Museum Purna Bhakti Pertiwi: Perbedaan antara revisi

243 bita ditambahkan ,  11 bulan yang lalu
menambah refrensi
(perbaiki ejaan dan menambahkan pranala)
(menambah refrensi)
 
== Sejarah ==
Museum Purna Bhakti Pertiwi (MPBP) diresmikan pada [[23 Agustus]] [[1993]] oleh HM Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia.<ref>{{Cite web|title=Museum Purna Bhakti Pertiwi|url=http://p2k.um-surabaya.ac.id/id3/3045-2942/Museum-Purna-Bhakti-Pertiwi_38344_p2k-um-surabaya.html|website=p2k.um-surabaya.ac.id|access-date=2021-06-12}}</ref> Peresmian MPBP bertepatan dengan hari ulang tahun ke-70 Ibu Tien Soeharto, adalah pendiri dan pemrakarsa museum ini. Luas bangunan MPBP 25.095 [[meter persegi]] yang dibangun di atas tanah seluas 19,7 [[hektar]].Museum Purna Bhakti Pertiwi merupakan wahana pelestarian benda-banda bersejarah tentang perjuangan dan pengabdian HM Soeharto dan Ibu Tien Soeharto kepada bangsa Indonesia, sejak masa perang kemerdekaan hingga masa pembagunan.
 
Sebagai objek wisata edukasi yang bermatra sejarah, museum ini juga menyimpan benda-benda seni bermutu tinggi yang diperoleh Bapak Soeharto dan Ibu Tien Soeharto dari berbagai kalangan, baik rekan maupun sahabat sebagai cenderamata.[[MPBP]] memiliki koleksi kurang lebih 13.000-an, yang berhubungan dengan peran [[sejarah]] pengabdian Bapak [[Presiden Indonesia|Presiden]] [[Soeharto]]. Sebelumnya sebagian besar koleksi ini dirawat dan disimpan Ibu Tien Soeharto sebagai pendamping setia Pak Harto. Kemudian, Ibu Tien menyadari bahwa pengalaman hidup Pak Harto bukanlah hanya milik keluarga. Pak Harto adalah milik bangsa [[Indonesia]]. Maka, koleksi barang-barang pribadi dan cenderamata yang dimilikinya harus bisa dinikmati oleh khalayak ramai.
{{Taman Mini Indonesia Indah}}
 
== Referensi ==
<references />
[[Kategori:Museum di Jakarta]]
85

suntingan