Asosiasi Televisi Jaringan Indonesia: Perbedaan revisi

tidak ada ringkasan suntingan
Setelah penghentian kebijakan digitalisasi penyiaran, ATVJI tampak tidak terlihat lagi muncul di pemberitaan, apalagi ditambah ketiadaan [[laman web]]. Dalam perkembangannya, ATVJI kemudian hanya hadir di acara-acara tertentu, seperti rapat dengan [[Komisi Penyiaran Indonesia]] di tahun 2019<ref>[http://www.kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/35135-kpi-minta-atvji-eksis-laksanakan-ssj?start=78&detail5=5327&detail3=13769 KPI, 2019]</ref> maupun surat tuntutan kepada pemerintah untuk memberi insentif kepada grup media di tengah [[pandemi COVID-19]] pada 2020 (dibawah Asosiasi Perusahaan Media dan Asosiasi Profesi Media).<ref>[https://bisnis.tempo.co/read/1342341/pemerintah-didorong-beri-insentif-ekonomi-untuk-industri-media/full&view=ok Pemerintah Didorong Beri Insentif Ekonomi untuk Industri Media]</ref> Ketua ATVJI saat ini adalah Mohammad Agung Darmajaya, yang menggantikan posisi Bambang Santoso (pemilik CTV Banten) sebelumnya (selanjutnya menjadi ketua ATVLI). Agung dahulu merupakan bekas sekretaris ATVJI dibawah Bambang Santoso.<ref>[https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/download_file/817758fcba2775968615de8c7e932207/pdf Putusan MA]</ref>
 
Keanggotaan ATVJI saat ini tidak begitu diketahui, dimana saat ini RTV (eks B-Channel), NET. (eks Spacetoon), JPM (eks JPMC) dan, Kompas TV (eks [[Kompas TV Jawa Tengah|Borobudur Network]]) dan [[MYTV (Indonesia)|MYTV]] (eks INTV) sudah menjadi anggota asosiasi lain bernama [[Asosiasi Televisi Nasional Indonesia|ATVNI]].
 
== Referensi ==
264

suntingan