Patriarki: Perbedaan revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  5 bulan yang lalu
k
v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>")
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 2404:160:8107:767E:654D:B626:A1DB:3714) dan mengembalikan revisi 17620411 oleh Maulana Adhi Nugraha)
Tag: Pengembalian manual
k (v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>"))
'''Patriarki''' adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang [[Androsentrisme|kekuasaan utama]] dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti.<ref name="patriarki">Bressler, Charles E. Literary Criticism: An Introduction to Theory and Practice 4th-ed. Pearson Education, Inc. 2007. ISBN-13: [[978-0-13-153448-3]]</ref> Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta benda. Beberapa masyarakat patriarkal juga [[patrilineal]], yang berarti bahwa properti dan gelar diwariskan kepada keturunan laki-laki. Secara tersirat sistem ini melembagakan pemerintahan dan hak istimewa laki-laki serta menempatkan posisi perempuan di bawah laki-laki. Patriarki berasal dari kata ''patriarkat'' yang berarti struktur yang menempatkan peran laki-laki sebagai penguasa tunggal, sentral, dan segala-galanya.<ref> {{cite journal|title= Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia|authors= Ade Irma Sakina, Dessy Hasanah Siti A.|journal= Share: Social Work Journal|volume= 7|number= 1|year= 2017|issn= 2339-0042|page= 72|url= http://jurnal.unpad.ac.id/share/article/view/13820/6628}} </ref>
 
Sistem sosial patriarki menjadikan laki-laki memiliki hak istimewa terhadap perempuan. Dominasi mereka tidak hanya mencakup ranah personal saja, melainkan juga dalam ranah yang lebih luas seperti partisipasi politik, pendidikan, ekonomi, sosial, hukum dan lain-lain.<ref>Guamawarti, Nandika Ajeng. 2009. Suatu Kajian Kriminologis Mengenai Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Relasi Pacaran Heteroseksual. Jurnal Kriminologi Indonesia Vol 5 No. 1</ref>. Dalam ranah personal, budaya patriarki adalah akar munculnya berbagai kekerasan yang dialamatkan oleh laki-laki kepada perempuan. Atas dasar "hak istimewa" yang dimiliki laki-laki, mereka juga merasa memiliki hak untuk mengeksploitasi tubuh perempuan.<ref>Guamawarti, Nandika Ajeng. 2009. Suatu Kajian Kriminologis Mengenai Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Relasi Pacaran Heteroseksual. Jurnal Kriminologi Indonesia Vol 5 No. 1</ref>.
 
Secara historis, patriarki telah terwujud dalam organisasi sosial, hukum, politik, agama dan ekonomi dari berbagai budaya yang berbeda. Bahkan ketika tidak secara gamblang tertuang dalam konstitusi dan hukum, sebagian besar masyarakat kontemporer adalah, pada praktiknya, bersifat patriarkal.