Ratu Sakti: Perbedaan revisi

52 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
nyambungkan Ratu Nilakendra. bismillah
(perbaikan dan tambah referensi. bismillah)
(nyambungkan Ratu Nilakendra. bismillah)
 
'''Ratu Sakti''' adalah Raja Kerajaan Pajajaran keempat menggantikan [[Ratu Dewata]], Ratu Sakti berkuasa selama 8 tahun dari mulai tahun 1543 M hingga 1551 M. Kemudian ia dikudeta dari takhta dan digantikan oleh [[Ratu Nilakendra]] yang pada waktu itu berkuasa dari tahun 1551 M hingga 1567 M.
 
Menurut Carita Parahiyangan sosokzaman [[Kaliyuga]] atau akhir zaman pada sosok [[Ratu Sakti]] padadan masa Nilakendara[[Ratu Nilakendra]] yang ditandai dengan adanya keadaan masyarakat yang semakin tidak terkendali. Banyak dari orang pedalaman yang jaraknya jauh dari Kerajaan Pajajaran melakukan kejahatan dan kemaksiatan. Namun jika diurut dari masalahnya, tentu kejadian ini muncul di waktu Ratu Sakti menjabat sebagai raja, sedangkan Nilakendra hanya berbentuk kondisi lanjutan yang mengarah pada zaman pralaya (jahiliah).<ref>https://www.historyofcirebon.id/2018/12/ratu-nilakendra-raja-pajajaran-yang.html, diakses 17 Agustus 2021</ref>
 
Carita Parahiyangan menuliskan, "Aja tinut de sang kawuri polah sang nata" (Janganlah ditiru kelakuan raja ini oleh mereka yang kemudian menggantikan).
{{kotak mulai}}
{{s-reg}}
{{kotak suksesi|jabatan=[[Kerajaan Sunda|Raja Sunda-Galuh]]|pendahulu=[[Ratu Dewata]]|pengganti=[[Ratu Nilakendra]]|tahun=[[1543]]–[[1551]]}}
{{kotak selesai}}
 
2.261

suntingan