Ahasyweros I dari Persia: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
|religion = Agama Indo-Iran<br />{{small|(mungkin [[Zoroastrianisme]])}}
}}
[[Berkas:Xerxes I.jpg|ka|200px|jmpl|xerxesXerxes I dari Persia]]
'''Ahasyweros I''' atau '''Xerxes I''' ({{lang-peo|𐎧𐏁𐎹𐎠𐎼𐏁𐎠|}} ''Xšaya-ṛšā'', {{lang-fa|''خشایارشا''}} ''Ḫšayāršā'', {{Hebrew Name|אֲחַשְׁוֵרוֹשׁ|ʼAḥašvērōš|ʼĂḥašwērôš}}), adalah Raja Diraja (Kaisar) Iran dan Firaun Mesir dari [[Akhemeniyah|Dinasti Akhemeniyah]], berkuasa pada 486 sampai 465 SM. Xerxes adalah putra dari [[Darius I dari Persia]] dan [[Atosa]], putri [[Koresy Agung]].
 
Menurut Herodotos, takut bahwa orang-orang Yunani mungkin menyerang jembatan di seberang Hellespontos dan menjebak pasukannya di Eropa, Xerxes memutuskan untuk mundur kembali ke Asia, membawa sebagian besar pasukan bersamanya.<ref name=VIII97>Herodotos [https://www.perseus.tufts.edu/cgi-bin/ptext?doc=Perseus%3Atext%3A1999.01.0126;query=chapter%3D%231406;layout=;loc=8.96.1 VIII, 97]</ref> Penyebab lain mundurnya kemungkinan adalah bahwa kerusuhan yang terus berlanjut di Babil, provinsi kunci kekaisaran, membutuhkan perhatian pribadi kaisar.<ref name="livius">{{cite web|url=https://www.livius.org/saa-san/samas-eriba/samas-eriba.html|publisher=livius.org|title=Bêl-šimânni and Šamaš-eriba – Livius|access-date=7 September 2016}}</ref> Dia meninggalkan kontingen di Yunani untuk menyelesaikan kampanye di bawah [[Mardonios]], yang menurut Herodotos telah menyarankan mundur sejak awal. Pasukan ini dikalahkan pada tahun berikutnya di [[Pertempuran Plataia]] oleh pasukan gabungan dari negara-negara kota Yunani, mengakhiri serangan Iran terhadap Yunani.
 
== PembangunanPemerintahan ==
=== Pembangunan ===
[[Berkas:Xerxes Cuneiform Van.JPG|jmpl|ka|200px|Inskripsi Xerxes dekat Benteng Van (sekarang di wilayah [[Turki]]).]]
[[Berkas:Tomb of Xerxes.JPG|jmpl|ka|200px|makamMakam yang digali dari batu karang di Naqsy-e Rustam sebelah utara [[Persepolis]], meniru makam [[Darius Agung]], dianggap milik AhasywerosXerxes]]
Setelah kegagalan serangan ke Yunani dan kembali ke Persia, Xerxes menyelesaikan pembangunan yang dimulai oleh ayahnya di [[Susan (kota)|Susan]] dan [[Parsa]]. Ia membangun "Gerbang Segala Bangsa" (juga dikenal "Gerbang Xerxes") dan "Balai Bertiang Seratus" di Parsa, yang merupakan bangunan terbesar dan termegah di istana. Dia mengawasi penyelesaian pembangunan [[Apadana]], Tachara (istana Darius), dan gudang harta, semuanya dimulai dibangun atas perintah Darius, dan juga istana Xerxes sendiri yang dua kali lebih besar dari istana ayahnya. Dia memiliki batu bata berenamel berwarna-warni yang diletakkan di bagian luar Apadana.<ref>{{cite book|last1=Fergusson|first1=James|title=A History of Architecture in All Countries, from the Earliest Times to the Present Day: 1. Ancient architecture. 2. Christian architecture. xxxi, 634 p. front., illus|pages=211}}</ref> Seleranya dalam arsitektur mirip dengan Darius, meskipun dalam ukuran lebih besar.<ref>Ghirshman, ''Iran'', hlm.172</ref> Ia juga memelihara "[[Jalan Kerajaan]]" yang dibangun ayahnya dan juga melengkapi gerbang Susan dan membuat istana di Susan.<ref>Herodotos VII.11</ref>
 
=== Agama ===
Sementara tidak ada mufakat di antara sejarawan mengenai pengaruh Zoroastrianisme dalam kehidupan keagamaan Xerxes dan pendahulunya, sudah jamak diketahui bahwa Xerxes mengimani [[Ahura Mazda]] sebagai dewa tertinggi. Namun, Ahura Mazda juga dipuja oleh penganut tradisi keagamaan (Indo-)Iran selain Zoroastrianisme.{{sfn|Malandra|2005}}{{sfn|Boyce|1984|pp=684–687}} Dalam perlakuannya terhadap agama lain, Xerxes mengikuti kebijakan yang sama seperti para pendahulunya;, dia memohon kepada para cendekiawan agama setempat,seperti membuat pengorbanan kepada dewa-dewa lokal,setempat dan menghancurkan kuil-kuil di kota-kota dan negara-negara yang menyebabkan kekacauan.{{sfn|Briant|2002|p=549}}
 
== Akhir hayat ==
Pada Agustus 465 SM, Artabanus, komandan pengawal kaisar dan pejabat paling berkuasa di istana Iran, membunuh Xerxes dengan bantuan seorang kasim, Aspamitres. Meskipun Artabanus memiliki nama yang sama dengan paman Xerxes yang terkenal, seorang Hyrcanian, kenaikannya menjadi terkenal adalah karena popularitasnya di tempat-tempat keagamaan di istana dan intrik harem. Dia menempatkan ketujuh putranya di posisi kunci dan memiliki rencana untuk melengserkan Dinasti Akhemeniyah.<ref>[[#refkhshayayrsha|Iran-e-Bastan/Pirnia buku 1 hlm. 873]]</ref>
 
Sejarawan Yunani memberikan laporan yang bertentangan tentang peristiwa tersebut. Menurut Ktesias (dalam Persica 20), Artabanus kemudian menuduh Putra Mahkota Darius, putra sulung Xerxes, atas pembunuhan tersebut dan membujuk putra Xerxes yang lain, Artahsasta, untuk membalas dendam ayah dengan membunuh Darius. Namun menurut Aristoteles (dalam Politik 5.1311b), Artabanus membunuh Darius terlebih dahulu dan kemudian membunuh Xerxes. Setelah Artahsasta menemukan pembunuhan itu, dia membunuh Artabanus dan putra-putranya.<ref>[[#refartabanus-ei|Dandamayev]]</ref> Berpartisipasi dalam intrik ini adalah Jenderal Bagabuxsya (Megabyzus), yang keputusan untuk beralih pihak mungkin menyelamatkan Dinasti Akhemeniyah dari kehilangan kendali mereka atas takhta Iran.<ref>[[#refartaxerxes|''History of Persian Empire'', Olmstead hlm. 289/90]]</ref>
 
== Keluarga ==