Kakiceran: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  1 tahun yang lalu
k
v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>")
Tidak ada ringkasan suntingan
k (v2.04b - Fixed using Wikipedia:ProyekWiki Cek Wikipedia (Tanda baca setelah kode "<nowiki></ref></nowiki>"))
'''Kakiceran''' merupakan karya budaya dari [[Provinsi Lampung]] dimana berkumpulnya muda mudi dalam rangka silaturahmi merayakan idul fitri dengan melaksanakan festival tari antar ''pekon'' (desa).<ref>{{Cite web|url=http://duajurai.co/2017/07/05/kakiceran-tradisi-syawalan-khas-pesisir-barat-lampung-1/|title=Kakiceran, Tradisi Syawalan Khas Pesisir Barat Lampung (1)|date=2017-07-05|website=duajurai.co|language=id-ID|access-date=2020-04-22}}</ref>. Kakiceran hanya terdapat di wilayah Pugung yang memiliki dua kecamatan yakni Pesisir Utara dan Lemong. Kakiceran mendomainistik pada adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan-perayaan.<ref>{{Cite book|title=Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2018|last=|first=|date=2018|publisher=Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan|isbn=|location=Jakarta|pages=64|url-status=live}}</ref>
 
== Sejarah ==
 
== Tradisi Kakiceran ==
Proses tradisi ini melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penutupan acara. Tahap perencanaan kakiceran dilakukan pada malam 10 [[Ramadan]] atau tepatnya H-20 sebelum hari raya [[Idulfitri|Idul Fitri]]. Pada tahap ini, ketua bujang dari masing-masing pekon akan berkumpul di lamban gedung untuk mengadakan himpun marga, dimana perkumpulan dari para ketua bujang marga yakni membahas pelaksanaan kakiceran.<ref>{{Cite news|url=https://www.lampung.co/berita/tradisi-kakiceran-dan-ngunduh-damar-diusulkan-jadi-warisan-nasional/|title=Tradisi Kakiceran dan Ngunduh Damar Diusulkan Jadi Warisan Nasional|last=Ediyansyah|first=Rodi|date=23 agustus 2019|work=Siber Lampung.co|access-date=18 januari 2020}}</ref>.
 
Pada hari Idulfitri, tradisi kakiceran dilaksanakan. Kakicerran diikuti penari yang mewakili setiap ''pekon'' atau desa dari tiga marga adat, yaitu Pugung Malaya, Pugung Penengahan, dan Pugung Tampak atau Pugung Krui. Umumnya, penari pada tradisi kakiceran adalah anak perempuan.<ref>{{Cite web|url=https://lampungpro.co/post/5048/warisan-budaya-kakiceran-tradisi-syawalan-khas-pesisir-barat-lampung|title=Warisan Budaya, Kakiceran Tradisi Syawalan Khas Pesisir Barat Lampung|website=Lampungpro.com|language=en|access-date=2020-04-22}}</ref>.
 
== Referensi ==
1.111.374

suntingan