Badai Pasti Berlalu (album 1977): Perbedaan antara revisi

k
Proses penulisan materi lagu untuk film dikerjakan di kediaman [[Guruh Soekarnoputra]] yang terletak di Jalan Sriwijaya Nomor 26, [[Jakarta Selatan]] selama sebulan.<ref name="Eros"></ref> Setelah dirasa cukup, Eros mengajak Chrisye, dan Berlian Hutauruk untuk ikut berpartisipasi sebagai penyanyi dalam penggarapan ''soundtrack'' film ''Badai Pasti Berlalu''. Untuk pengerjaan aransemen dasarnya, Chrisye memperkenalkan [[Yockie Suryo Prayogo]] kepada Eros Djarot. Eros lalu memberikan Yockie waktu selama seminggu untuk mengerjakan aransemen dasar dari lagu-lagu tersebut.<ref name="Eros"></ref> Setelah selesai, barulah mereka mulai merekam lagu-lagu tersebut di studio Irama Mas yang terletak di Pluit, [[Jakarta Utara]].<ref name="Endah1"/>
 
Selama proses rekamannya, Eros Djarot bertindak sebagai ''music director'' dan juga sebagai produser.<ref name="Eros"></ref> Selain Eros, terdapat Chrisye yang berperan mengisi [[gitar bas|bass]] dan [[gitar]], serta Yockie yang mengisiberperan bagianmengisi [[piano|piano akustik]], [[kibor]], dan [[drum]]. [[Fariz Rustam Munaf|Fariz RM]], yang pada waktu itu masih berstatus sebagai pelajar [[Sekolah Menengah Atas|SMA]], diajak oleh Yockie untuk mengisi bagian drum.<ref name="musisiku">''[https://books.google.com/books?id=ig3oH5TGv4oC&lpg=PA199&dq=%22Badai%20Pasti%20Berlalu%22%20album&pg=PA199#v=onepage&q=%22Badai%20Pasti%20Berlalu%22%20album&f=false Musisiku]'' [[Republika (Indonesian newspaper)|Republika]]. Pp. 195–199.</ref><ref>{{cite web |url=https://www.suara.com/entertainment/2018/02/05/132000/fariz-rm-kehilangan-sosok-yockie-suryo-prayogo|title=Fariz RM Kehilangan Sosok Yockie Suryo Prayogo|publisher=www.suara.com |access-date=27 Oktober 2021}}</ref> Untuk bagian vokal, masing-masing penyanyi mendapatkan dua lagu. Chrisye mengisi vokal untuk lagu "Merpati Putih" dan "Baju Pengantin", serta Berlian Hutauruk mengisi vokal untuk lagu "Matahari" dan "Badai Pasti Berlalu".<ref name="BadaiBesar">{{cite AV media notes |title=Badai Pasti Berlalu |others=[[Eros Djarot]] |year= 1977 |publisher=Irama Mas}}</ref>
 
Ketika Eros memberikan rekaman tersebut kepada Teguh Karya, Teguh Karya sangat tidak menyukai pemilihan Chrsiye dan Berlian Hutauruk sebagai penyanyi untuk ''soundtrack'' film tersebut.<ref name="Eros"></ref> Teguh menganggap suara Chrisye mirip seperti "suara banci"{{efn|Original: "... ''apaan nih kayak banci'' ..."}}, sedangkan suara Berlian dianggap mirip seperti "suara kuntilanak".{{efn|Original: "... ''suara apa ini... seperti suara kuntilanak'' ..."}}<ref name="Eros"></ref><ref>{{cite web |url=https://jayakartanews.com/berlian-hutauruk-sukses-berkat-suara-kuntilanak/|title=Berlian Hutauruk Sukses Berkat ‘Suara Kuntilanak’ |date=2 September 2019 |accessdate=25 Februari 2021 |website=Jayakarta News}}</ref> Sebagai penggantinya, Teguh memilih [[Broery Marantika|Broery Pesulima]] sebagai pengganti Chrisye, dan [[Anna Mathovani]] Sebagai pengganti Berlian Hutauruk.<ref name="Eros"></ref><ref name="RSI"></ref> Eros dapat menyanggupi permintaan Teguh untuk menggantikan Chrisye, namun tidak dengan Berlian Hutauruk. Karena Teguh tetap bersikeras ingin memilih Anna Mathovani, Eros langsung mengancam akan menarik diri dari semua proyek ilustrasi musik dalam film tersebut. Teguh akhirnya mengalah dan tetap mempertahankan Berlian Hutauruk sebagai penyanyi untuk film tersebut.<ref name="RSI">Sakrie, Denny. "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa: 3. Badai Pasti Berlalu." ''[[Rolling Stone Indonesia]]''. Desember 2009. hlm. 37.</ref>