Tahun baru Jepang: Perbedaan revisi

4.401 bita dihapus ,  11 tahun yang lalu
k (Bot: Mengganti Kategori:Hari libur di Jepang)
Kegiatan menyambut tahun baru sudah dimulai sejak dua atau tiga minggu sebelum pergantian tahun. Di daerah Kanto, hari persiapan tahun baru yang disebut {{nihongo|''o-koto hajime''|お事始め||awal kegiatan}} jatuh pada [[8 Desember]], sedangkan di daerah Kansai pada [[13 Desember]].
 
== Tradisi ==
Di zaman dulu, [[kalender Jepang]] didasarkan pada [[kalender Tionghoa]], sehingga orang Jepang merayakan tahun baru pada awal [[musim semi]], bersamaan dengan [[Tahun baru Imlek]], [[Tahun baru Korea]], dan [[Têt|Tahun baru Vietnam]]. Di tahun [[1873]], pemerintah Jepang mulai menggunakan [[kalender Gregorian]] sehingga tahun baru ikut dirayakan tanggal 1 Januari.
 
Di Jepang, penghormatan terhadap arwah leluhur dilakukan sebanyak dua kali, di musim panas sewaktu merayakan [[obon]] dan di awal tahun baru. Sewaktu merayakan tahun baru, arwah leluhur dipercaya datang sebagai {{nihongo|Toshigami|年神||dewa tahun}} yang memberi berkah dan kelimpahan sepanjang tahun.
 
Tahun baru pernah digunakan untuk merayakan bertambahnya usia. Tradisi ini dilakukan semasa orang Jepang masih mengikuti cara perhitungan usia yang disebut ''kazoedoshi''. Bayi dianggap sudah berumur 1 tahun sewaktu dilahirkan dan usia bertambah setahun pada tanggal 1 Januari. Di tahun [[1902]], perhitungan cara kazoedoshi digantikan sistem umur bertambah sewaktu berulang tahun (''man-nenrei'') yang lazim digunakan di seluruh dunia.
 
=== Malam tahun baru ===
Hari tanggal [[31 Desember]] atau malam tahun baru disebut {{nihongo|ōmisoka|大晦日}}. Di malam tahun baru, orang Jepang mempunyai tradisi memakan [[soba]] yang disebut {{nihongo|toshikoshi soba|年越しそば||soba melewati tahun}}.
 
Stasiun televisi di Jepang bersaing memperebutkan pemirsa dengan berbagai acara malam tahun baru. [[NHK]] mempunyai tradisi menayangkan acara ''[[Kōhaku Uta Gassen]]'', berupa kompetisi lagu antarpenyanyi terkenal yang dibagi menjadi kubu merah dan kubu putih.
 
Menjelang pukul 12 malam, genta yang terdapat di berbagai kuil agama [[Buddha]] di Jepang dibunyikan. Tradisi memukul genta menjelang pergantian tahun disebut {{nihongo|''joya no kane''|除夜の鐘}}. Genta dibunyikan sebanyak 108 kali sebagai perlambang 108 jenis nafsu jahat manusia yang harus dihalau.
 
=== Kunjungan ke kuil ===
Hari-hari di awal tahun baru ditandai dengan [[hatsumōde]] berupa kunjungan pertama ke kuil agama [[Shinto]] dan [[Buddha]]. Di depan kuil-kuil besar, selepas pergantian tahun sudah bisa dijumpai kerumunan orang yang menunggu pintu kuil dibuka. Doa yang disampaikan biasanya berupa harapan agar sehat dan selamat sepanjang tahun.
 
=== Makanan tahun baru ===
[[Osechi]] adalah sebutan untuk masakan istimewa yang dimakan di tahun baru. Sup [[zōni]] dari kuah [[dashi]] yang berisi [[mochi]] dan [[sayuran]] merupakan salah satu masakan osechi. Berbagai macam lauk masakan osechi dimasak berhari-hari sebelumnya dan diatur di dalam kotak kayu bersusun yang disebut {{nihongo|''jūbako''|重箱|}}. Toko swalayan besar sejak beberapa minggu sebelum tahun baru juga sudah membuka pemesanan osechi. Lauk pada masakan osechi biasanya sangat manis atau asin, seperti: [[kuromame]], [[tatsukuri]] (gomame), [[kombumaki]], [[kamaboko]], [[kurikinton]], [[kazunoko]], dan [[datemaki]]. Makanan tahun baru diharapkan bisa tahan lama, karena tahun baru merupakan kesempatan libur memasak bagi ibu rumah tangga di Jepang.
 
Ikan yang dimasak berbeda menurut daerahnya, di Jepang bagian timur digunakan ikan [[salem]] sedangkan di Jepang bagian barat digunakan ikan [[sunglir]] (''buri''). Beberapa daerah juga memiliki masakan khas yang tidak bisa dinikmati di tempat lain. Daerah [[Kansai]] memiliki masakan khas berupa ikan [[cod]] kering (''bōdara'') yang dimasak dengan gula pasir dan [[kecap asin|shōyu]].
 
Penutupan perayaan tahun baru ditandai dengan memakan bubur [[nanakusa]] yang dimasak dengan 7 jenis sayuran dan rumput. Bubur ini dimakan tanggal 7 atau 15 Januari agar perut bisa beristirahat setelah dipenuhi makanan tahun baru.
 
=== Mochi ===
Acara menumbuk [[mochi]] (''mochitsuki'') merupakan salah satu tradisi menjelang tahun baru. Ketan yang sudah ditanak dimasukkan ke dalam [[lesung]] dan ditumbuk dengan [[alu]]. Satu orang bertugas menumbuk, sedangkan seorang lagi bertugas membolak-balik beras ketan dengan tangan yang sudah dibasahi air. Beras ketan ditumbuk hingga lengket dan membentuk gumpalan besar mochi berwarna putih.
 
Selain dimakan sebagai pengganti nasi selama tahun baru, mochi juga dibuat hiasan tahun baru yang disebut [[kagami mochi]]. Secara tradisional, kagami mochi dibuat dengan cara menyusun dua buah mochi berukuran bundar, ditambah sebuah [[jeruk]] di atasnya sebagai hiasan.
 
== Kartu pos tahun baru ==
Pengguna anonim