Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun: Perbedaan revisi

k
k (menambah info)
 
Kendati tidak ada satu pun bagian tersendiri dalam Alkitab yang memuat definisi lengkap pemujaan atau [[penyembahan berhala]], subjek ini dibahas dalam berbagai bagian yang memunjukan Allah tidak memiliki wujud, sungguh besar dan kita tidak boleh menggambar Allah dengan gambaran kita yang terbatas sedangkan alam semesta saja memiliki jutaaan triliyun planet-planey dan bintang sebagai wujud bahwa Allah adalah yang terbesar, sehingga penyembahan berhala dianggap mengecilkan Allah, pembuatan patung apapun atau pemberhalaan apapun dapat diringkas sebagai penyembahan patung (atau gambar) [[berhala]]; penyembahan dewa-dewi politeistik, berdoa didepan patung Yesus, Sidharta atau Dewa-Dewi Hindu adalah jelas dengan menggunakan patung, berdoa didepan gambar juga adalah berhala; penyembahan makhluk ciptaan seperti sapi, ular cobra, merpati, pohon, juga adalah salah, [[ tapi kita tidak salah jika hanya menghadap Bait Allah, karena Bait Allah adalah Rumah Allah dalam tabut bahasa Ibrani]]
kita juga tidak boleh menganggap laki-laki atau perempuan sebagai Tuhan, karena itu termasuk salah karena sudah sangat jelas tertulis dalam perjanjian lama, termasuk menyembah apapun manusia lainnya adalaj salah, Tuhan tidak mirip apapun baik didarat, laut maupun udara dan penggunaan berhala dalam penyembahan atau ibadah kepada Allah ([[Daftar nama Allah dalam bahasa Ibrani|YHWH Elohim]], [[YHWH|Allah Israel]]).<ref>{{en}} ''The New Unger’s Bible Dictionary'', [[R. K. Harrison|Harrison, R.K.]], ed., 2005, Chicago: Moody Publishers, ISBN 0-8024-9037-9, p. 602</ref> Dalam [[Perjanjian Baru]], keserakahan ([[ketamakan]]) didefinisikan sebagai penyembahan berhala.<ref>Kolose 3:5, Efesus 5:5</ref> Ketika perintah ini diberikan, terdapat banyak kesempatan untuk turut serta dalam pemujaan atau penyembahan berhala, dan agama-agama suku bangsa Kanaan yang bertetangga dengan bangsa Israel banyak berpusat pada sebuah patung berhala kultus yang dibangun dan dipelihara dengan saksama.<ref name="ane">{{en}} ''Idol: Images in the ANE", ''The Anchor Bible Dictionary'', Freedman, David N, editor-in-chief, 1992, New York: Doubleday, ISBN 0-385-19361-0, p. 377''</ref> Namun, menurut Kitab Ulangan, orang-orang Israel diperingatkan dengan keras agar tidak menerapkan atau mengadaptasikan praktik keagamaan apa saja dari bangsa-bangsa di sekitar mereka.<ref>Ulangan 12:4,31; {{en}} ''[http://www.ccel.org/ccel/henry/mhc1.Deu.xiii.html Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible]'', "Commentary on Deuteronomy 12"</ref>
 
Bagaimanapun, kisah mengenai bangsa Israel hingga [[Pembuangan ke Babilonia|Pembuangan Babel]] meliputi pelanggaran perintah ini serta perintah yang sebelumnya, "[[Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku]]". Banyak pengajaran biblika dari zaman Nabi [[Musa]] hingga pengasingan tersebut didasarkan pada perintah-perintah itu—yakni pilihan antara ibadah yang dikhususkan kepada Allah atau kepada berhala-berhala.<ref name="Idolatry, HarperCollins Bible Dictionary 1996">{{en}} "Idolatry", ''HarperCollins Bible Dictionary'', 1996, Achtemeier Paul J., ed., New York:HarperCollins Publishers, ISBN 0-06-060037-3</ref> Pembuangan Babel tampaknya menjadi suatu titik balik yang kemudian menjadikan bangsa Yahudi secara keseluruhan sangat monoteistik serta bersedia untuk melakukan berbagai peperangan (seperti [[Pemberontakan Makabe]]) dan menghadapi ke[[martir]]an daripada memuja allah lainnya.<ref>{{en}} "Idol: In the Exile and After", in ''HarperCollins Bible Dictionary'', 1996, Achtemeier Paul J., ed., New York: HarperCollins Publishers, ISBN 0-06-060037-3; "Sermon LXXXIII: On Spiritual Idolatry", in Wesley, John, "Sermons on Several Occasions", Vol. 2, Jackson, T., ed., London: J. Kershaw, 1825, pp. 314-315</ref>
==Pandangan Islam==
{{further|Anikonisme dalam Islam}}
Sebagai [[Agama Abrahamik]], Dalam ajaran [[Islam]], terdapat beberapa sumber dan dalil yang melarang dalam pembuatan [[patung]], salah satunya adalah dari sabda [[Muhammad|Rasulullah]] yang berbunyi:
{{quote|Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.”| HR. Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 2107}}
[[Al-Qur'an]], kitab suci Islam, tidak secara eksplisit melarang penggambaran sosok manusia, tapi mengutuk penyembahan berhala.<ref>{{cite book|last=Esposito|first=John L.|title=What Everyone Needs to Know about Islam|year=2011|publisher=Oxford University Press|isbn=9780199794133|pages=14–15|url=https://books.google.com/books?id=xnN6wvw8zVQC&pg=PA14}}</ref>
1.694

suntingan