Bank sentral: Perbedaan antara revisi

1.318 bita ditambahkan ,  9 bulan yang lalu
menambahkan konten dan referensi
k (Suntingan 103.10.66.17 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Danu Widjajanto)
Tag: Pengembalian Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler Suntingan seluler lanjutan
(menambahkan konten dan referensi)
 
Sejak itulah negara menyadari perlunya suatu bank sentral yang selanjutnya didirikan dengan tujuan untuk memastikan adanya satu jenis mata uang kertas yang sama dan berlaku di suatu negara tersebut agar memiliki nilai yang stabil dan dapat dipercaya karena dijamin oleh negara (dengan cara awalnya negara menjamin uang kertas tersebut dengan sejumlah [[emas]] deposit atau [[logam]] berharga lainnya yang dicadangkan setiap mencetak nominal uang tersebut, namun belakangan tidak lagi dan jaminannya hanya atas nama negara saja atau sejumlah kecil emas) dan dapat dipergunakan terus menerus oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitas perekenomiannya di negara tersebut. Dan dengan kewenangannya bank sentral mengatur jumlah uang yang beredar tersebut agar dapat menggerakkan roda [[ekonomi|perekonomian]] dengan keseimbangan yang tepat antara peredaran jumlah uang dan [[barang]], dan dapat terus saling mengembangkan, dengan cara tidak sampai menyebabkan kelebihan jumlah [[likuiditas]]/uang yang beredar dalam perekonomian negara tersebut yang dapat menyebabkan inflasi (naiknya harga-harga atau turunnya nilai uang), dan juga sebaliknya jangan sampai terjadi kekurangan likuiditas yang dapat menyebabkan perekonomian sulit bergerak apalagi untuk berkembang.
 
== Tugas ==
 
=== Mikroprudensial ===
Tugas pengaturan dan pengawasan mikroprudensial dapat dilakukan oleh bank sentral. Surveilans [[ekonomi mikro]] dan mikrofinansial. Bank sentral juga memiliki instrumen untuk memberikan kebijakan mikroprudensial. Stabilitas sistem keuangan juga dapat dikendalikan oleh kebijakan yang diterbitkan oleh bank sentral. Dalam pelaksanaan tugas mikroprudensial, bank sentral mempunyai kemampuan analisis dan proyeksi ekonomi makro. Bank sentral juga memiliki kemampuan atas kondisi pasar keuangan, lembaga keuangan, dan infrastruktur keuangan. Peran bank sentral dalam tugas mikroprudensial dapat menjaga kinerja sistem perekonomian dan memberikan stabilitas sistem keuangan. Pengaturan dan pengawasan mikroprudensial oleh bank sentral dapat mempengaruhi stabilitas harga dan nilai tukar. Selain itu, bank sentral umumnya sering melakukan asesmen keuangan dan perekonomian. Sumber likuiditas juga umumnya berasal dari bank sentral.<ref>{{Cite book|last=Warjiyo|first=Perry|date=2016|url=https://www.bi.go.id/id/bi-institute/policy-mix/core/Documents/BSK-Kebijakan-2016.pdf|title=Bauran Kebijakan Bank Sentral: Konsepsi Pokok dan Pengalaman Bank Indonesia|location=Jakarta|publisher=Bank Indonesia Institute|pages=12|issn=2528-1933|url-status=live}}</ref>
 
== Lihat pula ==
* [[Daftar bank sentral]]
 
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Bank sentral| ]]
45

suntingan