Indeks massa tubuh: Perbedaan antara revisi

1.389 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
(Menambah subjudul dan isi)
Penelitian baru-baru ini tentang hubungan antara kenaikan IMT terhadap berbagai penyakit dilakukan untuk menentukan patofisiologi kondisi tersebut. Ada suatu studi yang mengevaluasi tingkat sel progenitor stroma mesenchymal dan sel progenitor yang terdapat pada partisipan yang sehat dengan IMT < 30 dan pada partisipan yang sehat dengan IMT > 30. Peneliti menemukan bahwa ada peningkatan sel progenitor sebanyak 5 kali lipat pada partisipan dengan IMT lebih besar dari 30. Penelitian ini dilakukan untuk mengelaborasi penelitian lain yang menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih dan hubungannya dengan neoplasma pada penderita obesitas. Sel progenitor dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk pertumbuhan tumor, di mana tumor membutuhkan angiogenesis dan vaskulogenesis untuk berkembang biak. Ketika jaringan adiposa putih memobilisasi sel-sel progenitor, mereka digunakan oleh tumor untuk mendukung perkembangbiakkan kanker.<ref>{{Cite book|last=Zierle-Ghosh|first=Asia|last2=Jan|first2=Arif|date=2022|url=http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535456/|title=Physiology, Body Mass Index|location=Treasure Island (FL)|publisher=StatPearls Publishing|pmid=30571077}}</ref>
 
IMT dan persentase lemak tubuh yang tinggi terkait dengan resistensi insulin. Resistensi insulin meningkat secara bertahap sesuai dengan tingkat IMT dan tingkat lemak tubuh secara sekunder.<ref>{{Cite journal|last=Martinez|first=Keilah E.|last2=Tucker|first2=Larry A.|last3=Bailey|first3=Bruce W.|last4=LeCheminant|first4=James D.|date=2017-07-25|title=Expanded Normal Weight Obesity and Insulin Resistance in US Adults of the National Health and Nutrition Examination Survey|url=https://www.hindawi.com/journals/jdr/2017/9502643/|journal=Journal of Diabetes Research|language=en|volume=2017|pages=e9502643|doi=10.1155/2017/9502643|issn=2314-6745}}</ref> Diabetes tipe 2 ditandai dengan adanya resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif sehingga penting untuk melakukan identifikasi dini sebagai strategi pencegahan diabetes melitus. Akumulasi lemak viseral secara khusus diasumsikan memainkan peranan penting dalam etiologi resistensi insulin, terutama oleh paparan berlebihan pada organ hati terhadap asam lemak bebas sehingga menyebabkan resistensi insulin dan hiperinsulinemia. Peroxisome proliferator activated receptor- (PPAR-) agonis, meningkatkan sensitivitas insulin dan lipemia sebagian melalui peningkatan proliferasi jaringan adiposa dan kapasitas retensi lemak. Identifikasi korelasi (PPAR-) agonis dengan obesitas memerlukan IMT untuk mengembangkan kebijakan kesehatan masyarakat dan rekomendasi diet serta aktivitas fisik yang komprehensif dn efektif.<ref>{{Cite journal|last=Hettihewa|first=Menik|last2=Dharmasira|first2=Lalith|last3=Ariyaratne|first3=Chamil|last4=Jayasinghe|first4=Sudheera|last5=Weerarathna|first5=Thilak|last6=Imendra|first6=K G|date=2009-09-25|title=Correlation between BMI and insulin resistance in type 2 diabetes mellitus patients on pioglitazone treatment|url=https://www.researchgate.net/publication/244948589_Correlation_between_BMI_and_insulin_resistance_in_type_2_diabetes_mellitus_patients_on_pioglitazone_treatment|journal=Galle Medical Journal|volume=12|doi=10.4038/gmj.v12i1.1080}}</ref>
 
== Referensi ==