Bahasa Kubti: Perbedaan antara revisi

361 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
#1Lib1Ref #1Lib1RefID
Tidak ada ringkasan suntingan
k (#1Lib1Ref #1Lib1RefID)
 
[[Berkas:coptic luke.jpg|jmpl|Manuskrip Koptik abad ke-8]]
'''Bahasa Kubti''' ('''bahasa Koptik, bahasa Qibti,''' atau '''bahasa Mesir Kubti''';<ref>{{cite book|last = Reintges|first = Chris H.|title = Coptic Egyptian (Sahidic Dialect)|publisher = Rüdiger Köppe|location = Cologne|date = 2004|isbn = 978-3-89645-570-3}}</ref> ''Met.Remenkīmi'') adalahmerupakan tahapsalah bahasa terakhir darisatu [[bahasa Mesir]], sebuahdalam [[rumpun bahasa Afro-Asia]].<ref>{{Cite bagianbook|last=Nasution|first=Sahkholid|date=2017|url=http://repository.uinsu.ac.id/2034/1/6.%20Buku%20Linguistik%20Arab.pdf|title=Pengantar utaraLinguistik Bahasa Arab|location=Sidoarjo|publisher=CV. Lisan Arabi|isbn=978-602-70113-8-0|editor-last=Kholison|editor-first=Moh.|pages=62|url-status=live}}</ref> Bahasa ini merupakan tahap bahasa terakhir dari [[bahasa Mesir]] yang digunakan di [[Mesir]] bagian utara sampai setidaknya abad ke-17 M. Bahasa Mesir mulai ditulis dalam [[alfabet Yunani]] pada abad pertama M. Sistem penulisan terbaru adalah [[alfabet Koptik|alfabet Kubti]], adaptasi dari alfabet Yunani dengan tambahan enam sampai tujuh tanda dari bahasa [[bahasa Demotik Mesir|Demotik]] untuk mewakili [[fonem]] bahasa Mesir yang tidak terdapat dalam [[bahasa Yunani]]. Beberapa perbedaan dialek Kubti diketahui, yang paling utama adalah '''Sahidik''' dan '''Bohairik'''.
 
Dalam tahap perkembangan bahasa Mesir, Kubti dan [[bahasa Demotik Mesir|Demotik]] cukup lekat dalam tata bahasanya dengan [[bahasa Mesir Akhir]], yang telah ditulis dalam naskah [[hieroglif Mesir|hieroglif]], tetapi sangat berbeda dalam penggambaran grafiknya. Kubti berkembang sebagai bahasa kesusasteraan sejak abad ke-2 sampai abad ke-13 SM, dan dialek ''Bohairik'' tetap menjadi bahasa liturgi ''[[Gereja Ortodoks Koptik Alexandria|Gereja Ortodoks Kubti Alexandria]]''. Bahasa Kubti digantikan oleh bahasa Arab Mesir sebagai bahasa sehari-hari sampai sekarang, walaupun beberapa usaha membangkitkan kembali bahasa ini telah berlangsung sejak abad ke-19.