Frans Lebu Raya: Perbedaan antara revisi

2.121 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
Saat menjadi gubernur [[NTT]], Frans Lebu Raya banyak melakukan gebrakan yang Pro Rakyat, dengan Spirit "Anggur Merah" (Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera) Frans Lebu Raya meningkatkan perekonomian NTT.<ref>{{cite web |url=http://nttprov.go.id/ntt2016/index.php/profildaerah1/gubernur-dalam-masa |title=Gubernur Dalam Masa |last= |first= |date=Juli 2016 |website=Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur |publisher= |access-date=5 Agustus 2018 |quote=}}</ref>
 
== Kehidupan awal ==
Frans lahir pada tanggal 18 Mei 1960 di desa Watoone, sebuah desa kecil yang terletak di Pulau Adonara di Nusa Tenggara Timur. Ia adalah anak kedua dari pasangan Paulus Ola Samon dan Ina Maria Wae Peka. Frans memasuki sekolah dasar setempat di desanya pada usia empat tahun dan menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar pada tahun 1971 pada usia sebelas tahun.<ref name=":0">{{Cite news|date=14 July 2008|title=Menunggu "Anggur Merah" Frans Lebu Raya|work=Kompas|url=https://lifestyle.kompas.com/read/2008/07/14/15103336/Menunggu.Anggur.Merah.Frans.Lebu.Raya|access-date=20 December 2021}}</ref>
 
Frans melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Palugodam, sekolah milik aktivis [[Partai Demokrasi Indonesia]] Thomas Sili Mado Lamabelawa. Sekolah itu terletak sepuluh kilometer dari kampung halamannya dan Raya harus berjalan kaki bersama teman-temannya. Frans mengakhiri studinya di sana tiga tahun kemudian pada tahun 1974 dan pergi ke [[Kupang]] untuk belajar di Gimnasium Tinggi Kupang hingga tahun 1977.<ref name=":0"/>
 
== Karier sebagai pendidik ==
Dari Kupang, Frans kembali ke kampung halamannya dan menjadi guru di sebuah SMP setempat hingga tahun 1980. Setelah itu, Frans mendirikan sebuah SMP—SMP Katolik Lamaolot—dan menjadi kepala sekolahnya. Beberapa tahun kemudian, Raya meloloskan diri sebagai kepala sekolah dan melanjutkan pendidikan di [[Universitas Nusa Cendana]] di Kupang, satu-satunya universitas yang saat itu berada di [[Nusa Tenggara Timur]].<ref name=":0"/>
 
Semasa kuliah, Raya aktif berorganisasi dan berpolitik. Ia terpilih sebagai ketua senat universitas pada tahun 1988 untuk masa jabatan dua tahun dan memimpin [[Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia]] Cabang Kupang. Ia lulus dari universitas dengan gelar [[doktorandus]] dan mulai mengajar di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Akademi Teknik Kupang. Ia juga mendirikan Yayasan Masyarakat Sejahtera, yang bertujuan membantu masyarakat dalam melaksanakan proyek-proyek di bidang kesehatan, terutama perbaikan gizi, pengendalian penyakit masyarakat, dan HIV/AIDS.<ref name=":0"/>
 
== Meninggal dunia ==