Suku Daya: Perbedaan revisi

132 bita ditambahkan ,  4 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
Suku Daya, Komering-Daya atau yang biasa disebut Jelma Daya adalah salah satu suku asli yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dan sekitarnya yang berada di wilayah Provinsi Sumatra Selatan. Suku Daya atau Jelma Daya merupakan klan/bagian dari [[Suku Komering]]. Kelompok masyarakat ini berkerabat dengan Suku Lampung dan Suku Komering. Suku Daya atau Jelma Daya hidup dan menyebar di sekitar hulu aliran sungai/way yang sekarang di kenal dengan nama sungai Komering. Nama sungai Komering sendiri diambil dari nama seorang saudagar buah Pinang yang berasal dari India yang bernama Komering Singh, makam ( kuburan ) nya terdapat di sebelah hulu kota Muara Dua. Sungai yang mengalir mulai dari makam tersebut tepatnya mulai dari pertemuan sungai Selabung dengan sungai Saka yang mengalir ke hilir sampai muara Plaju di sebut sungai Komering.
W.V. Van Royen menulis dalam bukunya “ DePalembang Sche Marga (1927 ) menyebut kelompok masyarakat ini “ Jelma Daya “ yang berarti orang yang kuat/berdaya/gagah atau kelompok masyarakat yang ulet dan dinamis.
Seorang sejarawan dari Belanda Van Der Tuc juga menyebut kelompok masyarakat ini dengan nama “ Kembiring “ yang di artikan sebagai manusia jadi-jadian ( orang yang dapat menghilang dan bisa berubah menjadi Harimau ).
 
Bahasa Suku Daya atau disebut bahasa Daya hampir sama dengan bahasa Lampung Pesisir Sai Batin Peminggir/Pesisir.
Dahulu penduduk yang mendiami sungai Komering sampai di Gunung Batu, terbagi dalam 2 ( dua ) Kewedanaan yaitu Kewedanaan Muara Dua dan Kewedanaan Martapura, sebagian penduduk kewedanaan Muara Dua di sebut Jelma Daya atau saat ini disebut Suku Daya sementara itu penduduk yang termasuk dalam kewedanaan Martapura di sebut suku Komering.
 
Menurut sejarah suku Komering, kelompok masyarakat ini awalnya berasal dari SAKALA BHRA (SEKALA BRAK) suatu daerah dikaki Gunung Pesagi Lampung sampai Gunung Seminung yang membawa budaya rumpun SAKALA BHRA. Masyarakat Rumpun ini tergolong Melayu Kuno ( Proto Malayan Tribes ), Sehingga adat dan budaya Suku Daya atau Jelma Daya hampir sama dengan Suku Lampung Pesisir Sai Batin Peminggir/Pesisir. Kelompok masyarakat ini kemudian berkembang dan menyebar menjadi beberapa kelompok masyarakat.
 
- YANG PERTAMA
Kelompok masyarakat yang turun dari Gunung Pesagi kearah pedalaman kemudian di kenal dengan kelompok masyarakat Lampung.
- YANG KETIGA
Kelompok masyarakat yang turun dari kaki Gunung Pesagi ke arah Gunung Seminung menyusuri aliran sungai yang kemudian di kenal dengan kelompok Samanda Di Way yang sekarang menjadi masyarakat yang kita kenal dengan Suku Komering dan(khususnya Sukusuku komering-Daya karena Daya bagian dari Komering).
 
Sebagaimana dijelaskan dalam asal – usul suku Komering, SAKALA BHRA berarti Titisan Dewa, yang sistem pemberian nama bagi sesepuh atau leluhur disebut Pu – Hyang, ''berarti tuanku berasal dari Dewa '' ( dokumentasi Pemda OKU tahun 1979 ) didapat cerita asal – usul berdirinya marga – marga yang menyebar dan adanya 7 Kepuhyangan di sepanjang aliran Sungai Komering.
Pengguna anonim