Kereta api pengangkut kertas dan bubur kertas di Indonesia: Perbedaan revisi

k
tidak ada ringkasan suntingan
k (v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>"))
k
Karena [[CC203]] kurang andal dalam menarik barang, sehingga harus selalu digunakan skema traksi ganda, selain itu setelah [[CC203]] milik PT TEL sering mengalami gangguan, maka lokomotif [[CC202]] dan [[CC204]] secara bergantian berdinas kereta api pulp ini untuk membantu mengurangi frekuensi dinas yang dilakukan lokomotif [[CC203]] sebelumnya. Selain itu karena lokomotif [[CC202]] dan [[CC204]] lebih handal dalam menarik barang, sehingga cukup digunakan traksi tunggal yang berarti lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar. Namun sejak berlakunya Gapeka 2019, lokomotif CC204 resmi dijadikan penarik tetap KA ini, dikarenakan CC203 milik PT.TEL sudah tidak dioperasikan lagi.
 
Perjalanan kereta api pulp pada saat ini hanya menggunakan gerbong tertutup (GT) kapasitas 50 ton produksi PT INKA produksi tahun 2000, 2009 dan 2018 saja, dikarenakan kereta api ini kini tidak lagi mengangkut kayu gelondongan. Dahulu saat kereta api ini juga mengangkut kayu gelondongan, muatan kayu ditampung di gerbong terbuka (GB) "perahu" eks [[kereta api batu bara rangkaian panjang|babaranjang]], ataupun menggunakan gerbong datar (GD) 50 ton yang telah dimodifikasi oleh Balai Yasa Lahat (BY LT). Akan tetapi semua GB "perahu" saat ini telah dimutasi seluruhnya ke Depo Gerbong Simpang untuk dinasan [[Kereta api batu bara Kertapati|KA Barapati]].
 
== Galeri ==
763

suntingan