Vulcan (roket): Perbedaan revisi

356 bita ditambahkan ,  25 hari yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 2 as dead.) #IABot (v2.0.8.1
k (Bot: Mengganti kategori yang dialihkan Kendaraan peluncur luar angkasa menjadi Kendaraan peluncur antariksa)
(Rescuing 1 sources and tagging 2 as dead.) #IABot (v2.0.8.1)
 
United Launch Alliance meneruskan pengelolaan keluarga roket peluncur Atlas V dan Delta IV ketika perusahaan itu dibentuk pada 2006. Kedua roket tersebut diterbangkan pertama kali pada tahun 2002.{{Butuh rujukan|date=July 2019}}
 
Pada awal 2014, sudah jelas bahwa ULA harus mengembangkan roket peluncur baru untuk menggantikan armada yang sudah ada. Selain itu, pendorong Atlas V menggunakan mesin [[RD-180]] Rusia yang memicur kritik politis terutama saat krisis Ukraina 2014. Mengandalkan perangkat keras asing untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa keamanan nasional yang kritis juga dipandang kontroversial dan tidak diinginkan. Untuk menyelesaikan masalah itu, ULA merilis kontrak studi formal pada Juni 2014 untuk beberapa pemasok mesin roket di AS.<ref name="sn20140917">{{Cite news|last=Ferster|first=Warren|title=ULA To Invest in Blue Origin Engine as RD-180 Replacement|url=http://www.spacenews.com/article/launch-report/41901ula-to-invest-in-blue-origin-engine-as-rd-180-replacement|date=2014-09-17|work=Space News|access-date=2014-09-19|archive-date=2014-09-18|archive-url=https://archive.today/20140918114236/http://www.spacenews.com/article/launch-report/41901ula-to-invest-in-blue-origin-engine-as-rd-180-replacement|dead-url=yes}}</ref> Pada Juli 2014, Kongres Amerika Serikat memperdebatkan apakah akan membuat undang-undang tentang larangan penggunaan RD-180 di masa depan.<ref name="sn20150424">{{Cite news|last=Gruss|first=Mike|title=Evolution of a Plan : ULA Execs Spell Out Logic Behind Vulcan Design Choices|url=http://spacenews.com/evolution-of-a-plan-ula-execs-spell-out-logic-behind-vulcan-design-choices/|work=Space News|date=2015-04-24|access-date=April 25, 2015}}</ref>
 
Selain masalah mesin RD-180, ULA juga menghadapi persaingan dari [[SpaceX]] yang mulai memasuki pasar ULA untuk peluncuran militer AS.
Pada Mei 2018, ULA memilih mesin RL10 produksi Aerojet Rocketdyne untuk tahap atas Vulcan Centaur.<ref>{{Cite web|url=http://www.orlandosentinel.com/news/space/go-for-launch/os-united-launch-alliance-rocket-aerodyne-vulcan-20180511-story.html|title=ULA chooses Aerojet Rocketdyne over Blue Origin for Vulcan's upper stage engine|last=Tribou|first=Richard|date=May 11, 2018|website=Orlando Sentinel|access-date=May 13, 2018}}</ref> Pada September 2018, ULA mengumumkan pemilihan mesin BE-4 produksi Blue Origin untuk bagian pendorong Vulcan.<ref name="ULA20180927">{{Cite press release|title=United Launch Alliance Building Rocket of the Future with Industry-Leading Strategic Partnerships – ULA Selects Blue Origin Advanced Booster Engine for Vulcan Centaur Rocket System|language=Bahasa Inggris|publisher=United Launch Alliance|date=27 September 2018|url=https://www.ulalaunch.com/about/news/2018/09/27/united-launch-alliance-building-rocket-of-the-future-with-industry-leading-strategic-partnerships}}</ref><ref>{{Cite news|url=https://www.reuters.com/article/us-blue-origin-ula/jeff-bezos-blue-origin-to-supply-engines-for-vulcan-rocket-idUSKCN1M70UM|title=Jeff Bezos' Blue Origin to supply engines for Vulcan rocket|agency=[[Reuters]]|first=Eric M.|last=Johnson|first2=Joey|last2=Roulette|date=September 27, 2018|access-date=September 28, 2018}}</ref>
 
Pada Oktober 2018, USAF merilis persyaratan tambahan untuk kontraktor program NSSL. Hal ini menyebabkan ditundanya peluncuran awal Vulcan hingga April 2021 dari yang sebelumnya direncanakan pada tahun 2020.<ref name="sn20181025">{{Cite news|url=https://spacenews.com/ula-now-planning-first-launch-of-vulcan-in-2021/|title=ULA now planning first launch of Vulcan in 2021|work=[[SpaceNews]]|first=Jeff|last=Foust|date=October 25, 2018|access-date=November 11, 2018}}{{Pranala mati|date=September 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref><ref name="SpaceNewsFoust201801">{{Cite tweet|number=954054070821670912|user=jeff_foust|date=18 January 2018|title=Tom Tshudy, ULA: with Vulcan we plan to maintain reliability and on-time performance of our existing rockets, but at a very affordable price. First launch mid-2020.}}</ref><ref>Foust, Jeff. [https://spacenews.com/ula-now-planning-first-launch-of-vulcan-in-2021/ "ULA now planning first launch of Vulcan in 2021"]{{Pranala mati|date=September 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}. Space News, October 25, 2018.</ref>
 
Pada 8 Juli 2019 CEO ULA Tory Bruno merilis gambar dua artikel uji Vulcan di Twitter. Artikel uji tersebut berupa tangki metana cair (bahan bakar)<ref>{{Cite tweet|number=1148203192670273536|user=ToryBruno|date=8 Juli 2019|title=I spy a Vulcan booster LNG qualification tank just finished and heading off to structural testing...}}</ref> dan struktur pendorong.<ref>{{Cite tweet|user=ToryBruno|number=1148203971363799041|title=How do you get over a million pounds of thrust from a pair of BE4 rocket engines efficiently into the rest of the rocket? With a ultra high performance thrust structure. Here's Vulcan's on its way to structural testing|date=8 Juli 2019}}</ref> Pada 9 Juli 2019, sebuah foto Adaptor Muatan Vulcan (PAF) dirilis oleh Peter Guggenbach, CEO [[ RUAG Space |RUAG Space]].<ref>{{Cite tweet|title=|number=1148667049461374977}}</ref> Pada tanggal 31 Juli 2019, dua gambar tangki LNG yang dirangkai dengan struktur pendorong Vulcan dirilis oleh CEO Tory Bruno di Twitter.