Kurban (Islam): Perbedaan antara revisi

8 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
k (→‎Syarat dan pembagian daging kurban: Penambahan cacat pada hewan kurban)
* Orang yang berkurban harus mampu menyediakan hewan sembelihan dengan cara halal tanpa berutang.
* Kurban harus binatang ternak, seperti unta, sapi, kambing, atau biri-biri.
* Syarat hewan kurban<ref>{{Cite web|last=Tuasikal|first=M Abduh|date=18 September 2012|title=Panduan Qurban|url=https://rumaysho.com/2814-panduan-qurban.html|website=Rumaysho.com|access-date=18 September 2012}}</ref> yang akan disembelih adalah tidak memiliki cacat. Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3: 1. Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4:
*Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3: A. Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4:
*# Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya
*# Sakit dan tampak jelas sakitnya
*# Pincang dan tampak jelas pincangnya
*# Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang 2 B. Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2:
*# Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong
*# Tanduknya pecah atau patah 3 C. Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna. Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung. (Lihat Shahih Fiqih Sunnah, 2: 370-375)
* Hewan kurban telah cukup umur, yaitu unta berumur lima tahun atau lebih, sapi atau kerbau telah berumur dua tahun, [https://www.madani-farm.com/2021/02/cara-memilih-kambing-domba-untuk-hewan-kurban.html umur minimal kambing bisa untuk kurban] yaitu lebih dari satu tahun, dan domba berumur lebih dari 6 bulan.
* Orang yang melakukan kurban hendaklah yang merdeka (bukan budak), baligh, dan berakal.
17

suntingan