Stasiun Semarang Tawang: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 bulan yang lalu
k
v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>")
(Rescuing 2 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
k (v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>"))
== Bangunan dan tata letak ==
[[Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Wachtkamer_van_spoorwegstation_te_Semarang_Tawang_TMnr_10013984.jpg|jmpl|kiri|Ruang tunggu VIP di Stasiun Tawang pada zaman NIS]]
Stasiun Semarang Tawang awalnya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 4 merupakan sepur lurus. Setelah [[jalur ganda]] mulai stasiun ini hingga [[Stasiun Alastua]] resmi dioperasikan pada awal Desember 2013<ref>{{Cite web|url=https://jateng.tribunnews.com/2013/12/05/jalur-rel-ganda-alastuwo-tawang-sepanjang-delapan-km-dioperasikan|title=Jalur Rel Ganda Alastuwo-Tawang Sepanjang Delapan Km Dioperasikan|last=Buwono|first=Bakti|date=2013-12-15|website=TribunJateng.com|access-date=2020-04-11}}</ref> dan kemudian hingga [[Stasiun Semarang Poncol]] pada awal Februari 2014,<ref>{{Cite news|url=https://jateng.antaranews.com/berita/91820/jalur-ganda-ka-stasiun-poncol-tawang-dioperasikan|title=Jalur Ganda KA Stasiun Poncol-Tawang Dioperasikan|last=Laeis|first=Zuhdiar|date=2014-02-07|work=Kantor Berita Antara|access-date=2020-04-18}}</ref>, jumlah jalurnya bertambah menjadi delapan dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur lurus. Jalur 1 dan 2 digunakan untuk pemberhentian kereta api jarak jauh atau menengah dalam menaikturunkan penumpang di stasiun ini; jalur 3 digunakan untuk kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak jauh dan menengah yang berhenti di stasiun ini serta digunakan untuk parkir maupun persiapan untuk keberangkatan kereta api [[Kereta api Argo Muria|Argo Muria]], [[Kereta api Argo Sindoro|Argo Sindoro]], [[Kereta api Menoreh|Menoreh]], [[Kereta api Tawang Jaya|Tawang Jaya Premium]], dan [[Kereta api Joglosemarkerto|Joglosemarkerto]]; jalur 6 digunakan untuk persilangan maupun persusulan kereta api; serta jalur 7 dan 8 digunakan sebagai parkir kereta yang sedang tidak terpakai dan tempat pencucian kereta. Di ujung timur jalur 6 dan 7—dekat dengan Jalan [[Rangga Warsita|Ronggowarsito]]—terdapat fasilitas bongkar muat [[Peti kemas|peti kemas/kontainer]].
 
Meskipun stasiun ini merupakan stasiun besar, stasiun ini masih menggunakan peron rendah pada jalur-jalurnya. Peron tinggi hanya terdapat di jalur 1; digunakan untuk mempermudah akses naik/turun penumpang pada kereta api dengan rangkaian kereta yang panjang dan untuk mengakomodasi penumpang difabel, seperti [[Kereta api Gumarang|KA Gumarang]] dan [[Kereta api Maharani|Maharani]].<ref>{{cite conference|url=https://bpkn.go.id/uploads/document/a07448115f1702b3b338073ba702ea710a0246f0.pdf|title=Aspek Yuridis Pembangunan Peron Tinggi di Stasiun sebagai Sarana Perlindungan Hukum Konsumen|publisher=|book-title=|edition=|volume=2|others=|editor=|archive-url=|conference-url=|date=2011-10-26|author-link=|author=|last=Syamsuddin|first=M.|conference=Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat|archive-date=|access-date=2020-01-03|quote=|format=|id=id|isbn=|bibcode=|oclc=|doi=|location=|pages=345-352|ref=|postscript=|language=|page=|at=|trans-title=|series=1}}</ref>