Rumah Sakit Huoshenshan: Perbedaan revisi

5 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
 
== Latar Belakang ==
Pada akhir tahun 2019 tepatnya di bulan Desember, sebuah penyakit yang disebabkan oleh [[Koronavirus|Virus'''virus Koronakorona''']] (2019-nCoV) melanda [[Wuhan|kota Wuhan]] di provinsi [[Hubei]], [[Republik Rakyat Tiongkok|Tiongkok]].<ref name="LB">{{cite web|url= https://parenting.orami.co.id/magazine/4-fakta-rumah-sakit-huoshenshan|last=|first=|title=4 Fakta Rumah Sakit Huoshenshan|website=www.parenting.orami.co.id|accessdate=8 Februari 2020}}</ref> Penderita yang dijangkiti oleh Virus KoronaKoronavirus akan mengalami sakit dengan gejala demam, pilek, dan hingga menyebabkan kematian mendadak. Hanya dalam waktu beberapa hari, penderita karena Virusvirus Koronakorona melonjak tajam. Fenomena banyaknya warga [[Wuhan|kota Wuhan]] meninggal mendadak di jalanan dan di beberapa Rumah Sakit menjadi viral di seluruh dunia. Bahkan di Tiongkok sendiri, virus Koronakorona telah menyerang banyak warga kota Wuhan. Penelitian meyebutkan bahwa penyakit Virusvirus Koronakorona ditularkan melalui [[Kelelawar]].
 
Pemerintah kota Wuhan kemudian mengambil sikap dengan mengisolasi kota Wuhan dari segala aktifitas. Sejak Januari 2020, kota Wuhan menutup semua akses perjalanan, baik melalui darat maupun Udara. Penyebaran [[Koronavirus|Virusvirus Koronakorona]] telah mewabah kebanyak warga bahkan bukan hanya di luar kota Wuhan, kasus pasien virus Koronakorona telah mencapai beberapa negara di seluruh dunia. Setelah penutupan kota Wuhan dari segala akses transportasi, Rumah Sakit Huoshenshan dibangun di dekat Danau Zhiyin, [[Distrik Caidian]], kota Wuhan.<ref name="LB"/> Rumah Sakit ini dikhususkan untuk menangani pasien Virusvirus Koronakorona yang jumlahnya setiap hari bertambah. Pembangunan Rumah Sakit ini dikebut dalam waktu 10 hari, dari tanggal 22 Januari 2020 hingga 2 Februari 2020, dan dibuka pada tanggal 3 Februari 2020.<ref name="LB"/>
 
Berdasarkan situs pemantauan [[Koronavirus|virus Koronakorona]] yang dibuat oleh ''Center for Systems Science and Engineering'' (CSSE) JHU pada tanggal 4 Februari 2020, disebutkan bahwa pasien telah mencapai lebih dari 20.000 jiwa, 426 jiwa meninggal dunia, dan sekitar 644 jiwa pasien berhasil pulih.<ref name="LB"/> Sementara data terbaru, per tanggal 12 Februari 2020, korban meninggal dunia mencapai 1.016 jiwa, dengan korban terinfeksi mencapai 42.638, termasuk di negara di luar [[Tiongkok]].<ref>{{cite web|url=https://dunia.tempo.co/read/1305999/jumlah-korban-tewas-virus-corona-di-cina-lampaui-1-000-orang/full&view=ok|last=|first=|title=Jumlah Korban Tewas Virus Korona di China Lampaui 1.000 Orang|website=www.dunia.tempo.co|accessdate=12 Februari 2020}}</ref>
 
== Referensi ==
256

suntingan