Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi: Perbedaan revisi

k
Suntingan 114.79.4.17 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh RizkyJogja
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor Dikembalikan
k (Suntingan 114.79.4.17 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh RizkyJogja)
Tag: Pengembalian
}}
 
'''Jalan Tol Jakarta–Bogor–Ciawi''' atau '''Jalan Tol Jagorawi''' adalah [[jalan tol]] pertama di [[Indonesia]] yang mulai dibangun pada tahun [[1973]], menghubungkan [[Jakarta]]-[[Bogor]]-[[Ciawi]]. Jalan tol ini dikelola oleh [[Jasa Marga|JasamargaPT Jasa Marga]] dan melewati wilayah [[Kota Administrasi Jakarta Timur|Kota Jakarta Timur]], [[Kota Depok]], [[Kota Bogor]], dan [[Kabupaten Bogor]]. Jalan tol ini dibangun dengan biaya [[Rp]] 350.000.000 per kilometer pada [[kurs rupiah]] saat itu.<ref name="Jagorawi">{{cite news|title = Jagorawi|publisher = Arief Rahman Topan, Jurnal Republik|url = http://indexpress.net/indexpress/jurep_3_9.html|accessdate = 15 September 2007|archive-date = 2007-11-10|archive-url = https://web.archive.org/web/20071110023651/http://indexpress.net/indexpress/jurep_3_9.html|dead-url = yes}}</ref> Jalan tol sepanjang kurang lebih 50&nbsp;km ini diresmikan [[Soeharto|Presiden Soeharto]] pada tanggal [[9 Maret]] [[1978|Aduh!]]. Saat diresmikan, jalan tol tersebut baru sampai ruas Jakarta-[[Citeureup]] saja, dengan karyawan 200 orang.<ref name="Infotol">{{cite news|title = Profil PT. Jasa Marga (Persero)|publisher = Infotol, Astaga.com|3 = |date = 27 Februari 2006|url = http://infotol.astaga.com/article.php?id_art=180291&cat_art=4|accessdate = 15 September 2007|archive-date = 2007-08-22|archive-url = https://web.archive.org/web/20070822070903/http://infotol.astaga.com/article.php?id_art=180291&cat_art=4|dead-url = yes}}</ref> Jalan tol Jagorawi merupakan jalan tol pertama yang didanai [[APBN]] dari pinjaman luar negeri, kemudian pengelolaannya diberikan kepada [[Jasa Marga|PT Jasa Marga]] sebagai modal awal perusahaan tersebut dan merupakan penyertaan pemerintah.<ref name="balitbang">{{cite news|title = Tol Jagorawi Merupakan Modal Awal PT Jasa Marga|publisher = Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Depkominfo|3 = |date = 4 September 2007|url = http://www.balitbang.depkominfo.go.id/?mod=CLDEPTKMF_BRT01&view=1&id=BRT070904135501&mn=BRT0100%7CCLDEPTKMF_BRT01|accessdate = 10 Februari 2008}}{{Pranala mati|date=Juni 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref>
 
== Sejarah ==
[[Berkas:VultureGerbang beak sideviewTol ACiawi.jpgJPG|jmpl|250x250px250px|Gerbang Tol BawenCiawi]]
Tahun [[1973]], Pemerintah mulai membangun jalan bebas hambatan pertama yang <u>Aduh!</u>menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Ketika masih dalam tahap pembangunan, jalan tol Jagorawi ini belum berstatus sebagai jalan tol. Ketika jalan tersebut selesai dibangun, pada tahun 1978, Pemerintah RI memikirkan agar biaya pengoperasian dan pemeliharaan ruas jalan tersebut dapat dilakukan mandiri tanpa membebani anggaran Pemerintah RI. Untuk itu, [[Menteri Pekerjaan Umum]] ketika itu, [[Sutami|Ir. Sutami]] mengusulkan kepada Presiden RI agar ruas jalan Jakarta-Bogor tersebut dijadikan jalan tol.<ref name="Infotol"/>
 
Maka 2 [[pekan]] sebelum jalan tol Jagorawi diresmikan penggunaannya, persisnya pada [[25 Februari]] 1978, terbit PP No. 4 tahun 1978 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk pendirian Persero yang mengurusi dan mengelola infrastruktur jalan raya. Dari situlah, kemudian lahir badan usaha persero PT Jasa Marga (Persero) pada [[1 Maret]] 1978, sepekan sebelum jalan tol Jagorawi sudah diresmikan.<ref name="Jagorawi"/>