Mesir: Perbedaan antara revisi

77 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
penyesuaian ejaan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(penyesuaian ejaan)
Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup [[Semenanjung Sinai]] (dianggap sebagai bagian dari [[Asia Barat Daya]]) sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di [[Afrika Utara]]. Mesir berbatasan dengan [[Libya]] di sebelah barat, [[Sudan]] di selatan, jalur [[Gaza]] dan [[Israel]] di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui [[Laut Tengah]] di utara dan [[Laut Merah]] di timur.
 
Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir [[Sungai Nil]] (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari [[gurun]] [[Sahara]] yang jarang dihuni. Mayoritas penduduk negara Mesir menganut agama [[Islam]] sementara sisanya menganut agama [[Koptik|Kristen KoptikKubti]].
 
Mesir terkenal dengan [[Mesir kuno|peradaban kuno]] dan beberapa monumen kuno termegah di dunia misalnya [[piramid|Piramid Giza]], Kuil [[Karnak]], [[Lembah Para Raja]] serta [[Kuil Ramses]]. Di [[Luxor]], sebuah kota di wilayah selatan terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.
{{see|Kampanye Prancis di Mesir dan Suriah|Perang Utsmaniyah-Saudi|Perebutan kekuasaan Muhammad Ali|Perang Mesir-Utsmaniyah 1831|Perang Mesir-Utsmaniyah (1839-41)|Kekhadawiyahan Mesir}}
[[Berkas:Yavuz Sultan I. Selim Han.jpg|jmpl|150px|kiri|[[Selim I|Salim I]] (1470–1520), penakluk Mesir]]
Bizantium mampu membangun kontrol di [[negara]] itu setelah invasi singkat [[Aegyptus (Provinsi Roma)#Penaklukan Arab dan Persia|Persia]] pada awal [[abad ke-7]], sampai [[639]]-[[642|42]], ketika Mesir di[[invasi]] dan [[Penaklukan Muslim di Mesir|ditaklukkan oleh Khalifah]] oleh [[Muslim]] [[Arab]]. Ketika mereka mengalahkan tentara [[Bizantium]] di Mesir, orang Arab membawa [[Islam Sunni]] kesana. Pada awal periode, orang Mesir mulai membaurkan iman mereka kepercayaan [[adat]] dan praktik, yang menyebabkan berbagai tarekat [[Sufisme|Sufi]] berkembang sampai hari ini.<ref name="georgetown1">{{cite web |url=http://berkleycenter.georgetown.edu/resources/countries/egypt |title=Egypt |work= |publisher=[[Berkley Center for Religion, Peace, and World Affairs]] |date= |accessdate=14 December 2011 |archive-date=2011-12-20 |archive-url=https://web.archive.org/web/20111220145046/http://berkleycenter.georgetown.edu/resources/countries/egypt |dead-url=yes }} Lihat pada bagian terakhir esai "Islamic Conquest and the Ottoman Empire" ({{lang-id|"Penaklukan Islam dan Kesultanan Utsmaniyah"}})</ref> Ritus-ritus ini selamat dari [[Gereja Ortodoks Koptik Alexandria|Gereja Ortodoks Kubti Iskandariyah]].<ref>El-Daly, Okasha. ''Egyptology: The Missing Millennium''. London: UCL Press, 2005. p. 140</ref>
 
[[Berkas:RecepcionMehmetAli.jpg|jmpl|kiri|Laksamana [[Inggris]] [[Edward Codrington|Codrington]] bernegosiasi dengan [[Muhammad Ali dari Mesir|Muhammad Ali Pasya]] di istana terakhir di [[Iskandariyah]].]]
Terlepas dari Lembah Nil, mayoritas lanskap Mesir adalah gurun, dengan beberapa oasis bertebaran di kawasan itu. Tiupan angin yang kencang menciptakan banyak [[gumuk|bukit pasir]] yang tingginya sampai 30&nbsp;m (100 kaki). Mesir termasuk bagian dari gurun Sahara dan Gurun Libya. Gurun ini dilindungi Kerajaan Firaun dari ancaman Barat dan disebut sebagai "tanah merah" pada zaman Mesir kuno.
 
Kota-kota penting di Mesir adalah AlexandriaIskandariyah,yang merupakan kota terbesar kedua; [[Aswan]]; [[Asyut]]; [[Kairo]], yang merupakan ibu kota Mesir modern dan kota terbesar; [[El-Mahalla el-Kubra]]; [[Giza]], situs Piramida Khufu; [[Hurghada]]; [[Luxor]]; [[Kom Ombo]]; [[Port Safaga]]; [[Port Said]]; [[Sharm El Sheikh]]; [[Suez]], di mana ujung selatan Terusan Suez berada; [[Zagazig]]; dan [[al-Minya]]. Oasis di Mesir diantaranya ialah Bahariya, El Dakhla, Farafra, El Kharga dan Siwa.
 
Pada tanggal 13 Maret 2015, [[:en:Proposed new capital of Egypt|rencana untuk pemindahan ibu kota diumumkan]].
Penduduk Mesir hampir homogen. Pengaruh [[Mediterania]] (seperti Italia dan Yunani) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asia yang pindah ke lembah Nil setelah [[zaman es]].
 
Sejak zaman Mesir Kuno hingga sekarang, masyarakat Mesir telah menggunakan bahasa-bahasa dari [[rumpun bahasa Afro-Asia]] yang diduga berasal dari daerah sekitar [[Ethiopia]] di [[Tanduk Afrika]]. Penduduk Mesir Kuno berbicara dengan [[bahasa Mesir]] yang ditulis dengan [[hieroglif Mesir]]. Bahasa Mesir berkembang menjadi [[Bahasa Mesir Demotik|bahasa Demotik]] pada 600 SM dan [[bahasa Koptik|bahasa Kubti]] pada 200 M, keduanya banyak dipengaruhi oleh [[bahasa Yunani]], sebelum [[Bahasa mati|mati]] sekitar abad ke-17 M. [[Bahasa Arab]], yang diperkenalkan beserta agama Islam pada abad ke-7, mendominasi masyarakat Mesir sejak saat itu. Walau sudah mati, komunitas Kristen KoptikKubti masih menggunakan bahasa KoptikKubti sebagai bahasa liturgi, meskipun dalam sehari-hari mereka berbicara dalam bahasa Arab. Sebagai bekas koloni Britania Raya, [[bahasa Inggris]] juga digunakan sebagai bahasa kedua, kebanyakan dalam bidang ekonomi dan oleh masyarakat terpelajar dan elit.
 
=== Agama ===
[[Agama]] memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, [[adzan]] yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. [[Kairo]] juga dikenal dengan berbagai [[Minaret|menara masjid]] dan [[gereja]]. Menurut [[konstitusi Mesir]], semua perundang-undangan harus sesuai dengan [[hukum Islam]]. Negara mengakui [[mazhab Hanafi]] lewat [[Menteri Agama Mesir|Kementerian Agama]]. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di [[Universitas Al-Azhar]], yang memiliki komite untuk memberikan [[fatwa]] untuk masalah agama.
 
90% dari penduduk Mesir adalah penganut [[Islam]], mayoritas [[Sunni]] dan sebagian juga menganut ajaran [[Sufi]] lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama [[Kristen]]; 78% dalam denominasi [[Koptik|Kubti]] ([[Gereja Ortodoks Koptik Alexandria|KoptikKubti Ortodoks]], [[Katolik Koptik|Katolik Kubti]], dan Protestan KoptikKubti). Gereja Kristen KoptikKubti memiliki keunikan dari denominasi Kristen lainnya, karena, seperti [[Gereja Asiria Timur|Kristen Asiria]], mereka masih menggunakan bahasa kuno yang dulu mendominasi daerah mereka sebagai bahasa liturgi, dalam hal ini bahasa Mesir dalam bentuk KoptikKubti.
 
=== Pendidikan ===
# Sekolah Menengah Pertama (I’dadi).
# Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).
# [[Pendidikan Tinggi]] (Jami‘ah).
== Telekomunikasi ==
{{Artikel utama|telekomunikasi di mesir}}
Industri telekomunikasi kabel dan [[nirkabel]] di Mesir dimulai pada 1854 dengan peluncuran saluran [[telegram]] pertama negara yang menghubungkan [[Kairo]] dan [[Alexandria|IskaIsndariyah]]. Saluran telepon pertama antara kedua kota dipasang pada tahun 1881.<ref>{{Cite web|url=https://web.archive.org/web/20131114094542/http://www.telecomegypt.com.eg/English/te_history.asp|title=Telecom Egypt - New Beginning|date=2013-11-14|website=web.archive.org|access-date=2020-01-25}}</ref> Pada bulan September 1999 sebuah proyek nasional untuk kebangkitan teknologi diumumkan yang mencerminkan komitmen pemerintah Mesir untuk mengembangkan sektor [[TI]] negara itu.
 
=== Pos ===
336

suntingan