Pemindahan penduduk: Perbedaan revisi

5.659 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
== Status dalam hukum internasional ==
[[Berkas:Travelling Light 76 F.jpg|jmpl|253x253px|Seorang tunawisma terlantar di [[Transvaal (provinsi)|Transvaal]] barat, [[Afrika Selatan]], karena pemindahan paksa oleh rezim apartheid, Februari 1984.]]
Menurut ilmuwan politik [[Norman Finkelstein]], Pemindahan penduduk dianggap sebagai solusi yang dapat diterima untuk masalah [[konflik etnis]] sampai sekitar Perang Dunia II dan bahkan untuk beberapa waktu setelahnya. Pemindahan dianggap sebagai cara yang keras tetapi "sering diperlukan" untuk mengakhiri konflik etnis atau [[perang saudara]].<ref>[[Norman Finkelstein|Finkelstein, Norman]] ''Image and Reality of the Israel-Palestine Conflict, 2nd ed.'' (Verso, 2003) p.xiv – ''also'' [http://www.normanfinkelstein.com/article.php?pg=4&ar=10 ''An Introduction to the Israel-Palestine Conflict''] {{webarchive|url=https://web.archive.org/web/20080301041755/http://www.normanfinkelstein.com/article.php?pg=4&ar=10 |date=2008-03-01 }}</ref> Pemindahan penduduk justru meningkatkan kelayakan penciptaan jaringan kereta api pada pertengahan abad ke-19. [[George Orwell]], dalam esainya tahun 1946 "''Politics and the English Language''" (ditulis selama evakuasi dan pengusiran Perang Dunia II di Eropa), mengemukakan :<ref>{{cite book|last=Orwell | first =George | title =Politics and the English Language | publisher =Broadview Press | year =2006 | location =Peterborough}}</ref>
<blockquote>"Di zaman kita, pidato dan tulisan politik sebagian besar merupakan pembelaan terhadap suatu hal yang tidak dapat dipertahankan. Hal-hal tentang ... memang dapat dipertahankan, tetapi hanya dengan argumen yang terlalu brutal untuk dihadapi kebanyakan orang dan yang tidak sesuai dengan tujuan yang dianut partai politik. Bahasa politik sebagian besar terdiri dari [[eufemisme]], pertanyaan-pertanyaan dan ketidakjelasan belaka.... Jutaan petani dirampok dari pertanian mereka dan dikirim dalam perjalanan panjang yang berat tanpa membawa persediaan cukup dari yang bisa mereka bawa: apakah ini disebut transfer populasi atau pekerja kasar di perbatasan."</blockquote>
 
Pandangan [[hukum internasional]] tentang pemindahan penduduk mengalami evolusi yang cukup besar selama abad ke-20. Sebelum Perang Dunia II, sebagian besar pemindahan penduduk merupakan hasil dari [[perjanjian bilateral]] dan mendapat dukungan dari badan-badan internasional seperti [[Liga Bangsa-Bangsa]]. Pengusiran Jerman setelah Perang Dunia II dari Eropa Tengah dan Timur sebagai sanksi oleh [[Sekutu]] dalam Pasal 13 dari [[Perjanjian Potsdam]], tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa baik delegasi Inggris ataupun Amerika di Potsdam sangat keberatan dengan ukuran pemindahan penduduk yang telah terjadi dan dipercepat pada musim panas 1945. Perancang utama ketentuan tersebut, Geoffrey Harrison, menjelaskan bahwa pasal tersebut dimaksudkan bukan untuk menyetujui pengusiran tetapi untuk menemukan cara untuk memindahkan ke Dewan Kontrol di Berlin untuk mengatur populasi.<ref>[[Alfred de Zayas]], ''Nemesis at Potsdam'', Routledge 1979, Appendix pp. 232–234, and ''A Terrible Revenge,'' Macmillan 2006, pp.86–87</ref> Gelombang mulai berubah ketika Piagam [[Pengadilan Nuremberg]] dari para pemimpin [[Jerman Nazi]] menyatakan deportasi paksa penduduk sipil sebagai [[kejahatan perang]] dan [[kejahatan terhadap kemanusiaan]].<ref>Alfred de Zayas, ''Forced Population Transfer'', in: ''Max Planck Encyclopedia of Public International Law,'' online 2009, with reference to Articles 6b and 6c of the Nuremberg indictment and the relevant parts of the judgment concerning the forced transfer of Poles and Frenchmen by the Nazis</ref> Pendapat itu secara progresif diadopsi dan diperluas sepanjang sisa abad ini. Yang mendasari perubahan tersebut adalah kecenderungan untuk memberikan hak kepada individu, sehingga membatasi hak negara untuk membuat perjanjian yang merugikan mereka.
 
Saat ini nyaris tidak ada perdebatan umum tentang status hukum pemindahan penduduk secara paksa : "Di mana pemindahan penduduk dulunya diterima sebagai sarana untuk menyelesaikan konflik etnis, hari ini, pemindahan penduduk secara paksa dianggap sebagai pelanggaran [[hukum internasional]]."<ref>''Denver Journal of International Law and Policy'', Spring 2001, p 116.</ref> Tidak ada perbedaan hukum yang dibuat untuk alasan pemindahan satu pihak maupun petukaran dua pihak karena setiap individu berhak atas kemerdekaan diri dari belenggu orang lain.
 
=== Afrika Selatan ===
Orang-orang Afrika dari seluruh Afrika bagian selatan dipaksa untuk pindah ke 'tanah air''homelands''<nowiki/>' mereka atau disebut [[Bantustan]], yang merupakan wilayah yang dipisahkan oleh administrasi [[Partai Nasional (Afrika Selatan)|Partai Nasional]] kulit putih Afrika Selatan untuk penduduk kulit hitam di [[Afrika Selatan]] dan [[Afrika Barat Daya]] (sekarang [[Namibia]]), sebagai bagian dari kebijakan [[apartheid]].<ref>{{Cite web|last=Byrnes|first=Mark|date=2010|title=Life in Apartheid-Era South Africa|url=https://www.bloomberg.com/news/articles/2013-12-10/life-in-apartheid-era-south-africa|website=www.bloomberg.com|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
== Kasus di Amerika ==
 
==== Perang Kemerdekaan ====
Sepanjang [[Perang Revolusi Amerika Serikat|Perang Revolusi Amerika]] dan setelahnya, banyak Loyalis dari kolonia inggris kehilangan kehidupanmata pencaharian, kebebasan atauataupun propertitempat tinggal serta menderita kerugian fisik yang lebih ringan, kadang-kadang di[[Bill bawahof tindakanattainder|tanpa pencapaianperadilan]] dan kadang-kadang oleh kekuatandengan utamapaksaan. Parker Wickham dan Loyalis lainnya mengembangkan ketakutan yang beralasan. Akibatnya, banyak yang memilih atau terpaksa meninggalkan rumah mereka sebelumnya di tempat yang kemudian menjadi Amerika Serikat, sering kali pergi ke Kanada, di mana Mahkota menjanjikan mereka tanah dalam upaya kompensasi dan pemukiman kembali. Sebagian besar diberi tanah di perbatasan di Kanada Atas dan harus membuat kota-kota baru. Komunitas tersebut sebagian besar dihuni oleh orang-orang dari keturunan etnis dan keyakinan agama yang sama. Dalam beberapa kasus, kota dimulai oleh orang-orang dari unit militer tertentu dan keluarga mereka.<ref>{{Cite web|title=Bills of Attainder and Ex Post Facto Laws|url=https://law.justia.com/constitution/us/article-1/63-bills-of-attainder.html|website=Justia Law|language=en|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
==== Relokasi penduduk asli Amerika ====
 
=== Persia ===
Pemindahan populasi dari sepanjang perbatasan mereka dengan Utsmaniyah di [[Kurdistan]] dan Kaukasus sebagai bagian kepentingan strategis bagi [[Safawiyah]]. Ratusan ribu [[orang Kurdi]], bersama dengan kelompok besar orang [[Bangsa Armenia|Armenia]], [[Bangsa Asyur|Asyur]], [[Bangsa Azerbaijan|Azeri]] dan [[Turkmen]], dipindahkan secara paksa dari daerah perbatasan dan dimukimkan kembali di pedalaman Persia. Itu adalah cara untuk memutuskan kontak dengan anggota kelompok lain yang melintasi perbatasan serta membatasi interaksi. Kurdi Khurasani adalah komunitas dengan hampir 1,7 juta orang yang dideportasi dari Kurdistan barat ke [[Provinsi Khorasan|Khorasan]] Utara, (Iran timur laut) oleh Persia selama abad ke-16 hingga ke-18. Untuk peta area ini, lihat.  Beberapa suku Kurdi dideportasi lebih jauh ke timur, ke Gharjistan di pegunungan [[Hindu Kush]], Afghanistan, sekitar 1500 mil jauhnya dari rumah asal di [[Kurdistan Barat|Kurdistan barat.]]<ref>{{Cite journal|last=Perry|first=John R.|date=1975-12|title=Forced migration in Iran during the seventeenth and eighteenth centuries|url=http://dx.doi.org/10.1080/00210867508701499|journal=Iranian Studies|volume=8|issue=4|pages=199–215|doi=10.1080/00210867508701499|issn=0021-0862}}</ref>
 
=== Timur Tengah ===
 
== Kasus di Eropa ==
=== Eropa Tengah ===
{{main|Pengusiran bangsa Polandia oleh Jerman Nazi|Pengusiran penduduk Jerman setelah Perang Dunia II}}
[[Berkas:Vertreibung.jpg|jmpl|235x235px|Orang Jerman dideportasi dari Sudetenland setelah Perang Dunia II]]
Secara historis, pengusiran [[orang Yahudi]] dan [[orang Romani]] mencerminkan kekuatan kontrol negara yang telah diterapkan sebagai alat, dalam bentuk dekrit pengusiran, undang-undang, mandat, dan lain-lain, terhadap mereka selama berabad-abad.
 
Setelah [[Pakta Molotov–Ribbentrop]] membagi Polandia selama Perang Dunia II, Jerman mendeportasi orang [[Bangsa Polandia|Polandia]] dan Yahudi dari wilayah Polandia yang [[Wilayah Polandia yang dianeksasi Jerman Nazi|dianeksasi]] oleh Jerman Nazi, dan Uni Soviet mendeportasi orang Polandia dari wilayah Polandia Timur, [[Kresy]] ke [[Siberia]] dan [[Kazakhstan]]. Dari tahun 1940, Hitler mencoba membuat orang Jerman bermukim kembali ke daerah di mana mereka adalah minoritas (Baltik, Eropa Tenggara dan Timur) seperti ke Warthegau, wilayah sekitar [[Poznań]], ''Posen'' Jerman. Dia mengusir orang Polandia dan Yahudi yang membentuk mayoritas penduduk di sana. Sebelum perang, [[Bangsa Jerman|orang Jerman]] hanyalah 16% dari populasi di daerah tersebut.<ref>{{Cite journal|last=Cahnman|first=W. J.|date=1944-05-01|title=The Displacement of Population in Europe. By Eugene M. Kulischer. Montreal: International Labour Office, 1943. 171 pp. $1.50; paper edition, $1.00|url=http://dx.doi.org/10.2307/2571816|journal=Social Forces|volume=22|issue=4|pages=457–458|doi=10.2307/2571816|issn=0037-7732}}</ref>
 
Nazi awalnya mencoba untuk menekan orang-orang Yahudi untuk beremigrasi. Di Austria, mereka berhasil mengusir sebagian besar penduduk Yahudi. Namun, meningkatnya protes asing membuat rencana ini nyaris terhenti. Belakangan, orang-orang Yahudi dipindahkan ke [[ghetto]] dan akhirnya ke [[kamp pemusnahan]]. Penggunaan [[Kerja paksa di bawah pemerintahan Jerman selama Perang Dunia II|kerja paksa]] oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II terjadi secara besar-besaran. Orang Yahudi yang telah menandatangani harta benda di Jerman dan Austria selama Nazisme, meskipun dipaksa untuk melakukannya, merasa hampir tidak mungkin untuk mendapatkan penggantian setelah Perang Dunia II, sebagian karena kemampuan pemerintah untuk membuat argumen "keputusan pribadi untuk pergi".
 
Jerman menculik sekitar 12 juta orang dari hampir dua puluh negara Eropa; sekitar dua pertiga di antaranya berasal dari Eropa Timur.<ref>{{cite web|url=http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,1757323,00.html|title=Final Compensation Pending for Former Nazi Forced Laborers - DW - 27.10.2005|website=DW.COM|access-date=4 May 2018|url-status=live|archive-url=https://web.archive.org/web/20090813200714/http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,1757323,00.html|archive-date=13 August 2009}}</ref> Setelah Perang Dunia II, ketika usulan [[garis Curzon]] pada tahun 1919 oleh [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia I|Blok Sekutu]] sebagai perang perbatasan timur Polandia dilaksanakan, anggota dari semua kelompok etnis dipindahkan ke wilayah baru mereka masing-masing (orang Polandia ke Polandia, [[Bangsa Ukraina|orang Ukraina]] ke [[Soviet Ukraina]]). Hal yang sama berlaku untuk bekas wilayah Jerman di sebelah timur [[Perbatasan Oder-Neisse|garis Oder-Neisse]], di mana warga negara Jerman dipindahkan ke Jerman. Jerman diusir dari daerah yang dianeksasi oleh Uni Soviet dan Polandia serta wilayah Cekoslowakia, Hongaria, Rumania dan Yugoslavia. Dari tahun 1944 hingga 1948, antara 13,5 dan 16,5 juta orang Jerman diusir, dievakuasi atau melarikan diri dari Eropa Tengah dan Timur. Kantor Statistik Federal Jerman memperkirakan korban jiwa mencapai 2,1 juta.<ref>{{Cite book|last=Haar|first=Ingo|url=http://dx.doi.org/10.1007/978-3-531-90653-9_20|title=„Bevölkerungsbilanzen“ und „Vertreibungsverluste“. Zur Wissenschaftsgeschichte der deutschen Opferangaben aus Flucht und Vertreibung|location=Wiesbaden|publisher=VS Verlag für Sozialwissenschaften|isbn=978-3-531-15556-2|pages=267–281}}</ref>
 
Polandia dan Soviet Ukraina melakukan pertukaran penduduk, orang Polandia yang tinggal di sebelah timur perbatasan Polandia-Soviet yang sudah menetap dideportasi ke Polandia (sekitar 2.100.000 orang) dan orang Ukraina yang tinggal di sebelah barat perbatasan Polandia-Uni Soviet yang juga sudah menatap dideportasi ke Ukraina Soviet. Pemindahan penduduk ke Soviet Ukraina terjadi dari September 1944 sampai Mei 1946 (sekitar 450.000 orang). Beberapa orang Ukraina (sekitar 200.000 orang) meninggalkan Polandia tenggara kurang lebih secara sukarela (antara tahun 1944 dan 1945).<ref>{{Cite web|date=2015-10-21|title=MIGRATION CITIZENSHIP EDUCATION - Forced migration in the 20th century|url=https://web.archive.org/web/20151021014423/http://www.migrationeducation.org/13.0.html|website=web.archive.org|access-date=2021-07-24}}</ref> Peristiwa kedua terjadi pada tahun 1947 di bawahselama Operasi Vistula.<ref>{{Cite web|title=Akcja Wisła|url=https://web.archive.org/web/20060128000218/http://akcjawisla.semper.pl/rozdzial6.html|website=web.archive.org|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
Hampir 20 juta orang di Eropa meninggalkan rumah mereka, diusir, dipindahkan atau mengalami pertukaran selama proses penyortiran kelompok etnis antara tahun 1944 dan 1951.<ref>{{Cite journal|last=Schechtman|first=Joseph B.|date=1953|title=Postwar Population Transfers in Europe: A Survey|url=https://www.jstor.org/stable/1405220|journal=The Review of Politics|volume=15|issue=2|pages=151–178|issn=0034-6705}}</ref>
 
=== Eropa Tenggara ===
Pada bulan September 1940, dengan kembalinya [[Dobrogea Selatan]] dari [[Rumania]] ke [[Bulgaria]] di bawah Perjanjian Craiova, maka pertukaran penduduk dilakukan. 103.711 [[Bangsa Rumania|orang Rumania]], [[Arumania]] dan Megleno-Rumania terpaksa pindah ke utara perbatasan, sementara 62.278 orang Bulgaria yang tinggal di [[Dobrogea Selatan|Dobrogea Utara]] terpaksa pindah ke Bulgaria.<ref>{{Cite book|last=Deletant|first=D.|date=2006-04-12|url=https://books.google.co.id/books?id=8taGDAAAQBAJ&redir_esc=y|title=Hitler's Forgotten Ally: Ion Antonescu and his Regime, Romania 1940-1944|publisher=Springer|isbn=978-0-230-50209-3|language=en}}</ref><ref>{{Cite journal|last=Costea|first=Maria|date=2009|title=Aplicarea tratatului româno-bulgar de la Craiova (1940)|url=https://www.ceeol.com/search/article-detail?id=257706|journal=Anuarul Institutului de Cercetări Socio-Umane »Gheorghe Şincai« al Academiei Române|language=Romanian|issue=12|pages=267–275|issn=1454-5284}}</ref>
 
Sekitar 360.000 orang [[Turki Bulgaria]] melarikan diri dari Bulgaria selama Proses Pembangunan.
[[Perjanjian Dayton]] yang mengakhiri perang di Bosnia dan Herzegovina, memperbaiki perbatasan antara kedua pihak yang bertikai pada musim gugur 1995. Salah satu hasil langsung dari pemindahan penduduk setelah kesepakatan damai adalah penurunan tajam kekerasan etnis di wilayah tersebut.
 
Sebuah deportasi besar-besaran dan sistematis etnis Albania di Serbia terjadi selama [[Perang Kosovo]] tahun 1999, dengan sekitar 800.000 Albania (dari populasi sekitar 1,5 juta) terpaksa mengungsi di [[Kosovo]].<ref>{{Cite web|title=Kosovo - The World Factbook|url=https://www.cia.gov/the-world-factbook/countries/kosovo/|website=www.cia.gov|access-date=2021-07-24}}</ref> Albania menjadi mayoritas di Kosovo pada akhir perang, sekitar 200.000 orang Serbia dan Roma melarikan diri dari Kosovo. Ketika Kosovo memproklamasikan kemerdekaan pada 2008, sebagian besar penduduknya adalah orang Albania.<ref>{{Cite web|title=Serbia {{!}} History, Geography, & People|url=https://www.britannica.com/place/Serbia|website=Encyclopedia Britannica|language=en|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
Sejumlah komandan dan politisi, terutama Serbia dan Presiden Yugoslavia [[Slobodan Milosevic]], diadili oleh [[Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Wilayah Yugoslavia]] atas berbagai [[kejahatan perang]], termasuk [[deportasi]] dan [[genosida]].
 
=== Eropa Tengah ===
{{main|Pengusiran bangsa Polandia oleh Jerman Nazi|Pengusiran penduduk Jerman setelah Perang Dunia II}}
[[Berkas:Vertreibung.jpg|jmpl|235x235px|Orang Jerman dideportasi dari Sudetenland setelah Perang Dunia II]]
Secara historis, pengusiran [[orang Yahudi]] dan [[orang Romani]] mencerminkan kekuatan kontrol negara yang telah diterapkan sebagai alat, dalam bentuk dekrit pengusiran, undang-undang, mandat, dan lain-lain, terhadap mereka selama berabad-abad.
 
Setelah [[Pakta Molotov–Ribbentrop]] membagi Polandia selama Perang Dunia II, Jerman mendeportasi orang [[Bangsa Polandia|Polandia]] dan Yahudi dari wilayah Polandia yang [[Wilayah Polandia yang dianeksasi Jerman Nazi|dianeksasi]] oleh Jerman Nazi, dan Uni Soviet mendeportasi orang Polandia dari wilayah Polandia Timur, [[Kresy]] ke [[Siberia]] dan [[Kazakhstan]]. Dari tahun 1940, Hitler mencoba membuat orang Jerman bermukim kembali ke daerah di mana mereka adalah minoritas (Baltik, Eropa Tenggara dan Timur) seperti ke Warthegau, wilayah sekitar [[Poznań]], ''Posen'' Jerman. Dia mengusir orang Polandia dan Yahudi yang membentuk mayoritas penduduk di sana. Sebelum perang, [[Bangsa Jerman|orang Jerman]] hanyalah 16% dari populasi di daerah tersebut.<ref>{{Cite journal|last=Cahnman|first=W. J.|date=1944-05-01|title=The Displacement of Population in Europe. By Eugene M. Kulischer. Montreal: International Labour Office, 1943. 171 pp. $1.50; paper edition, $1.00|url=http://dx.doi.org/10.2307/2571816|journal=Social Forces|volume=22|issue=4|pages=457–458|doi=10.2307/2571816|issn=0037-7732}}</ref>
 
Nazi awalnya mencoba untuk menekan orang-orang Yahudi untuk beremigrasi. Di Austria, mereka berhasil mengusir sebagian besar penduduk Yahudi. Namun, meningkatnya protes asing membuat rencana ini nyaris terhenti. Belakangan, orang-orang Yahudi dipindahkan ke [[ghetto]] dan akhirnya ke [[kamp pemusnahan]]. Penggunaan [[Kerja paksa di bawah pemerintahan Jerman selama Perang Dunia II|kerja paksa]] oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II terjadi secara besar-besaran. Orang Yahudi yang telah menandatangani harta benda di Jerman dan Austria selama Nazisme, meskipun dipaksa untuk melakukannya, merasa hampir tidak mungkin untuk mendapatkan penggantian setelah Perang Dunia II, sebagian karena kemampuan pemerintah untuk membuat argumen "keputusan pribadi untuk pergi".
 
Jerman menculik sekitar 12 juta orang dari hampir dua puluh negara Eropa; sekitar dua pertiga di antaranya berasal dari Eropa Timur.<ref>{{cite web|url=http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,1757323,00.html|title=Final Compensation Pending for Former Nazi Forced Laborers - DW - 27.10.2005|website=DW.COM|access-date=4 May 2018|url-status=live|archive-url=https://web.archive.org/web/20090813200714/http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,1757323,00.html|archive-date=13 August 2009}}</ref> Setelah Perang Dunia II, ketika usulan [[garis Curzon]] pada tahun 1919 oleh [[Blok Sekutu dalam Perang Dunia I|Blok Sekutu]] sebagai perang perbatasan timur Polandia dilaksanakan, anggota dari semua kelompok etnis dipindahkan ke wilayah baru mereka masing-masing (orang Polandia ke Polandia, [[Bangsa Ukraina|orang Ukraina]] ke [[Soviet Ukraina]]). Hal yang sama berlaku untuk bekas wilayah Jerman di sebelah timur [[Perbatasan Oder-Neisse|garis Oder-Neisse]], di mana warga negara Jerman dipindahkan ke Jerman. Jerman diusir dari daerah yang dianeksasi oleh Uni Soviet dan Polandia serta wilayah Cekoslowakia, Hongaria, Rumania dan Yugoslavia. Dari tahun 1944 hingga 1948, antara 13,5 dan 16,5 juta orang Jerman diusir, dievakuasi atau melarikan diri dari Eropa Tengah dan Timur. Kantor Statistik Federal Jerman memperkirakan korban jiwa mencapai 2,1 juta.
 
Polandia dan Soviet Ukraina melakukan pertukaran penduduk, orang Polandia yang tinggal di sebelah timur perbatasan Polandia-Soviet yang sudah menetap dideportasi ke Polandia (sekitar 2.100.000 orang) dan orang Ukraina yang tinggal di sebelah barat perbatasan Polandia-Uni Soviet yang juga sudah menatap dideportasi ke Ukraina Soviet. Pemindahan penduduk ke Soviet Ukraina terjadi dari September 1944 sampai Mei 1946 (sekitar 450.000 orang). Beberapa orang Ukraina (sekitar 200.000 orang) meninggalkan Polandia tenggara kurang lebih secara sukarela (antara tahun 1944 dan 1945). Peristiwa kedua terjadi pada tahun 1947 di bawah Operasi Vistula .
 
Hampir 20 juta orang di Eropa meninggalkan rumah mereka, diusir, dipindahkan atau mengalami pertukaran selama proses penyortiran kelompok etnis antara tahun 1944 dan 1951.
 
=== Irlandia ===
Setelah [[penaklukan Cromwell atas Irlandia]] dan Act of Settlement pada tahun 1652, sebagian besar tanah milik Katolik Irlandia disita dan mereka dilarang tinggal di kota-kota yang ditanami. Jumlah yang tidak diketahui, mungkin sebanyak 100.000 [[orang Irlandia]] dipindahkan ke koloni-koloni di [[Hindia Barat Britania|Hindia Barat]] dan [[Amerika Utara Britania|Amerika Utara]] sebagai pelayan kontrak.<ref>[http://www.bbc.co.uk/northernireland/ashorthistory/archive/intro99.shtml ''The Curse of Cromwell''] {{webarchive|url=https://web.archive.org/web/20120302224034/http://www.bbc.co.uk/northernireland/ashorthistory/archive/intro99.shtml |date=2012-03-02 }}, ''A Short History of Northern Ireland'', BBC</ref>
 
Selain itu, [[Jajahan mahkota|Mahkota]] mendukung serangkaian pemindahan penduduk ke Irlandia, untuk memperbesar penduduk Irlandia yang setia dan menjadi Protestan. Ini dikenal sebagai ''[[Plantation (Irlandia)|Plantation]]'', dan migran datang terutama dari Skotlandia dan county di perbatasan utara Inggris. Pada akhir abad-18, orang Skotlandia-Irlandia merupakan kelompok imigran terbesar dari [[Kepulauan Inggris]] yang memasuki Tiga Belas Koloni sebelum Perang Revolusi Amerika.
 
Selain itu, [[Jajahan mahkota|Mahkota]] mendukung serangkaian pemindahan penduduk ke Irlandia, untuk memperbesar penduduk Irlandia yang setia dan menjadi Protestan. Ini dikenal sebagai ''[[Plantation (Irlandia)|Plantation]]'', dan migran datang terutama dari Skotlandia dan county di perbatasan utara Inggris. Pada akhir abad-18, orang Skotlandia-Irlandia merupakan kelompok imigran terbesar dari [[Kepulauan Inggris]] yang memasuki Tiga Belas Koloni sebelum Perang Revolusi Amerika.<ref>{{Cite journal|last=Hall|first=David D.|last2=Fischer|first2=David Hackett|date=1990-12|title=Albion's Seed: Four British Folkways in America|url=http://dx.doi.org/10.2307/365925|journal=The New England Quarterly|volume=63|issue=4|pages=657|doi=10.2307/365925|issn=0028-4866}}</ref>
=== Italia ===
Pada tahun 1939, [[Hitler]] dan [[Mussolini]] setuju untuk memberikan pilihan kepada penduduk berbahasa Jerman di [[Tyrol Selatan]] (Perjanjian Opsi Tyrol Selatan) : mereka dapat beremigrasi ke negara tetangga Jerman (termasuk [[Austria]] yang baru saja [[Anschluss|dianeksasi]] ) atau tinggal di Italia dan bersedia untuk berasimilasi. Karena pecahnya Perang Dunia II, perjanjian itu hanya terlaksana sebagian saja.
Dua pemindahan terkenal yang terkait dengan [[sejarah Prancis]] adalah pelarangan agama Yahudi pada 1308 dan [[Huguenot]], [[Protestanisme|Protestan]] Prancis oleh [[Maklumat Fontainebleau]] pada 1685. [[Peperangan Agama|Peperangan agama]] atas Protestan menyebabkan banyak orang mencari perlindungan di [[Negara-negara Dataran Rendah|Negara-Negara Dataran Rendah]] dan di Inggris. Pada awal abad ke-18, beberapa Huguenot beremigrasi ke koloni Prancis di Amerika. Dalam kedua kasus tersebut, penduduk tidak dipaksa murtad tetapi agama mereka dinyatakan ilegal dan banyak yang meninggalkan negara itu.
 
Menurut Ivan Sertima, [[Louis XV dari Prancis|Louis XV]] memerintahkan semua orang kulit hitam untuk dideportasi dari Prancis tetapi tidak berhasil. Pada saat itu, mereka kebanyakan adalah orang kulit berwarna yang merdeka berasal dari koloni Karibia dan Louisiana, biasanya keturunan pria kolonial Prancis dan wanita Afrika. Beberapa ayah mengirim putra ras campuran mereka ke Prancis untuk dididik atau memberi mereka properti untuk menetap di sana. Lainnya masuk militer, seperti yang dilakukan [[Thomas-Alexandre Dumas]], ayah dari [[Alexandre Dumas]].<ref name="Sertima1986">{{cite book |last=Sertima |first=Ivan Van |title=African Presence in Early Europe |url=https://books.google.com/books?id=JMY1p0t_bHoC&pg=PA199 |access-date=10 June 2011 |date=1986-01-01 |publisher=Transaction Books |isbn=978-0-88738-664-0 |page=199}}</ref>
 
=== Siprus ===
Setelah [[invasi Turki ke Siprus]] dan [[Sengketa Siprus|pembagian pulau]] berikutnya, ada kesepakatan antara perwakilan Yunani di satu sisi dan perwakilan [[Republik Turki Siprus Utara|Turki Siprus]] di sisi lain, di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2 Agustus 1975 di mana Pemerintah Republik [[Siprus]] akan mencabut pembatasan apa pun dalam pergerakan sukarela Siprus Turki ke daerah-daerah yang diduduki Turki di pulau itu dan sebagai gantinya, pihak Turki Siprus akan mengizinkan semua Yunani Siprus yang tetap berada di daerah-daerah pendudukan untuk tinggal di sana dan menjadi diberikan setiap bantuan untuk hidup normal.<ref>[https://www.un.org/Docs/journal/asp/ws.asp?m=s/11789 United Nations, Text of the Press Communique on the Cyprus Talks Issued in Vienna on 2 August 1975] {{webarchive|url=https://web.archive.org/web/20121102174825/http://www.un.org/Docs/journal/asp/ws.asp?m=s%2F11789 |date=2 November 2012 }}.</ref>
 
=== Skotlandia ===
''Enclosure'' (tuan tanah) yang menghuni pedesaan Inggris dalam [[Revolusi pertanian Inggris|Revolusi Pertanian Inggri]]<nowiki/>s dimulai pada Abad Pertengahan. Perkembangan serupa di Skotlandia akhir-akhir ini disebut Pembukaan Dataran Rendah .
 
''The Highland Clearances'' adalah pemindahan paksa populasi [[Dataran Tinggi Skotlandia]] dan Kepulauan Skotlandia pada abad ke-18. Mereka menyebabkan emigrasi massal ke pantai, Dataran Rendah Skotlandia dan luar negeri, termasuk ke Tiga Belas Koloni, Kanada dan Karibia.<ref name="Richards 1999">{{cite book|last1=Richards|first1=Eric|title=Patrick Sellar and the Highland Clearances: Homicide, Eviction and the Price of Progress|date=1999|publisher=Polygon|location=Edinburgh|isbn=1-902930-13-4}}</ref>
 
=== Spanyol ===
Pada 1492 penduduk [[Yahudi Spanyol dan Portugis|Yahudi Spanyol]] diusir melalui [[Dekret Alhambra|Dekrit Alhambra]]. Beberapa orang Yahudi pergi ke Afrika Utara; lainnya ke timur ke Polandia, Prancis dan Italia, serta ke negara-negara Mediterania lainnya.<ref>{{Cite web|date=2010-04-16|title=The Alhambra Decree|url=https://web.archive.org/web/20100416082647/http://users.mo-net.com/mlindste/alhambra.html|website=web.archive.org|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
Pada 1609 terjadi [[Pengusiran Morisco]], pemindahan terakhir 300.000 Muslim keluar dari Spanyol, setelah lebih dari satu abad [[Penguasa Katolik]] menghakimi, memecah belah dan membatasi agama mereka. Sebagian besar Muslim Spanyol pergi ke Afrika Utara dan ke wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah.<ref>{{Cite news|last=Fajardo|first=José Manuel|date=2009-01-01|title=Moriscos: el mayor exilio español|url=https://elpais.com/diario/2009/01/02/opinion/1230850811_850215.html|newspaper=El País|language=es|issn=1134-6582|access-date=2021-07-24}}</ref>
 
=== Uni Soviet ===
{{Main|Pemindahan penduduk di Uni Soviet}}
Dari sebelum hingga setelah Perang Dunia II, Stalin melakukan serangkaian deportasi dalam skala besar, yang sangat mempengaruhi peta etnis Uni Soviet. Lebih dari 1,5 juta orang dideportasi ke Siberia dan [[Asia Tengah Soviet|republik-republik soviet di Asia Tengah]]. Perlawanan dan separatisme terhadap pemerintahan Soviet juga bekerjasama dengan Jerman selama invasi Jerman ke Uni Soviet disebut sebagai alasan utama untuk melakukan deportasi. Setelah Perang Dunia II, penduduk [[Prusia Timur]] digantikan oleh penduduk Soviet, terutama oleh [[Bangsa Rusia|orang Rusia]]. Banyak Muslim Tartar dipindahkan ke Krimea Utara, sekarang Ukraina, sementara Krimea Selatan dan Yalta dihuni oleh orang Rusia.<ref name="Rosefielde83">{{cite book |title= Red Holocaust |last= Rosefielde |first= Steven |authorlink= Steven Rosefielde |coauthors= |year= 2009 |publisher=Routledge |location= |isbn= 978-0-415-77757-5 |page=83 |url= |accessdate=}}</ref>
 
Salah satu kesimpulan dari [[Konferensi Yalta]] adalah bahwa Sekutu akan mengembalikan semua warga negara Soviet yang berada di zona Sekutu kembali ke Uni Soviet ([[Operasi Keelhaul]]). Yang mengejutkan bagi tawanan perang Soviet yang dibebaskan oleh Sekutu, tetapi juga meluas ke semua pengungsi Eropa Timur. Suatu rencana untuk memaksa pengungsi Soviet untuk kembali ke Uni Soviet, yang memang dirahasiakan dari orang-orang Amerika dan Inggris selama lebih dari 50 tahun.<ref>Jacob Hornberger ''Repatriation — The Dark Side of World War II''. The Future of Freedom Foundation, 1995. {{cite web |url=http://www.fff.org/freedom/0495a.asp |title=Archived copy |access-date=2014-01-08 |url-status=dead |archive-url=https://web.archive.org/web/20120117092222/http://www.fff.org/freedom/0495a.asp |archive-date=2012-01-17 }}</ref>
 
=== Yunani dan Turki ===
Liga Bangsa-Bangsa mendefinisikan mereka saling diusir sebagai pemindahan "penduduk [[Muslim Yunani]]" ke Turki dan "penduduk Kristen Ortodoks Turki" ke [[Yunani]]. Rencana tersebut mendapat tentangan sengit di kedua negara dan dikecam keras oleh sejumlah besar negara. [[Fridtjof Nansen]] bekerja dengan Yunani dan Turki untuk menegosiasikan pertukaran penduduk agar diterima kedua belah pihak. Sekitar 1,5 juta orang Kristen dan setengah juta Muslim dipindahkan dari satu sisi perbatasan internasional ke sisi lainnya.
 
Ketika pertukaran mulai berlaku (1 Mei 1923), sebagian besar penduduk Yunani Ortodoks sebelum perang di [[Kawasan Aegea|Aegean]] Turki telah melarikan diri dan hanya orang-orang Kristen Ortodoks di Anatolia tengah ([[Orang Yunani Kapadokia|berbahasa Yunani]] dan Turki ) dan [[orang Yunani Pontos]] dengan total sekitar 189.916 jiwa.<ref>{{cite yangbook terlibat|author=Matthew J. JumlahGibney, Randall Hansen. |title=Immigration and asylum: from 1900 to the present, Volume 3 |publisher=ABC-CLIO |year=2005 |page=[https://archive.org/details/immigrationasylu00matt/page/377 377] |isbn=978-1-57607-796-2 |url=https://archive.org/details/immigrationasylu00matt/page/377 }}</ref> Sementara jumlah total Muslim yang terlibat dalam pertukaran adalah 354.647 jiwa.<ref>{{cite book |author=Renée Hirschon. |title=Crossing the Aegean: an appraisal of the 1923 compulsory population exchange between Greece and Turkey |url=https://archive.org/details/crossingaegeanap00hirs |url-access=limited |publisher=Berghahn Books |year=2003 |page=[https://archive.org/details/crossingaegeanap00hirs/page/n53 85] |isbn=978-1-57181-562-0 }}</ref>
 
Pemindahan penduduk mencegah serangan lebih lanjut terhadap minoritas di masing-masing negara bagian dan Nansen dianugerahi Hadiah [[Nobel Perdamaian]]. Akibat pemindahan tersebut, minoritas Muslim di Yunani dan minoritas Yunani di Turki jauh berkurang. Siprus dan [[Dodekanisa]] tidak termasuk dalam Pertukaran penduduk Yunani-Turki tahun 1923 karena mereka masih berada di bawah kendali langsung Inggris dan Italia.
 
== Rujukan tambahan ==
* Frank, Matthew. ''Making Minorities History: Population Transfer in Twentieth-Century Europe'' (Oxford UP, 2017). 464 pp. [http://www.h-net.msu.edu/reviews/showrev.php?id=52226 online review]
* A. de Zayas, "International Law and Mass Population Transfers," ''[[Harvard International Law Journal]]'' 207 (1975).
* A. de Zayas, "The Right to the Homeland, Ethnic Cleansing and the International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia," ''Criminal Law Forum,'' Vol. 6, 1995, pp.&nbsp;257–314.
2.829

suntingan