Rukun Iman: Perbedaan revisi

1.773 bita dihapus ,  1 bulan yang lalu
Menolak perubahan teks terakhir (oleh 124.158.184.106) dan mengembalikan revisi 17636726 oleh Padliansyah553: copypaste
(→‎top: Perbaikan kesalahan ketik, Penambahan pranala, Membenarkan yang salah)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android Dikembalikan
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh 124.158.184.106) dan mengembalikan revisi 17636726 oleh Padliansyah553: copypaste)
Tag: Pengembalian manual
Rukun Iman ada 6 (enam), yaitu :
 
1. Iman kepada Allah: Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal:
1. Iman kepada Allah: Sifat Allah itu terbagi dalam beberapa bagian. Ada yang wajib bagi Allah, mustahil bagi Allah, dan jaiz bagi Allah. Secara singkat sebagai berikut: Sifat yang wajib dan mustahil bagi Allah masing-masing 20 yang saling berlawanan:
* Mengimani '''adanya''' Allah.
 
* Mengimani '''[[Rububiyyah]]''' Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah.
# (wujud), lawnanya tidak ada (’adam)
* Mengimani '''[[Uluhiyyah]]''' Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala.
# Dahulu (qidam), lawannya baru (huduts)
* Mengimani semua '''[[asma dan sifat Allah]]''' ([[al-Asma'ul Husna]]) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
# Kekal (baqa’), lawannya berubah-ubah (fana’)
# Tidak menyerupai sesuatu (mukhalafatu lil hawaditsi), lawannya menyerupai sesuatu (almumatsalatu lil hawaditsi)
# Berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi), lawannya berhajat kepada yang lain (al-ihtiyaju lighairihi)
# Esa (wahdaniyat), lawannya berbilang (wujudusy syarik)
# Kuasa (qudrat), lawannya tidak kuasa (’ajz)
# Berkehendak (iradah), lawannya terpaksa (karahah)
# Mengetahui (’ilm), lawannya bodoh (jahl)
# Hidup (hayat), lawannya mati (maut)
# Mendengar (sama’), lawannya tuli (shamam)
# Melihat (bashar), lawannya buta (’umyu)
# Berbicara (kalam), lawannya bisu (bukm)
# Yang Berkuasa (qadiran), lawannya Yang tidak berkuasa (’ajizan)
# Yang Berkemauan (muridan), lawannya Yang Terpaksa (mukrahan)
# Yang berpengatahuan (’aliman), lawannya Yang Bodoh (jahilan)
# Yang Hidup (hayyan), lawannya Yang Mati (mayyitan)
# Yang Mendengar (sami’an), lawannya Yang Tuli (ashamm)
# Yang Melihat (basyiran), lawannya Yang Buta (a’ma)
# Berbicara (mutakalliman), lawannya Yang Bisu (abkam)
 
Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang dikehendaki, seperti dalam Al-Qur’an disebutkan :
 
يَخْلُقُ مَايَشَاءُ وَيَخْتَارُ
 
“Dan Tuhanmu menjadikan dan memilih barang siapa apa yang dikehendaki-Nya." (Al-Qashash: 68)
 
Allah menjadikan alam ini bukanlah suatu keharusan. Apabila menjadi suatu keharusan, berarti semuanya hawadits, itu tidak mungkin terjadi namanya. Apabila Allah menghendaki, maka terjadilah barang itu berwujud, dan apabila Allah tidak menghendaki, maka tidak pula terwujud.
 
Dari keterangan itu semuanya, ternyata Allah membuat atau tidak membuat segala sesuatu yang mungkin ini, hanyalah kemungkinan belaka. Sifat membuat alam ini atau tidak membuatnya adalah sifat jaiz bagi Allah. Artinya hal itu bias saja boleh terjadi atau tidak terjadi. Apabila dikehendaki, maka hal itu diadakanlah dan terjadi, dan apabila tidak dikehendaki, tidak diadakan dan tidak terjadi.<ref>https://islam.nu.or.id/post/read/9406/iman-kepada-allah-dan-malaikat</ref>
 
2. '''Iman kepada para malaikat Allah''':