Kabupaten Ciamis: Perbedaan revisi

3 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
→‎Sejarah: birukan Prabu Linggabuana. bismillah
(Menambahkan julukan)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
(→‎Sejarah: birukan Prabu Linggabuana. bismillah)
Dalam Prasasti Siman berangka tahun 943 M, disebutkan bahwa "kadatwan rahyangta mdang bhumi mataram ingwatu galuh" menunjuk sebuah tempat di [[Watugaluh, Diwek, Jombang|Watugaluh]], dan [[Megaluh, Jombang|Megaluh, Jawa Timur]]. Kemudian dalam sebuah Piagam Calcutta disebutkan bahwa para musuh penyerang [[Airlangga]] lari ke Galuh dan Barat, mereka dimusnahkan pada tahun 1031 Masehi.
 
Pada bagian Carita Parahyangan, disebutkan bahwa [[MaharajaLinggabuana|Prabu Maharaja Linggabuanawisésa]] (1350-1357) berkedudukan di Kawali sebagai penguasa [[Kerajaan Sunda Galuh]]. Setelah menjadi raja selama 7 tahun, pergi ke Jawa terjadilah perang di [[Majapahit]]. Dari sumber lain diketahui bahwa Prabu Hayam Wuruk, yang baru naik takhta pada tahun 1350, meminta Putri Prabu Maharaja Linggabuanawisésa untuk menjadi istrinya.
 
Hanya saja, konon [[Gajah Mada|Patih Gajah Mada]] menghendaki Putri itu menjadi upeti. Raja Sunda tidak menerima sikap arogan Majapahit ini dan memilih berperang hingga gugur dalam peperangan di [[Bubak, Kandangserang, Pekalongan|Bubak]]. Putranya yang bernama [[Niskala Wastu Kancana|Prabu Niskala Wastu Kancana]] (1371-1475) waktu itu masih kecil.
2.261

suntingan