Laut Jawa: Perbedaan revisi

795 bita ditambahkan ,  2 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k
Tag: Suntingan visualeditor-wikitext
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
 
 
Dalam sejarah [[Perang Dunia II]], Laut Jawa merupakan lokasi naas bagi pasukan [[Sekutu]]. Pada bulan Februari dan Maret [[1942]], angkatan Laut [[Belanda]], [[Britania]], [[Australia]], dan [[Amerika Serikat]] nyaris dihancurkan oleh serangan [[Jepang]]<ref>Oosten, F. C. van ''The Battle of the Java Sea'' Publisher: London: I. Allen, 1976. ISBN 0-7110-0615-6</ref><ref>Thomas, David A. ''Battle of the Java Sea''. London: Pan Books, 1971. ISBN 0-330-02608-9</ref>.
 
Laut Jawa juga pernah menjadi jalur utama dalam perdagangan Dunia dan mencapai masa keemasannya pada abad ke-17. Pada masa itu Laut Jawa sering disinggahi banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia guna mencari rempah-rempah, bersama dengan [[Selat Malaka]]. Dari sinilah muncul beberapa bandar atau kota pelabuhan di pesisir yang akhirnya berkembang pesat, seperti [[Jakarta]], [[Cirebon]], [[Tegal]], [[Pekalongan]], [[Semarang]], [[Lasem, Rembang|Lasem]], [[Tuban]], dan [[Surabaya]]. <ref>{{cite news
|last = |first = |coauthors = |title = Romansa Rempah Jawa dalam Jalur Perdagangan Rempah |work = |pages = |language = |publisher =Kemdikbud RI |year =2021 |url =https://jalurrempah.kemdikbud.go.id/romansa-rempah-jawa-dalam-jalur-perdagangan-rempah/
|accessdate = }}</ref>
 
== Referensi ==
580

suntingan