Polarisasi terimbas: Perbedaan revisi

k
+ pranala
k (replaced: elektroda → elektrode)
k (+ pranala)
Tag: VisualEditor pranala ke halaman disambiguasi
 
{{Dead end|date=Januari 2016}}
 
[[Berkas:Induced.PNG|jmpl]]
'''Metode polarisasi terimbas''' atau '''polarisasi terinduksi''' merupakan metode [[geofisika]] aktif. Metode ini merupakan [[pengembangan]] dari metode [[geolistrik]] mappingpemetaan (resistivitas). Pada metode polarisasi terimbas, [[arus]] listrik dinjeksikan melalui elektrode arus pada selang waktu tertentu kemudian dihentikan. Ketika sumber arus dihentikan [[voltmeter]] yang berada pada elektrode potensial tidak langsung menunjuk nol namun turun secara perlahan-lahan. Gejala ini disebut sebagai efek polarisasi terimbas. Efek polarisasi terimbas inilah yang menjadi elemen dasar pada metode IP. Efek polarisasi terimbas bisa terjadi karena tanah atau batuan memiliki unsur kapasitif yaitu kemampuan suatu medium untuk menyimpan muatan listrik ketika diberi arus listrik.
 
Efek polarisasi ini menyebabkan timbulnya potensial ekstra yang disebut ''over voltage''. Nilai ''over voltage'' akan semakin besar apabila frekuensi arus yang diinjeksikan rendah atau mendekati arus searah. Ketika arus yang diinjeksikan berhenti maka potensial polarisasi akan terdeteksi dan akan turun secara perlahan disebut ''decay potential''. ''Decay potential'' merupakan indikator besarnya polarisasi. Apabila potensial ini direkam dan dihitung harga integralnya maka besaran yang dihitung dinamakan ''chargeability'' (M). Semakin besar nilai polarisasi maka nilai ''chargeability''nya juga semakin besar. Metode ini sering digunakan dalam pertambangan terutama eksplorasi logam mulia seperti emas dan perak.
5.288

suntingan