Mega Kuningan: Perbedaan antara revisi

1.081 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
Penambahan info
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(Penambahan info)
 
Mega Kuningan dikembangkan sebagai sebuah kawasan bisnis dan diplomatik terintegrasi yang dilengkapi infrastruktur dan jaringan utilitas berstandar internasional. Selain properti komersial, juga ada beberapa kedutaan besar negara sahabat yang terletak di sini. Mega Kuningan terbagi menjadi delapan blok, yang dibagi lagi menjadi 44 subblok.<ref>{{cite web|url=https://properti.kompas.com/read/2014/05/23/1700168/Pengembang.Jepang.Incar.Mega.Kuningan|title=Pengembang Jepang Incar Mega Kuningan|newspaper=Kompas|accessdate=10 June 2019}}</ref>
 
== Sejarah ==
Kawasan ini memulai sejarahnya pada tahun 1990, saat [[Rajawali Nusantara Indonesia]] (RNI) mendapat modal dari pemerintah berupa lahan seluas 311.930 meter persegi di [[Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan]], yang sebelumnya dikelola oleh [[Departemen Keuangan]].<ref name="tanah">{{Cite web|url=https://jdih.setkab.go.id/puu/buka_puu/3461/PP%20NO%204%20TH%201990.pdf|title=Peraturan Pemerintah nomor 4 tahun 1990|publisher=Sekretariat Kabinet Republik Indonesia|language=id|access-date=23 Oktober 2021}}</ref> RNI kemudian mendirikan sebuah [[perusahaan patungan]] bersama PT Abadi Guna Papan untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi kawasan ini.<ref name="annual">{{Cite web|url=https://www.rni.co.id/assets/uploads/document/annual-report/Annual_Report_RNI_2020.pdf|title=Laporan Tahunan|publisher=Rajawali Nusantara Indonesia|website=rni.co.id|language=id|access-date=31 Agustus 2021}}</ref> Peternakan sapi yang berada di atas lahan tersebut pun dipindah ke lahan lain di [[Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur]] yang juga diserahkan oleh pemerintah ke RNI.
 
== Bangunan penting ==
 
== Referensi ==
{{Portal|Jakarta|Indonesia}}
 
{{reflist}}