Surah An-Nās: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
k
Surat ini diawali perintah kepada Nabi Muhammad untuk mengucapkan suatu kalimat untuk meminta perlindungan menggunakan kalimat tersebut.{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=625}} Perintah pengucapan ini berarti perintah untuk menjaga kalimat tersebut, bukan perintah untuk mengatakannya kepada orang lain sebagaimana yang ada pada ayat pertama [[Surah Al-Ikhlas]].{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=625}} Perintah ini juga berlaku kepada umat Islam karena tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa perintahnya khusus untuk Nabi, meskipun lafal perintah dalam surah ini ditujukan kepada Nabi.{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=625}}
 
Muhammad diperintah untuk meminta perlindungan kepada [[Allah (Islam)|Allah]] dengan menyebutkan tiga atribut-Nya: Tuhannya manusia, Raja manusia, dan Sesembahan manusia.{{sfn|Ishlahi|n.d.|p=489}} Suatu entitas pantas untuk dimintai pertolongan, termasuk perlindungan, jika memiliki ketiga atribut tersebut.{{sfn|Ishlahi|n.d.|p=489}} ''Isti‘āżah'' ({{lang|ar|استعاذة}} "permintaan perlindungan") yang ditujukan kepada Allah ini adalah permintaan perlindungan dari setan sebagai sumber dari segalaberbagai keburukan.{{sfn|As-Sa'di|2003|p=897}}
 
''Rabb'' ({{lang|ar|رَبٌّ}} "Tuhan") artinya pemilik dan pencipta.{{sfn|Tuasikal|2020}} Rabb terkhusus digabungkan dengan kata manusia–sehingga menjadi gabungan kata "Rabb(nya) manusia"–selain makhluk lain yang juga Allah ciptakan dan kuasai karena perlindungan yang diminta adalah dari keburukan setan yang ada di dalam hati manusia.{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=632}} Keburukan tersebut menimpa manusia, menjadikan mereka sesat dan menyesatkan, sehingga sesuai jika yang dimintai perlindungan disebutkan dengan gelar-Nya sebagai Tuhannya yang tertimpa keburukan dan yang kemudian bisa menularkan keburukan.{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=632}} Hal ini mirip dengan ungkapan kepada seorang pemilik budak, “Wahai pemilik fulan, jagalah budakmu agar tidak menggangguku.”{{sfn|Ibn 'Asyur|1984|p=632}}