Lapau: Perbedaan antara revisi

27 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
Lapau awalnya dimanfaatkan sebagai tempat melepas penat sekaligus berdiskusi. Pengunjung lapau saling berbagi informasi, mulai dari barang dagangan mereka, fluktuasi harga, kondisi pasar, hingga keadaan sosial dan politik di daerah-daerah yang mereka lalui.<ref name=":1" />
 
Seiring waktu, duduk di lapau menjadi budaya yang identik dengan laki-laki di Minangkabau. Hal ini dilatarbelakangi sistem kekerabatan [[Matrilineal Minangkabau|matrilineal]]. Laki-laki yang sudah menikah tidak bisa bebas di rumah istrinya, sementara laki-laki yang belum menikah tidur di [[surau]] atau [[merantau]]. OlehLapau sebab itu, lapauakhirnya menjadi tempat laki-laki berkumpul apabila tidak bekerja atau menghabiskan waktu. Di lapau, mereka mengobrol, bersenda gurau, hingga beradu argumen.
 
Diskusi di lapau dimulai dari persoalan sehari-hari yang berkaitan dengan kehidupan pribadi dan keluarga. Setelah itu, diskusi merembet ke berbagai persoalan seperti politik, hukum, dan ekonomi. Satu topik bisa beralih pada topik yang lain tanpa ada penyelesaian sehingga setiap topik yang dibahas tidak menemukan titik konklusi yang jelas. Pola diskusi di lapau ini sering disebut dengan ''ota lapau''.<ref name=":1" />
 
== Signifikansi ==