Jivaka: Perbedaan revisi

1 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (→‎Peninggalan: Perbaikan terjemahan, belum selesai)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
Sejumlah cendekiawan menggunakan catatan tentang Jivaka sebagai bukti praktik pengobatan kuno.{{sfn |Perera |1996 |p=55}}{{sfn |Mookerji |1989 |p=468}} Sejarawan kedokteran Thomas dan Peter Chen menyatakan bahwa "peristiwa-peristiwa menonjol dalam kehidupan Jivaka dan tindakan pengobatannya mungkin bersifat otentik"<!--88--> dan menganalisis sebagian prosedur Jivaka dari sudut pandang praktik pengobatan ilmiah.<!--91-->{{sfn |Chen |Chen |2002 |pp=88, 91}} Namun, Salguero lebih bersikap skeptis dan berpendapat bahwa "legenda-legenda pengobatan, secara sederhana, tak dapat dijadikan bukti praktik pengobatan".{{sfn |Salguero |2009 |p=204}}
 
=== Peran dalam ajaran BudhaBuddha ===
 
Naskah Pali sering mendeskripsikan Jivaka yang mengobati sejumlah gejala pada Buddha, seperti saat Buddha pilek{{sfn |Rabgay |2011 |p=30}}{{sfn |Salguero |2009 |p=190}} dan saat terluka karena percobaan pembunuhan oleh biksu pemberontak [[Devadatta]].{{sfn |Malalasekera |1960 |loc=[http://www.palikanon.com/english/pali_names/j/jiivaka.htm Jivaka]}}{{sfn |Buswell |Lopez |2013 |loc=Jivaka}} Peristiwa percobaan pembunuhan tersebut terjadi di sebuah taman yanng bernama Maddakucchi, Devadatta menggulingkan batu ke arah Buddha dari tebing. Batu tersebut berhenti karena adanya batu lain di tengah jalan tetapi serpihannya mengenai kaki Buddha dan menyebabkannya berdarah; Jivaka menyembuhkan Buddha. Namun, Jivaka terkadang lupa untuk menyelesaikan pengobatan tertentu. Saat itu terjadi, Buddha mengetahui isi pikiran Jivaka dan menyelesaikan pengobatan tersebut sendiri.{{sfn |Malalasekera |1960 |loc=[http://www.palikanon.com/english/pali_names/j/jiivaka.htm Jivaka], [http://www.palikanon.com/english/pali_names/ma/maddakucci.htm Maddakucchi]}} Jivaka mengobati Buddha hanya dengan barang-barang yang dianggap istimewa, misalnya dengan bagian bunga teratai alih-alih obat tumbuhan dari pohon-pohonan.{{sfn |Zysk |1998 |p=126}} Naskah Tibet menyatakan bahwa Jivaka sangat sering memeriksa Buddha, bisa sampai tiga kali sehari.{{sfn |Clifford |1994 |p=39}} Jivaka tak hanya mengobati Buddha tetapi juga mengekspresikan perhatiannya kepada komunitas wihara, pada suatu saat Jivaka menganjurkan agar Buddha menyuruh para biksu untuk sering berolahraga.{{sfn |Buswell |Lopez |2013 |loc=Jivaka}}
Dalam kitab ajaran Budha, Buddha mendeklarasikan Jivaka sebagai [[etadagga|tokoh terdepan]] di kalangan kaum awam yang dikasihi oleh masyarakat,{{sfn |Buswell |Lopez |2013 |loc=Jivaka}}{{sfn |Perera |1996 |p=55}} naskah Pali menyebutnya sebagai contoh orang yang kokoh akan [[keyakinan dalam agama Buddha|keyakinannya dalam agama Budha]].{{sfn |Perera |1996 |p=55}} Jivaka banyak dikenal karena keterampilan menyembuhkan sampai-sampai ia tidak dapat menanggapi setiap orang yang menginginkan bantuannya. Karena Jivaka memprioritaskan komunitas wihara Budha, sebagian orang yang membutuhkan pertolongan pengobatan darinya berusaha agar ditahbiskan sebagai biksu. Jivaka kemudian mengetahui hal tersebut dan menganjurkan agar Buddha mencari adanya penyakit terlebih dahulu pada orang yang akan ditahbiskan.{{sfn |Granoff |1998 |p=288}}{{sfn |Buswell |Lopez |2013 |loc=Jivaka}} Kemudian, Buddha melakukannya untuk lima penyakit.{{sfn |Perera |1996 |p=56}}
 
Meskipun Jivaka digambarkan menunjukkan penghormatan besar terhadap Buddha serta memerhatikan dan membantu komunitas wihara, terdapat setidaknya satu kasus di mana ia gagal menunjukkan penghormatan. Ini terjadi pada kasus [[Panthaka|Paṇṭhaka]], seorang biksu yang dianggap bodoh bagi banyak orang. Jivaka juga menganggapnya demikian; saat ia mengundang Buddha dan komunitas wihara dalam jamuan, Paṇṭhaka menjadi satu-satunya biksu yang tak diundang. Buddha, yang datang untuk bersantap, enggan untuk mulai makan, meminta orang-orang untuk mencari Paṇṭhaka. Jivaka mengutus pelayan untuk membawa Paṇṭhaka ke jamuan tetapi pelayan tersebut terkejut karena menemukan 1.250 Paṇṭhaka yang berjalan di sekitar wihara karena Paṇṭhaka mengeluarkan [[ṛddhi|kemampuan supernaturalnyasupranaturalnya]]. Kemudian, Paṇṭhaka yang asli bergabung untuk bersantap tetapi Jivaka masih tak mengakui kekuatan mental dari biksu tersebut. Jivaka baru berubah pikiran saat Paṇṭhaka menunjukkan kemampuan supranatural lainnya, memperpanjang lengannya untuk mengambilkan mangkuk dana untuk Buddha. Jivaka tertunduk pada kaki biksu tersebut untuk meminta maaf.{{sfn |Huber |1906 |p=35}}
 
== Peninggalan ==