Temon, Kulon Progo: Perbedaan antara revisi

22 bita ditambahkan ,  3 bulan yang lalu
→‎Pariwisata: Sesuai nomenklatur wilayah DIY
(→‎Pendidikan: Kapanéwon sesuai dari nomenklatur wilayah administratif DIY, bukan kecamatan.)
(→‎Pariwisata: Sesuai nomenklatur wilayah DIY)
== Pariwisata ==
=== Pantai ===
Terdapat lima objek wisata pantai di KecamatanKapanéwon Temon yang berdekatan yaitu Pantai Glagah beserta [[laguna]] Trisik di [[Glagah, Temon, Kulon Progo|DesaKalurahan Glagah]] dan merupakan salah satu wisata andalan [[Kabupaten Kulon Progo]].<ref>[http://travel.kompas.com/read/2018/03/06/063200427/ini-yang-dicari-wisatawan-gemuruh-ombak-pantai-glagah- Ini yang Dicari Wisatawan, Gemuruh Ombak Pantai Glagah!]</ref> Kemudian Pantai Congot, Pantai Pasirkalidangu serta Pantai Api-api yang terletak di [[Jangkaran, Temon, Kulon Progo|DesaKalurahan Jangkaran]]. Terakhir adalah Pantai Sindutan di [[Sindutan, Temon, Kulon Progo|DesaKalurahan Sindutan]]. Kelima pantai tersebut memiliki ombak besar dan bibir pantai yang panjang dengan pasirnya yang hitam berkilat.
 
=== Hutan Mangrove ===
Hutan Mangrove di KecamatanKapanéwon Temon berada di Desa [[Jangkaran, Temon, Kulon Progo|DesaKalurahan Jangkaran]] yang berada di tepian Sungai Pasir sesaat bermuara ke [[Sungai Bogowonto]]. Terdapat tiga titik hutan mangrove yang dijadikan objek wisata yaitu Mangrove Wana Tirta,<ref>[http://www.antaranews.com/berita/638116/ribuan-wisatawan-banjiri-objek-mangrove-wana-tirta Ribuan wisatawan banjiri objek Mangrove Wana Tirta]</ref> Mangrove Jembatan Api-api dan Mangrove Pasirkalidagu. Mangrove dilengkapi dengan jalur dan jembatan yang dibangun dengan [[bambu]]. Tiga jembatan diantaranya tersebut juga digunakan untuk menyeberang ke sejumlah [[pantai]] di selatan kawasan ini.
 
== Referensi ==
27.779

suntingan