Virus dalam sejarah manusia: Perbedaan antara revisi

Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android
 
=== Virus hepatitis ===
[[Hepatitis]] adalah penyakit pada organ hati yang telah dikenal ada sejak masa kuno.{{sfn|Sussman|1998|p=715}} Tanda dan gejala penyakit ini mencakup [[jaundis]], menguningnya kulit, mata, dan cairan tubuh.{{sfn|Zuckerman|1987|p=135}} Ada banyak sebab hepatitis, antara lain virus, khususnya [[virus hepatitis A]], [[Virus hepatitis B|hepatitis B]], dan [[Virus hepatitis C|hepatitis C]].<ref>{{Cite journal|last=Sharapov|first=Umid M.|last2=Hu|first2=Dale J.|date=2010-08|title=Viral hepatitis A, B, and C: grown-up issues|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21047029|journal=Adolescent Medicine: State of the Art Reviews|volume=21|issue=2|pages=265–286, ix|issn=1934-4287|pmid=21047029}}</ref> Epidemi jaundis banyak terjadi sepanjang sejarah dan terutama mendera prajurit perang. "Jaundis operasi militer" umum ditemukan pada abadAbad pertengahanPertengahan. Gejala tersebut dijumpai pada pasukan [[Napoleon Bonaparte|Napoleon]] dan konflik-konflik besar pada abad ke-19 dan 20, termasuk pada [[Perang Saudara Amerika]] yang manamelaporkan 40 ribu kasus jaundis dan 150 kematian terjadikarenanya.{{sfn|Howard|1979|p=4}} Virus penyebab jaundis ini baru ditemukan pada pertengahan abad ke-20.<ref>{{Cite journal|last=Purcell|first=R. H.|date=1993-04|title=The discovery of the hepatitis viruses|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8385046|journal=Gastroenterology|volume=104|issue=4|pages=955–963|doi=10.1016/0016-5085(93)90261-a|issn=0016-5085|pmid=8385046}}</ref> Artikel pada tahun 1946 menjelaskan bukti perbedaan antara hepatitis A yang menyebabkan epidemi jaundis dan hepatitis B19 yang menyebabkan jaundis yang menular lewat darah. Istilah hepatitis A dan hepatitis B mulai digunakan pada tahun 1947 karenanya.{{sfn|Howard|1979|p=13}}<ref>{{Cite journal|last=Maccallum|first=F. O.|date=1946-08|title=Homologous Serum Hepatitis|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19993377|journal=Proceedings of the Royal Society of Medicine|volume=39|issue=10|pages=655–657|issn=0035-9157|pmc=2181938|pmid=19993377}}</ref> Pada tahun 1960-an, virus penyebab hepatitis mulai ditemukan. Virus hepatitis B ditemukan dan dinamai sesuai penyakit yang ia sebabkan.,<ref>{{Cite journal|last=Blumberg|first=B. S.|last2=Sutnick|first2=A. I.|last3=London|first3=W. T.|last4=Millman|first4=I.|date=1970-08-13|title=Australia antigen and hepatitis|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/4246769|journal=The New England Journal of Medicine|volume=283|issue=7|pages=349–354|doi=10.1056/NEJM197008132830707|issn=0028-4793|pmid=4246769}}</ref> Virussedangkan virus hepatitis A ditemukan pada tahun 1974.<ref>{{Cite journal|last=Feinstone|first=S. M.|last2=Kapikian|first2=A. Z.|last3=Gerin|first3=J. L.|last4=Purcell|first4=R. H.|date=1974-06|title=Buoyant density of the hepatitis A virus-like particle in cesium chloride|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/4833615|journal=Journal of Virology|volume=13|issue=6|pages=1412–1414|doi=10.1128/JVI.13.6.1412-1414.1974|issn=0022-538X|pmc=PMC355463|pmid=4833615}}</ref> Penemuan virus hepatitis A dan teknologi pengujian untuk pendeteksiannyamendeteksinya menyebabkan perubahan besar-besaran pada banyak tata laksana kesehatan dan kecantikan. Skrining [[Donor darah|darah donor]] mulai dilakukan pada awal tahun 1970-an dan mengurangi penularan virus secara drastis.<ref>{{Cite journal|last=Allain|first=Jean-Pierre|last2=Candotti|first2=Daniel|last3=ISBT HBV Safety Collaborative Group|date=2012-05|title=Hepatitis B virus in transfusion medicine: still a problem?|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22305086|journal=Biologicals: Journal of the International Association of Biological Standardization|volume=40|issue=3|pages=180–186|doi=10.1016/j.biologicals.2011.09.014|issn=1095-8320|pmid=22305086}}</ref> Darah donor [[faktorFaktor VIII]] dan [[plasma darah]] manusia yang didonorkan sebelum tahun 1975 banyak mengandung virus hepatitis B dengan kadar yang dapat menyebabkan infeksi.{{sfn|Howard|1979|p=191}} Hingga akhir tahun 1960-an, [[Jarum hipodermik|jarum suntik hipodermik]] yang sering digunakan berulang kali oleh tenaga kesehatan, dan jarum pembuat tato menjadi penyebab umum infeksi.<ref>{{Cite journal|last=Greif|first=J.|last2=Hewitt|first2=W.|date=1998-06|title=The living canvas|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9708051|journal=Advance for Nurse Practitioners|volume=6|issue=6|pages=26–31, 82|issn=1096-6293|pmid=9708051}}</ref> Pada akhir tahun 1990-an, [[program penukaran jarum]] diselenggarakan di Eropa dan Amerika Serikat untuk mencegah penyebaran infeksi pada [[Penggunaan zat adiktif|pengguna obat-obatan terlarang intravena]].<ref>{{Cite journal|last=Nacopoulos|first=Alkiviadis G.|last2=Lewtas|first2=Andrea J.|last3=Ousterhout|first3=Maria M.|date=2010 Mar-Apr 1|title=Syringe exchange programs: Impact on injection drug users and the role of the pharmacist from a U.S. perspective|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20199955|journal=Journal of the American Pharmacists Association: JAPhA|volume=50|issue=2|pages=148–157|doi=10.1331/JAPhA.2010.09178|issn=1544-3450|pmid=20199955}}</ref> Usaha tersebut membantu mengurangi dampak HIV dan virus hepatitis C.<ref>{{Cite journal|last=Perkins|first=Herbert A.|last2=Busch|first2=Michael P.|date=2010-10|title=Transfusion-associated infections: 50 years of relentless challenges and remarkable progress|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20738828|journal=Transfusion|volume=50|issue=10|pages=2080–2099|doi=10.1111/j.1537-2995.2010.02851.x|issn=1537-2995|pmid=20738828}}</ref>
 
=== Virus pada hewan bukanselain manusia ===
[[Epizootik]] adalah mewabahnya penyakit pada makhluk hidup animalia yanghewan bukanselain manusia.{{sfn|Dubovi|2010|p=126}} Pada abad ke-20, beragam epizootik penyakit karena virus yang penting terjadi pada hewan, terutama ternak, secara global. Penyakit-penyakit tersebut antara lain [[penyakit mulut dan kuku]], sampar sapi, flu burung dan flu babi, [[Demam babi klasik|demam babi]], serta [[Penyakit lidah biru|lidah biru]] domba. Penyakit karena virus pada hewan ternak mengakibatkan kerugian baik bagi peternak maupun masyarakat secara luas, seperti yang terjadi pada saat mewabahnya penyakit mulut dan kuku di Inggris pada tahun 2001.<ref>{{Cite journal|last=Mansley|first=L. M.|last2=Donaldson|first2=A. I.|last3=Thrusfield|first3=M. V.|last4=Honhold|first4=N.|date=2011-08|title=Destructive tension: mathematics versus experience--the progress and control of the 2001 foot and mouth disease epidemic in Great Britain|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21961220|journal=Revue Scientifique Et Technique (International Office of Epizootics)|volume=30|issue=2|pages=483–498|doi=10.20506/rst.30.2.2054|issn=0253-1933|pmid=21961220}}</ref>
 
Sampar sapi pertama kali terjadi di Afrika Timur pada tahun 1891 dan secara cepat menyebar ke seluruh Afrika.{{sfn|McNeill|1998|p=70}} Pada tahun 1892, 95% hewan ternak di Afrika Timur mati. Oleh karenanya, terjadi kelaparan yang merugikan peternak dan warga nomaden. Sebagian dari mereka menggantungkan hidupnya secara penuh pada hewan ternak. Dua per tigapertiga populasi [[Maasai|suku Maasai]] tewas. Kondisi bertambah parah dengan munculnya epidemi cacar saat bencana kelaparan terjadi.{{sfn|Norton-Griffiths|1979|p=3}} Pada awal abad ke-20, sampar sapi banyak terjadi di Asia dan sebagian Eropa.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=105}} Prevalensi penyakit ini terus menurun setelahnya dengansetelah adanya usaha kendalipengendalian penyakit yang mencakup vaksinasi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=106}} Pada tahun 1908, Eropa bebas dari sampar sapi. Penyakit ini kembali mewabah setelah Perang Dunia Kedua tetapi segera terkendali. Prevalensi sampar sapi meningkat di Asia. [[Thailand]] harus memohon bantuan pada tahun 1957 karena banyaknya kerbau yang mati menyebabkan [[sawah]] tidak dapat disiapkan untuk menanam padi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=109}} Daerah Rusia di bagian barat [[Pegunungan Ural]] bebas dari sampar sapi. [[Lenin]] memutuskan sejumlah peraturan pengendalian penyakit ini. Namun, hewan ternak di bagian timur Rusia masih terus terinfeksi sampar dari Mongolia dan Tiongkok yang memiliki prevalensi penyakit tinggi.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=108–109}} India berhasil mengendalikan penyebaran penyakit sampar sapi yang sebelumnya merajalela di daerah selatan, [[Tamil Nadu]] dan [[Kerala]], sepanjang abad ke-20.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=112}} India kemudian berhasil memberantas sampar sapi pada tahun 1995.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=119}} Afrika didera dua panzootik besar pada tahun 1920-an dan 1980-an.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=120–121}} Penyakit tersebut mewabah di Somalia pada tahun 1928 dan tersebar ke penjuru negeri hingga tahun 1953. Pada tahun 1980-an, penyebaran penyakit di [[Tanzania]] dan [[Kenya]] dikendalikan dengan penggunaan 26 juta dosis vaksin. Munculnya kembali penyakit ini pada tahun 1997 berhasil ditekan dengan operasi vaksinasi yang intensif.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=122}} Pada akhir abad ke-20, sampar sapi musnah dari banyak negara. Kantong daerah yang terinfeksi mencakup Etiopia dan Sudan.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|p=137}} Pada tahun 1994, Global Rinderpest Eradication Programme (Program Pemberantasan Sampar Sapi Global) diresmikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dengan target pemusnahan global pada tahun 2010.{{sfn|Barrett|Pastoret|2006|pp=136–138}} Pada tahun 2011, FAO dan [[World Organisation for Animal Health]] mengumumkan bahwa "sampar sapi, penyakit karena virus yang menyebar bebas, sudah musnah dari muka bumi".<ref>{{cite report |url=http://www.oie.int/fileadmin/Home/eng/Media_Center/docs/pdf/Final_Report_May2011.pdf |title=Joint FAO/OIE Committee on Global Rinderpest Eradication |publisher=Food and Agriculture Organisation of the United Nations; World Organisation for Animal Health |date=May 2011 |page=10 |access-date=19 December 2014}}</ref>
 
Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit infeksi sangat menular yang disebabkan oleh ''[[aphtovirus]]''. Virus ini berada pada famili yang sama dengan poliovirus. Aphtovirus menginfeksi hewan, terutama [[ungulata]], di Afrika sejak zaman kuno dan mungkin terbawa ke Amerika pada abad ke-19 bersama hewan ternak impor.<ref>{{Cite journal|last=Paton|first=David J.|last2=Sumption|first2=Keith J.|last3=Charleston|first3=Bryan|date=2009-09-27|title=Options for control of foot-and-mouth disease: knowledge, capability and policy|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19687036|journal=Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological Sciences|volume=364|issue=1530|pages=2657–2667|doi=10.1098/rstb.2009.0100|issn=1471-2970|pmc=2865093|pmid=19687036}}</ref> Penyakit kuku dan mulut jarang mematikan tetapi wabah penyakit pada domba dan ternak lain dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar.<ref>{{Cite journal|last=Scudamore|first=J. M.|last2=Trevelyan|first2=G. M.|last3=Tas|first3=M. V.|last4=Varley|first4=E. M.|last5=Hickman|first5=G. a. W.|date=2002-12|title=Carcass disposal: lessons from Great Britain following the foot and mouth disease outbreaks of 2001|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12523714|journal=Revue Scientifique Et Technique (International Office of Epizootics)|volume=21|issue=3|pages=775–787|doi=10.20506/rst.21.3.1377|issn=0253-1933|pmid=12523714}}</ref> Penyakit terakhir yang tercatat di Amerika terjadi pada tahun 1929. Pada tahun 2001, sejumlah [[wabah]] terjadi di penjuru Inggris sehingga ribuan hewan dibunuh dan dibakar.<ref>{{Cite journal|last=Mahy|first=B. W. J.|date=2005|title=Introduction and history of foot-and-mouth disease virus|url=https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15648172|journal=Current Topics in Microbiology and Immunology|volume=288|pages=1–8|doi=10.1007/3-540-27109-0_1|issn=0070-217X|pmid=15648172}}</ref>
17.284

suntingan