Virus dalam sejarah manusia: Perbedaan revisi

[[Epizootik]] adalah mewabahnya penyakit pada hewan selain manusia.{{sfn|Dubovi|2010|p=126}} Pada abad ke-20, beragam epizootik penyakit karena virus terjadi pada hewan, terutama ternak, secara global. Penyakit-penyakit tersebut antara lain [[penyakit mulut dan kuku]], sampar sapi, flu burung dan flu babi, [[Demam babi klasik|demam babi]], serta [[Penyakit lidah biru|lidah biru]] domba. Penyakit karena virus pada hewan ternak mengakibatkan kerugian baik bagi peternak maupun masyarakat secara luas, seperti yang terjadi pada saat mewabahnya penyakit mulut dan kuku di Inggris pada tahun 2001.<ref>{{Cite journal|last=Mansley|first=L. M.|last2=Donaldson|first2=A. I.|last3=Thrusfield|first3=M. V.|last4=Honhold|first4=N.|date=2011-08|title=Destructive tension: mathematics versus experience--the progress and control of the 2001 foot and mouth disease epidemic in Great Britain|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21961220|journal=Revue Scientifique Et Technique (International Office of Epizootics)|volume=30|issue=2|pages=483–498|doi=10.20506/rst.30.2.2054|issn=0253-1933|pmid=21961220}}</ref>
 
Sampar sapi pertama kali terjadi di Afrika Timur pada tahun 1891 dan secara cepat menyebar ke seluruh Afrika.{{sfn|McNeill|1998|p=70}} Pada tahun 1892, 95% hewan ternak di Afrika Timur mati. Oleh karenanya, terjadi kelaparan yang merugikan peternak dan warga nomaden. Sebagian dari mereka menggantungkan hidupnya secara penuh pada hewan ternak. Dua pertiga populasi [[Maasai|suku Maasai]] tewas. Kondisi bertambah parah dengan munculnya epidemi cacar saat bencana kelaparan terjadi.{{sfn|Norton-Griffiths|1979|p=3}} Pada awal abad ke-20, sampar sapi banyak terjadi di Asia dan sebagian Eropa.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=105}} Prevalensi penyakit ini terus menurun setelah adanya usaha pengendalian penyakit yang mencakup vaksinasi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=106}} Pada tahun 1908, Eropa bebas dari sampar sapi. Penyakit ini kembali mewabah setelah Perang Dunia Kedua tetapi segera terkendali. Prevalensi sampar sapi meningkat di Asia. [[Thailand]] harus memohon bantuan pada tahun 1957 karena banyaknya kerbau yang mati menyebabkan [[sawah]] tidak dapat disiapkan untuk menanam padi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=109}} Daerah Rusia di bagian barat [[Pegunungan Ural]] bebas dari sampar sapi. [[Lenin]] memutuskan sejumlah peraturan pengendalian penyakit ini. Namun, hewan ternak di bagian timur Rusia masih terus terinfeksi sampar dari Mongolia dan Tiongkok yang memiliki prevalensi penyakit tinggi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=108–109}} India berhasil mengendalikan penyebaran penyakit sampar sapi yang sebelumnya merajalela di daerah selatan, [[Tamil Nadu]] dan [[Kerala]], sepanjang abad ke-20.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=112}} India kemudian berhasil memberantas sampar sapi pada tahun 1995.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=119}} Afrika didera dua panzootik besar pada tahun 1920-an dan 1980-an.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=120–121}} Penyakit tersebut mewabah di Somalia pada tahun 1928 dan tersebar ke penjuru negeri hingga tahun 1953. Pada tahun 1980-an, penyebaran penyakit di [[Tanzania]] dan [[Kenya]] dikendalikan dengan penggunaan 26 juta dosis vaksin. Munculnya kembali penyakit ini pada tahun 1997 berhasil ditekan dengan operasi vaksinasi yang intensif.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=122}} Pada akhir abad ke-20, sampar sapi musnah dari banyak negara. Kantong daerah yang terinfeksi mencakup Etiopia dan Sudan.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=137}} Pada tahun 1994, Global Rinderpest Eradication Programme (Program Pemberantasan Sampar Sapi Global) diresmikan oleh Food[[Organisasi andPangan Agriculturedan OrganizationPertanian]] (FAO) dengan target pemusnahan global pada tahun 2010.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=136–138}} Pada tahun 2011, FAO dan [[World OrganisationOrganisasi forKesehatan AnimalHewan HealthDunia]] mengumumkan bahwa "sampar sapi, penyakit karena virus yang menyebar bebas, sudah musnah dari muka bumi".<ref>{{cite report |url=http://www.oie.int/fileadmin/Home/eng/Media_Center/docs/pdf/Final_Report_May2011.pdf |title=Joint FAO/OIE Committee on Global Rinderpest Eradication |publisher=Food and Agriculture Organisation of the United Nations; World Organisation for Animal Health |date=May 2011 |page=10 |access-date=19 December 2014}}</ref>
 
Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit infeksi sangat menular yang disebabkan oleh ''[[aphtovirusAphtovirus]]''. Virus ini berada pada famili yang sama dengan poliovirusvirus polio. ''Aphtovirus'' menginfeksi hewan, terutama [[ungulata]], di Afrika sejak zaman kuno dan mungkin terbawa ke Amerika pada abad ke-19 bersama hewan ternak impor.<ref>{{Cite journal|last=Paton|first=David J.|last2=Sumption|first2=Keith J.|last3=Charleston|first3=Bryan|date=2009-09-27|title=Options for control of foot-and-mouth disease: knowledge, capability and policy|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19687036|journal=Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences|volume=364|issue=1530|pages=2657–2667|doi=10.1098/rstb.2009.0100|issn=1471-2970|pmc=2865093|pmid=19687036}}</ref> Penyakit kuku dan mulut jarang mematikan tetapi wabah penyakit pada domba dan ternak lain dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar.<ref>{{Cite journal|last=Scudamore|first=J. M.|last2=Trevelyan|first2=G. M.|last3=Tas|first3=M. V.|last4=Varley|first4=E. M.|last5=Hickman|first5=G. a. W.|date=2002-12|title=Carcass disposal: lessons from Great Britain following the foot and mouth disease outbreaks of 2001|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12523714|journal=Revue Scientifique Et Technique (International Office of Epizootics)|volume=21|issue=3|pages=775–787|doi=10.20506/rst.21.3.1377|issn=0253-1933|pmid=12523714}}</ref> Penyakit terakhir yang tercatat di Amerika terjadi pada tahun 1929. Pada tahun 2001, sejumlah [[wabah]] terjadi di penjuru Inggris sehingga ribuan hewan dibunuh dan dibakar.<ref>{{Cite journal|last=Mahy|first=B. W. J.|date=2005|title=Introduction and history of foot-and-mouth disease virus|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15648172|journal=Current Topics in Microbiology and Immunology|volume=288|pages=1–8|doi=10.1007/3-540-27109-0_1|issn=0070-217X|pmid=15648172}}</ref>
 
InangWalaupun telah menginfeksi manusia sejak zaman kuno, inang alami virus influenza adalah babi dan burung di samping manusia sejak zaman kuno.{{sfn|Sussman|1998|p=386}} Virus ini dapat menyebabkan epizootik ringan hingga parah pada hewan peliharaan dan satwa liar.<ref>{{Cite journal|last=Suarez|first=David L.|date=2010-06|title=Avian influenza: our current understanding|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20591211|journal=Animal Health Research Reviews|volume=11|issue=1|pages=19–33|doi=10.1017/S1466252310000095|issn=1475-2654|pmid=20591211}}</ref> BanyakMigrasi banyak jenis burung liar melakukan migrasi makamemungkinkan influenza dapat menyebar secara lintas benua sepanjang sejarah. Virus ini telah dan terus mengalami evolusi menjadi banyak straingalur dansehingga keberadaannya terus berkembang demikian, masih tetap hadir sebagai ancaman bagi hewanmengancam.<ref>{{Cite journal|last=Feare|first=Chris J.|date=2010-03|title=Role of wild birds in the spread of highly pathogenic avian influenza virus H5N1 and implications for global surveillance|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20521633|journal=Avian Diseases|volume=54|issue=1 Suppl|pages=201–212|doi=10.1637/8766-033109-ResNote.1|issn=0005-2086|pmid=20521633}}</ref>
 
Pada awal abad ke-21, epizootik pada hewan ternak masih berdampak serius. [[Penyakit lidah biru]], yang disebabkan oleh ''[[orbivirusOrbivirus]]'', menyerang domba di Prancis pada tahun 2007.<ref>{{Cite journal|last=Durand|first=Benoit|last2=Zanella|first2=Gina|last3=Biteau-Coroller|first3=Fabienne|last4=Locatelli|first4=Caroline|last5=Baurier|first5=Florence|last6=Simon|first6=Cecile|last7=Le Dréan|first7=Eric|last8=Delaval|first8=José|last9=Prengère|first9=Eric|date=2010-12|title=Anatomy of bluetongue virus serotype 8 epizootic wave, France, 2007-2008|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21122214|journal=Emerging Infectious Diseases|volume=16|issue=12|pages=1861–1868|doi=10.3201/eid1612.100412|issn=1080-6059|pmc=3294545|pmid=21122214}}</ref> Sebelumnya, penyakit ini hanya ada di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Asia Selatan, dan Australia bagian utara. Virus ini sekarang menyebar pula di daerah Mediterania.<ref>{{Cite journal|last=Mellor|first=Philip S.|last2=Carpenter|first2=Simon|last3=Harrup|first3=Lara|last4=Baylis|first4=Matthew|last5=Mertens|first5=Peter P. C.|date=2008-10-15|title=Bluetongue in Europe and the Mediterranean Basin: history of occurrence prior to 2006|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18619694|journal=Preventive Veterinary Medicine|volume=87|issue=1-2|pages=4–20|doi=10.1016/j.prevetmed.2008.06.002|issn=0167-5877|pmid=18619694}}</ref>
 
=== Virus pada tumbuhan ===
[[File:Weisse-Fliege.jpg|right|thumb|Kutu kebul (''[[Trialeurodes vaporariorum]]'') adalah [[Vektor (biologi)|vektor]] ''[[cassava mosaic virus]]''.]]
Pada abad ke-20, banyak penyakit "lama" pada tumbuhan ditemukan disebabkan oleh virus. Mereka antara lain ''[[Maize streak virus|maize streak]]'' dan ''[[cassava mosaic disease]]''.{{sfn|Carr|Mahy|Pattison|1984|p=251}} Sama seperti pada manusia, jika tumbuhan banyak tumbuh berdekatan, virus yang memiliki inang tumbuhan juga banyak berkembang. Hal ini menyebabkan kerugian ekonomi dan tragedi kemanusiaan yang besar. Di [[Yordania]] pada tahun 1970-an, tomat dan famili [[cucurbitaceaeCucurbitaceae]] (timun, melon, dan labu-labuan) banyak ditanam. Seluruh ladang tempat mereka ditanam terinfeksi virus.{{sfn|Kurstak|1984|p=463}} Kejadian serupa ditemukan di [[Pantai Gading]], tiga puluh virus yang berbeda menginfeksi palawija [[kacang-kacangan]] dan sayuran. Di Kenya, ''cassava mosaic virus, maize streak virus'', dan ''groundnut viral diseases'' menyebabkan kerusakan palawija hingga 70%.{{sfn|Kurstak|1984|p=463}} Singkong merupakan palawija yang paling banyak ditanam di Afrika Timur dan merupakan bahan makanan pokok bagi lebih dari 200 juta orang. Singkong dibawa ke Afrika dari Amerika Selatan dan dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang tidak subur. Penyakit paling penting yang menginfeksi singkong disebabkan oleh ''cassava mosaic virus'', dari golongan [[geminivirus]]. Virus ini menular antartumbuhan dengan adanya [[kutu kebul]]. Penyakit ini pertama kali tercatat pada tahun 1894. Wabah sering terjadi di Afrika Timur sepanjang abad ke-20, seringkali menyebabkan bencana kelaparan.<ref>{{Cite journal|last=Legg|first=J. P|date=1999-12-01|title=Emergence, spread and strategies for controlling the pandemic of cassava mosaic virus disease in east and central Africa|url=https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0261219499000629|journal=Crop Protection|language=en|volume=18|issue=10|pages=627–637|doi=10.1016/S0261-2194(99)00062-9|issn=0261-2194}}</ref>
 
Pada tahun 1920-an, pemilik perkebunan [[umbi bit]] di Amerika Serikat bagian barat mengalami kerugian ekonomi yang besar karena ''[[beet curly top virus]]'' (BCTV) yang ditularkan oleh [[belalang besar]]. Pada tahun 1956, 25-50% panen beras di Kuba dan Venezuela rusak karena ''[[rice hoja blanca virus]]'' (RHBV). Pada tahun 1958, RHBV menyebabkan kerugian pada banyak daerah yang menanam padi di Kolumbia. Wabah banyak terjadi kembali pada tahun 1981, menyebabkan kerugian hingga 100%.{{sfn|Levins|Wilson|1994|pp=181–183}} Di Gana pada tahun 1936-1977, ''[[cacao swollen shoot virus]]'' (CSSV) yang ditularkan oleh ''mealybug'' menyebabkan rusaknya 162 juta [[Kakao|pohon kakao]]. Sejumlah pohon kemudian rusak dengan tingkat 15 juta per tahun.{{sfn|Levins|Wilson|1994|p=183}} Pada tahun 1948, di Kansas, Amerika Serikat, 7% tanaman gandum rusak karena ''[[wheat streak mosaic virus]]'' (WSMV) yang disebarkan oleh ''[[wheat curl mite]]'' (''Aceria tulipae'').<ref>{{Cite journal|last=Hansing|first=E. D.|last2=Johnston|first2=C. O.|last3=Melchers|first3=L. E.|last4=Fellows|first4=H.|date=1949-09|title=Kansas Phytopathological Notes: 1948|url=https://www.jstor.org/stable/3625805?origin=crossref|journal=Transactions of the Kansas Academy of Science (1903-)|volume=52|issue=3|pages=363|doi=10.2307/3625805}}</ref> Pada tahun 1950-an, [[virus ringspot pepaya]] - salah satu [[potivirus]] - menyebabkan kerugian besar perkebunan pepaya solo di [[Oahu]], Hawaii. Pepaya Solo dibawa ke pulau ini pada abad ke-19 tetapi penyakit ringspot ini baru muncul pada tahun 1940-an.{{sfn|Hasegawa|2011|p=125}}
16.103

suntingan