Alex Cheung: Perbedaan revisi

62 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
update informasi
(update informasi)
Selain sebagai motivator dan pengusaha yang digelutinya, Alex Cheung merupakan seorang peneliti sekaligus budayawan dalam bidang ketionghoaan. Studi pada bidang ketionghoaan dapat diartikan sebagai efek dari membaiknya atmosfer kebudayaan Tionghoa di Indonesia, dengan diikuti tingginya minat generasi muda Tionghoa Indonesia untuk menggali aspek kebudayaan Tionghoa yang hampir punah.
 
Penelitian pertamanya dilakukan bersama dua orang temannya mengenai sejarah kungfu etnis Tionghoa Indonesia. Penelitian ini diterbitkan dalam '''Melacak jejak kungfu tradisional di Indonesia''' (2016, Suara Harapan Bangsa). Hasil penelitian yang terperinci ini didapat dari penelusuran dan wawancara ke seluruh wilayah Indonesia selama 4 tahun. Berbagai informasi penting yang digali antara lain nama-nama pendahulu (leluhur), pewaris, dan praktisi seni kungfu di Indonesia dari masa awal hingga era modern.<ref name="kungfu-indonesia"/> Dapat dikatakan hampir sejak awal kedatangan etnis Tionghoa di Nusantara, mereka telah membawa tradisi beladiri bahkan beberapa di antaranya mempengaruhi seni beladiri masyarakat lokal non-Tionghoa, contohnya [[Silat Beksi]] dari [[Betawi]].<ref name="kungfu-indonesia"/> Hasil penelitian ini dinilai oleh pakar etnis Tionghoa-Indonesia, [[Leo Suryadinata]], sebagai bahan yang berharga mengingat banyak informasi tulis dan cetak yang berkaitan dengan etnis Tionghoa telah hilang, sehingga informasi penting kebanyakan didapatadalah lewathasil wawancara langsung kepadamaupun dokumen pribadi dari narasumberpraktisi yang bersangkutan.
 
Buku lain ditulis oleh Alex Cheung adalah mengenai silsilah keluarga etnis Tionghoa yang ditelitinya lewat [[Zupu]] (族譜) atau buku silisah marga.
13.518

suntingan