Devaluasi: Perbedaan antara revisi

2.314 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
menambahkan isi artikel dan referensi
k (Menambah Kategori:Kebijakan moneter menggunakan HotCat)
(menambahkan isi artikel dan referensi)
'''Devaluasi''' adalah [[kebijakan moneter]] yang diambil oleh [[pemerintah]] untuk melakukan penurunan [[nilai]] [[mata uang]] dalam negeri terhadap mata uang luar negeri khususnya pada mata uang asing yang sangat berpengaruh dalam [[perdagangan internasional]]. Tujuan dari kebijakan moneter yang diambil oleh pemerintah dengan melakukan [[intervensi]] agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil dan menjaga nilai [[ekspor]] dan [[impor]] serta menjaga nilai [[devisa]] [[negara]].<ref>{{Cite web|date=2019-07-19|title=Devaluasi|url=https://cerdasco.com/devaluasi/|website=Cerdasco.|language=en-US|access-date=2020-10-28}}</ref> Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.
 
== Sistem kurs tetap ==
Pemerintah suatu negara atau [[bank sentral]] dapat menetapkan [[Nilai tukar|kurs]] secara resmi dalam sistem kurs tetap. Dalam penetapan ini, bank sentral atau pemerintah akan selalu melakukan intervensi secara aktif. Tujuan intervensi ini adalah untuk menjaga nilai kurs yang telah ditetapkan selalu pada kondisi yang stabil. Bank sentral atau pemerintah akan melakukan kegiatan [[revaluasi]] atau [[devaluasi]] ketika kurs resmi dapat membahayakan [[sistem perekonomian]] negara. Cara yang dilakukan umumnya adalah [[pinjaman]] asing, pengetatan [[keuangan]], pengendalian [[harga]] dan [[upah]], serta pembatasan aliran [[modal]] keluar.<ref>{{Cite book|last=Kartawinata, dkk.|date=2014|url=https://www.researchgate.net/profile/Aditya-Wardhana/publication/327068991_Bisnis_Internasional/links/5b76628e92851ca65064f0dc/Bisnis-Internasional.pdf|title=Bisnis Internasional|location=Bandung|publisher=PT. Karya Manunggal Lithomas|isbn=978-602-99118-7-9|pages=39|url-status=live}}</ref>
 
== Kasus ==
 
=== Mata uang di Eropa ===
Negara-negara di [[Eropa]] pernah mengalami ketidakstabilan pada [[pasar valuta asing]] akibat revaluasi dan devaluasi. Kondisi yang terjadi ialah [[fluktuasi]] nilai kurs antara [[yen]], [[mark]] dan [[dolar]]. Ketiga kurs ini masih tetap stabil sampai akhir berlakunya [[Sistem Bretton Woods]]. Revaluasi hanya terjadi pada kurs mark pada tahun 1961. Pada [[periode]]-periode selanjutnya, mata uang negara lainnya melemah akibat kenaikan nilai mata uang [[dolar Amerika Serikat]]. Pada akhir 1970an, penurunan nilai terhadap mark oleh dolar mencapai setengah dari nilai awalnya. Revaluasi dolar kembali terjadi pada tahun 1985 dengan nilai penaikan hingga 100 [[Persentase|persen]]. Revaluasi ini dilakukan dengan pemotongan separuh nilai eksternal dolar terhadap mark. Hal yang sama berlaku pada mata uang [[Euro]], [[franc]], [[pound sterling]] dan [[lira]] dengan kondisi devaluasi pada akhir [[abad]] ke 20 dan awal abad ke-21 [[Masehi]].<ref>{{Cite book|last=Dullien, dkk.|date=2016|url=http://library.fes.de/pdf-files/bueros/indonesien/12720.pdf|title=Kapitalisme yang Layak|location=Jakarta|publisher=Friedrich-Ebert-Stiftung Kantor Perwakilan Indonesia|isbn=978 0 7453 3109 6|edition=2|pages=15|url-status=live}}</ref>
 
== Devaluasi di Indonesia ==
== Pranala luar ==
* [http://www.discusseconomics.com/articles/foreign-exchange/foreign-exchange-markets-devaluation-and-revaluation/ How the market responds after devaluation.]
{{ekonomi-stub}}
 
[[Kategori:Kebijakan ekonomi]]
[[Kategori:Kebijakan moneter]]
315

suntingan