Indeks massa tubuh: Perbedaan antara revisi

1.896 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
Menambah subjudul dan isi
(Menambahkan subjudul dan isi)
(Menambah subjudul dan isi)
== Pentingnya mengetahui Indeks Massa Tubuh ==
Dalam beberapa kasus, IMT dapat membantu dokter dalam menentukan status kesehatan seseorang secara keseluruhan dan risiko terserang penyakit kronis. Namun, tetap saja dokter tidak hanya mengandalkan IMT sebagai faktor pertimbangan karena IMT tidak sepenuhnya merupakan penilaian yang dapat diandalkan untuk setiap bentuk tubuh yang berbeda. Angka-angka IMT perlu diketahui karena dapat menjadi sinyal tentang kondisi kesehatan seseorang. IMT yang rendah bisa saja menandakan bahwa seseorang mengalami kurang gizi. Kemungkinan tubuhnya tidak mampu melakukan penyerapan nutrisi dengan baik atau orang tersebut tidak mendapatkan asupan kalori yang yang cukup untuk menunjang aktivitasnya. Sebaliknya, jika angka IMT lebih tinggi menandakan bahwa seseorang memiliki risiko penyakit jantung, diabetes dan kanker tertentu yang lebih tinggi daripada seseorang dengan IMT yang normal. Dengan mengetahui hal ini, dokter dapat merujuk pasien pada penata diet yang terdaftar untuk membantu pasien mendapatkan berat badan ideal dan mengurangi risiko timbulnya berbagai masalah kesehatan.<ref>{{Cite web|title=Why Is BMI Important?|url=https://healthyeating.sfgate.com/bmi-important-8377.html|website=Healthy Eating {{!}} SF Gate|language=en|access-date=2022-02-04}}</ref>
 
== Fisiologi Indeks Massa Tubuh ==
Penelitian baru-baru ini tentang hubungan antara kenaikan IMT terhadap berbagai penyakit dilakukan untuk menentukan patofisiologi kondisi tersebut. Ada suatu studi yang mengevaluasi tingkat sel progenitor stroma mesenchymal dan sel progenitor yang terdapat pada partisipan yang sehat dengan IMT < 30 dan pada partisipan yang sehat dengan IMT > 30. Peneliti menemukan bahwa ada peningkatan sel progenitor sebanyak 5 kali lipat pada partisipan dengan IMT lebih besar dari 30. Penelitian ini dilakukan untuk mengelaborasi penelitian lain yang menunjukkan adanya peningkatan sel darah putih dan hubungannya dengan neoplasma pada penderita obesitas. Sel progenitor dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang menguntungkan untuk pertumbuhan tumor, di mana tumor membutuhkan angiogenesis dan vaskulogenesis untuk berkembang biak. Ketika jaringan adiposa putih memobilisasi sel-sel progenitor, mereka digunakan oleh tumor untuk mendukung perkembangbiakkan kanker.<ref>{{Cite book|last=Zierle-Ghosh|first=Asia|last2=Jan|first2=Arif|date=2022|url=http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535456/|title=Physiology, Body Mass Index|location=Treasure Island (FL)|publisher=StatPearls Publishing|pmid=30571077}}</ref>
 
IMT dan persentase lemak tubuh yang tinggi terkait dengan resistensi insulin. Resistensi insulin meningkat secara bertahap sesuai dengan tingkat IMT dan tingkat lemak tubuh secara sekunder.<ref>{{Cite journal|last=Martinez|first=Keilah E.|last2=Tucker|first2=Larry A.|last3=Bailey|first3=Bruce W.|last4=LeCheminant|first4=James D.|date=2017-07-25|title=Expanded Normal Weight Obesity and Insulin Resistance in US Adults of the National Health and Nutrition Examination Survey|url=https://www.hindawi.com/journals/jdr/2017/9502643/|journal=Journal of Diabetes Research|language=en|volume=2017|pages=e9502643|doi=10.1155/2017/9502643|issn=2314-6745}}</ref>
 
== Referensi ==