanya tersebut, dengan melihat ''track record'' konglomerasi ini. Ada yang menganggap, penjualan itu tidak lebih dari akal-akalan Lippo demi memainkan saham LPPF.<ref>[https://bisnis.tempo.co/read/235501/pengamat-nilai-rencana-transaksi-matahari-mencurigakan/full&view=ok Pengamat Nilai Rencana Transaksi Matahari Mencurigakan]</ref><Ref>[https://economy.okezone.com/read/2010/08/10/278/361688/dugaan-perdagangan-tak-wajar-lppf-masih-diselidiki Dugaan Perdagangan Tak Wajar LPPF Masih Diselidiki]</ref><ref>[https://majalah.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/132712/aksi-lippo-melepas-matahari AKSI LIPPO MELEPAS MATAHARI]</ref> Tidak lama setelah penjualan itu, pada September 2011, PT Matahari Department Store Tbk telah di-[[merger]] dengan PT Meadow Indonesia.<Ref>[https://market.bisnis.com/read/20110920/192/47070/merger-matahari-dengan-meadow-direstui Merger Matahari dengan Meadow direstui]</ref>
 
Bagaimanapun, kepemilikan Meadow tidak bertahan lama. Tidak lama kemudian, saham Meadow (lewat anak usahanya Asia Color Company Ltd.) perlahan-lahan melepas saham LPPF, dengan 8 Maret 2013 hanya memiliki 73,25%-nya, sedangkan 24,9% sahamnya dijual ke oleh PT Multipolar Tbk (anak usaha Lippo). Sejalan dengan transaksi itu, Matahari Putra Prima melepas 20% sahamnya di Meadow.<ref name=LPPF8>[https://www.beritasatu.com/archive/101766/multipolar-ambil-alih-249-saham-mds Multipolar Ambil Alih 24,9% Saham MDS]</ref> Pada pertengahan Maret 2013, saham Meadow (via Asia Color) pun makin merosot ke 37,7%, dengan mayoritasnya dijual ke investor asing dan publik, menaikkan persentasenya dari 1,85% menjadi 41,8%.<ref>[https://amp.kompas.com/money/read/2013/03/25/15584097/~Bisnis%20&%20Keuangan~Saham%20&%20Valas 15 Investor Insititusi Dunia Miliki Saham Matahari]</ref> Saham CVC akhirnya menghilang pada 2015, setelah terakhir menggenggam 2% saham LPPF.<ref>[http://www.thejakartapost.com/news/2016/09/05/cvc-and-lippo-a-long-story-of-mutual-collaboration.html CVC and Lippo, a long story of mutual collaboration]</ref> Di tahun 2018, tercatat Multipolar menjadi pemegang 17,48% saham PT Matahari Department Store Tbk, dan sisanya publik.<Ref>[https://www.liputan6.com/bisnis/read/3360783/hari-darmawan-tutup-usia-begini-perjalanan-bisnis-matahari-store Hari Darmawan Tutup Usia, Begini Perjalanan Bisnis Matahari Store]</ref> Harga saham Matahari Department Store pun dalam periode 2010-an tercatat pernah meroket, menyentuh Rp 18.800/saham dari hanya Rp 2.000-an pada awal 2010.<ref>[https://www.bareksa.com/berita/berita-ekonomi-terkini/2016-04-25/transaksi-jumbo-rp3-t-di-pasar-negosiasi-ada-private-placement-di-lppf-lagi Transaksi Jumbo Rp3 T di Pasar Negosiasi, Ada Private Placement di LPPF Lagi?]</ref>
8.730

suntingan