Jalur kereta api Tulungagung–Tugu: Perbedaan revisi

Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Pada 25 April 1930, koran "De Indische Courant" mengabarkan bahwa SS berencana membuka perhentian baru di lintas ini yang kelak bernama ''Stopplaats'' Bandoengpasser pada km 21+300 pada 1 Mei 1930.<ref name:"1">{{citenews|title=Staatsspoor- en Tramwegen op Java: Bekendmaking|publisher=De Indische Courant|date=25 April 1930|website=delpher.nl|url=https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Stopplaats+woeloehan&coll=ddd&identifier=ddd:010279254:mpeg21:a0074&resultsidentifier=ddd:010279254:mpeg21:a0074}}</ref> Dalam Buku Jarak penerbitan Mei 2004, nama perhentian ini disesuaikan dengan ejaan yang berlaku sehingga ditulis sebagai Bandungpasar, tetapi letak km-nya ditulis km 21+285 atau 15 meter lebih awal dari pernyataan koran, sehingga terdapat dualisme letak km-nya.
 
Jalur ini secara resmi ditutup oleh SS per 1 November 1932 karena ''opgebroken'' (mengalami kerusakandicabut), diduga karena banjir besar tahun 1932. Karena di sepanjang lintas Campurdarat-Bandung dahulu adalah rawa-rawa yang tergenang air dan baru surut sementara pada tahun 1944 (setelah selesainya [[Terowongan Niyama]]) dan banjir kembali pada tahun 1951 dan baru surut tahun 1962. Selain itudikarenakan faktor resesi ekonomi global dekade 1930-an dan faktor terus merugimeruginya lintas ini juga menjadi penyebab ditutupnya jalur ini.<ref>{{nl}} {{cite news |first= |last= |authorlink= |author= |coauthors= |title=Spoor- en tramwegen; tijdschrift voor het spoor- en tramwegwezen in Nederland en Indië, jrg 8, 1935, no 16, 30-07-1935 |curly= |url=https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMUTRA03:004502017:pdf |format= |agency= |work= |publisher=Moorman's Periodieke PersDen Haag |location= |id= |pages= |page=380 |date=30 Juli 1935 |accessdate=3 Februari 2020 |language= |quote= |archiveurl=https://www.delpher.nl/nl/tijdschriften/view?identifier=MMUTRA03:004502017:00001&query=djatibarang+karangampel+gesloten&page=2&coll=dts |archivedate=5 Agustus 2019 }}</ref><ref>{{nl}} {{cite magazine |author=<!--Staff writer(s); no by-line.--> |title=De ingenieur; Weekblad gewijd aan de techniek en de economie van openbare werken en nijverheid jrg 49, 1934, no 7, 16-02-1934|url=https://www.delpher.nl/nl/tijdschriften/view?identifier=dts:2969009:mpeg21:0007&query=%28De+Ingenieur+Toegoe%29&coll=dts&rowid=9|magazine=De ingenieur|location= |publisher=De Vereeniging van Burgerlijke Ingenieurs|date=16-02-1934|access-date=2-8-2021}}</ref><ref>{{nl}} [https://www.delpher.nl/nl/kranten/view?query=Trenggalek+lijn&coll=ddd&identifier=ddd%3A011073260%3Ampeg21%3Aa0033&resultsidentifier=ddd%3A011073260%3Ampeg21%3Aa0033 Anonim.1932.Spoorlijn opgeheven.Jakarta:Bataviaasch nieuwsblad] </ref>
Relnya sendiri (Segmen Campurdarat–Tugu) telah dicabut [[Jepang]] pada tahun 1943. Sedangkan gundukan tanahnya (railbed) telah dikeruk untuk meninggikan jalan raya Campurdarat–Bandung. Karena jalan raya Campurdarat–Bandung memiliki peran penting untuk mobilitas rakyat dan tentara di era perang revolusi dan satu-satunya jalan yang tidak tergenang dari awal tahun 1900-an hingga 1960. Sementara segmen Tulungagung–Campurdarat sempat dibuka kembali oleh Djawatan Kereta Api Indonesia dan aktif hingga masa Perusahaan Negara Kereta Api sebagai angkutan gamping dan gula [[Pabrik Gula Mojopanggung|PG Mojopanggung]], serta beberapa segmen jalur yang telah dibongkar oleh [[Jepang]] sempat dibangun kembali oleh pihak pabrik gula sebagai jalur lori perkebunan.