Virus dalam sejarah manusia: Perbedaan revisi

 
== Penemuan vaksin ==
[[File:Edward Jenner2.jpg|right|thumb|upright|[[Edward Jenner]], dokter asal Inggris yang memelopori penggunaan vaksin]]
=== Cacar ===
[[Mary Wortley Montagu]] adalah bangsawan, penulis, dan istri [[anggota parlemen]] Inggris. Pada tahun 1716, suaminya, Edward Wortley Montagu, ditugaskan sebagai duta Inggris di Istanbul. Mary mendampingi suaminya dan menjumpai praktik masyarakat lokal dalam membuat perlindungan terhadap cacar, yaitu [[variolasi]], injeksi nanah penderita cacar ke kulit orang lain.{{sfn|Tucker|2002|p=6}} Sebelumnya, adik laki-laki Mary meninggal karena cacar dan Mary pun pernah menderita penyakit ini. Dengan niat agar anak laki-lakinya yang kala itu berusia 5 tahun, Edward, tidak menderita hal yang sama, Mary menyuruh ahli bedah kedutaan, Charles Maitland, melakukan variolasi untuk anaknya. Dalam perjalanan pulang ke London, Mary meminta Maitland untuk memvariolasi anak perempuannya yang berusia 4 tahun di hadapan dokter-dokter raja.{{sfn|Tucker|2002|pp=16-17}} Kemudian, Montagu meyakinkan [[George II dari Britania Raya|Pangeran dan Putri Wales]] agar mendukung peragaan publik prosedur variolasi. Enam tahanan penjara yang diadili hukuman mati dan berada dalam daftar tunggu eksekusi [[Penjara Newgate]] ditawari pembebasan penuh dengan syarat bersedia menjadi subjek eksperimen publik. Tahanan-tahanan tersebut menerima tawaran tersebut dan divariolasi pada tahun 1721. Semua tahanan berhasil pulih melewatinya.{{sfn|Rhodes|2013|p=17}} Untuk menguji efek perlindungan variolasi, seorang perempuan berusia 19 tahun diperintahkan agar tidur bersama penderita cacar yang berusia 10 tahun selama 6 pekan. Perempuan tersebut tidak tertular cacar.{{sfn|Tucker|2002|p=17}}
 
=== Rabies ===
[[File:Louis Pasteur, foto av Paul Nadar, Crisco edit.jpg|right|thumb|upright|[[Louis Pasteur]], ilmuwan Prancis yang mengembangkan vaksin rabies]]
Rabies termasuk dalam penyakit infeksi yang mematikan bagi mamalia. Penyakit ini disebabkan oleh [[virus rabies]]. Pada abad ke-21, virus ini utamanya menyerang mamalia liar seperti rubah dan kelelawar. Penyakit virus ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama: ''rabies'' adalah kata dari [[Bahasa Sanskerta|bahasa Sansekerta]] (''rabhas'') yang dapat dilacak pada 3000 SM,{{sfn|Shors|2017|p=352}} yang artinya adalah "kegilaan" atau "amukan".<ref>{{Cite book|last=Zuckerman|first=Arie J.|last2=Banatvala|first2=J. E.|last3=Pattison|first3=J. R. (John Ridley)|date=1987|url=http://archive.org/details/principlespracti00zuck|title=Principles and practice of clinical virology|publisher=Chichester ; New York : Wiley|isbn=978-0-471-90341-3|others=Internet Archive}}</ref> Penyakit ini sendiri sudah ada selama lebih dari empat ribu tahun.{{sfn|Mahy (b)|2009|p=243}} Deskripsi rabies ditemukan pada naskah peradaban [[Mesopotamia]].<ref>{{Cite journal|last=Yuhong|first=Wu|date=2001|title=Rabies and Rabid Dogs in Sumerian and Akkadian Literature|url=https://www.jstor.org/stable/606727|journal=Journal of the American Oriental Society|volume=121|issue=1|pages=32–43|doi=10.2307/606727|issn=0003-0279}}</ref> Penduduk [[Yunani Kuno]] menyebutnya sebagai "lyssa" atau "lytta" yang berarti "kegilaan".{{sfn|Mahy (b)|2009|p=243}} Keterangan mengenai rabies terdapat pada [[Hukum Eshnuna]] yang ditulis pada 2300 SM. [[Aristoteles]] (384–322 SM) memberikan salah satu deskripsi yang banyak diterima tentang penyakit ini. Ia juga menerangkan bagaimana rabies menular ke manusia. Pada abad pertama Masehi, [[Celsus]] mencatat adanya gejala [[hidrofobia]] dan berpendapat bahwa air liur hewan dan manusia yang terinfeksi mengandung lendir atau racun, dan untuk menyebutnya, ia membuat istilah "virus".{{sfn|Mahy (b)|2009|p=243}} Epidemi rabies tidak terjadi tetapi infeksi penyakit ini sangat ditakuti karena gejalanya yang mencakup kegilaan, hidrofobia, dan kematian.{{sfn|Mahy (b)|2009|p=243}}
 
16.000

suntingan