Tuhan: Perbedaan revisi

61 bita dihapus ,  2 bulan yang lalu
Menolak perubahan teks terakhir (oleh Ainur Putra) dan mengembalikan revisi 18269347 oleh Braverious
(→‎Tuhan: Perbaikan kesalahan ketik)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan aplikasi seluler Suntingan aplikasi Android Dikembalikan
(Menolak perubahan teks terakhir (oleh Ainur Putra) dan mengembalikan revisi 18269347 oleh Braverious)
Tag: Pengembalian manual
}}
{{Konsep Tuhan}}
'''Tuhan''' itudipahami [[Esa]]sebagai atauRoh satuMahakuasa tidakdan adaasas Tuhandari selainsuatu diakepercayaan.<ref name="swinburne">{{citation| last=swinburne |first=R.G. |chapter=God |editor=Honderich, Ted |title=The Oxford Companion to Philosophy |place=Oxford | publisher=Oxford University Press |year=1995}}</ref> Tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan, sehingga ada berbagai konsep ketuhanan meliputi [[teisme]], [[deisme]], [[panteisme]], dan lain-lain. Dalam pandangan teisme, Tuhan merupakan pencipta sekaligus pengatur segala kejadian di [[alam semesta]]. Menurut deisme, Tuhan merupakan pencipta alam semesta, tetapi tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Menurut panteisme, Tuhan merupakan alam semesta itu sendiri. Para cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda. Yang paling umum, di antaranya adalah Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi. Penganut [[monoteisme]] percaya bahwa Tuhan hanya ada satu, serta tidak berwujud (tanpa materi), memiliki pribadi, sumber segala kewajiban moral, dan "hal terbesar yang dapat direnungkan".<ref name=swinburne/> Banyak filsuf abad pertengahan dan modern terkemuka yang mengembangkan argumen untuk mendukung dan membantah keberadaan Tuhan.<ref name="Platinga" />
'''Tuhan''' dipahami sebagai Roh Mahakuasa dan asas dari suatu kepercayaan.
'''Tuhan''' itu [[Esa]] atau satu tidak ada Tuhan selain dia<ref name="swinburne">{{citation| last=swinburne |first=R.G. |chapter=God |editor=Honderich, Ted |title=The Oxford Companion to Philosophy |place=Oxford | publisher=Oxford University Press |year=1995}}</ref> Tidak ada kesepakatan bersama mengenai konsep ketuhanan, sehingga ada berbagai konsep ketuhanan meliputi [[teisme]], [[deisme]], [[panteisme]], dan lain-lain. Dalam pandangan teisme, Tuhan merupakan pencipta sekaligus pengatur segala kejadian di [[alam semesta]]. Menurut deisme, Tuhan merupakan pencipta alam semesta, tetapi tidak ikut campur dalam kejadian di alam semesta. Menurut panteisme, Tuhan merupakan alam semesta itu sendiri. Para cendekiawan menganggap berbagai sifat-sifat Tuhan berasal dari konsep ketuhanan yang berbeda-beda. Yang paling umum, di antaranya adalah Mahatahu (mengetahui segalanya), Mahakuasa (memiliki kekuasaan tak terbatas), Mahaada (hadir di mana pun), Mahamulia (mengandung segala sifat-sifat baik yang sempurna), tak ada yang setara dengan-Nya, serta bersifat kekal abadi. Penganut [[monoteisme]] percaya bahwa Tuhan hanya ada satu, serta tidak berwujud (tanpa materi), memiliki pribadi, sumber segala kewajiban moral, dan "hal terbesar yang dapat direnungkan".<ref name=swinburne/> Banyak filsuf abad pertengahan dan modern terkemuka yang mengembangkan argumen untuk mendukung dan membantah keberadaan Tuhan.<ref name="Platinga" />
 
Ada banyak nama untuk menyebut Tuhan, dan nama yang berbeda-beda melekat pada gagasan kultural tentang sosok Tuhan dan sifat-sifat apa yang dimiliki-Nya. [[Aten]]isme pada zaman [[Mesir Kuno]], kemungkinan besar merupakan agama monoteistis tertua yang pernah tercatat dalam sejarah yang mengajarkan Tuhan sejati dan pencipta alam semesta,<ref>{{citation| first=M. |last=Lichtheim |title=Ancient Egyptian Literature |volume=2 |year=1980 |pages=96}}</ref> yang disebut [[Aten]].<ref>{{citation| first=Jan |last=Assmann |title=Religion and Cultural Memory: Ten Studies |publiher=Stanford University Press |year=2005 |pages=59}}</ref> Kalimat "[[Keluaran 3#Ayat 14|Aku adalah Aku]]" dalam [[Alkitab Ibrani]], dan "Tetragrammaton" [[YHVH]] digunakan sebagai nama Tuhan, sedangkan [[Yahweh]], dan [[Yehuwa]] kadang kala digunakan dalam [[agama Kristen]] sebagai hasil vokalisasi dari YHWH. Dalam [[bahasa Arab]], nama [[Allah]] digunakan, dan karena predominansi Islam di antara para penutur bahasa Arab, maka nama Allah memiliki konotasi dengan kepercayaan dan kebudayaan Islam. Umat [[muslim]] mengenal [[99 Asma Allah|99 nama suci]] bagi Allah, sedangkan umat Yahudi biasanya menyebut Tuhan dengan gelar [[Elohim]] atau [[Adonai]] (nama yang kedua dipercaya oleh sejumlah pakar berasal dari bahasa Mesir Kuno, ''Aten'').<ref name="freud">{{citation| first=Freud |last=Sigmund |year=1939 |title=Moses and Monotheism: Three Essays}}</ref><ref>{{citation| first=Gunther Siegmund |last=Stent |title=Paradoxes of Free Will |publisher=American Philosophical Society |publisher=DIANE |year=2002 |pages = 34-38 |isbn=0-87169-926-5}}</ref><ref>{{citation| first=Jan |last=Assmann |title=Moses the Egyptian: The Memory of Egypt in Western Monotheism |publisher=Harvard University Press |year=1997 |isbn=0-674-58739-1}}</ref><ref>{{citation| first=N. |last=Shupak |title=The Monotheism of Moses and the Monotheism of Akhenaten |publisher=Sevivot |year=1995}}</ref><ref>{{citation| first=William F. |last=Albright |title=From the Patriarchs to Moses II. Moses out of Egypt |title=The Biblical Archaeologist |volume=36, No. 2 |date=Mei 1973 |pages=48-76 | doi=10.2307/3211050}}</ref> Dalam [[agama Hindu]], [[Brahman]] biasanya dianggap sebagai Tuhan [[monisme|monistis]].<ref>{{citation| title=Pantheism: A Non-Theistic Concept of Deity |pages=136 |first=Michael P. |last=Levine |year=2002}}</ref> Agama-agama lainnya memiliki panggilan untuk Tuhan, di antaranya: Baha dalam agama [[Baha'i]],<ref>{{citation| title=A Feast for the Soul: Meditations on the Attributes of God | pages=x |chapter=Baháʾuʾlláh |first=Joyce |last=Watanabe |year=2006}}</ref> [[Waheguru]] dalam [[Sikhisme]],<ref>{{citation| title=Philosophy and Faith of Sikhism |pages=ix |first=Kartar Singh |last=Duggal |year=1988}}</ref> dan [[Ahura Mazda]] dalam [[Zoroastrianisme]].<ref>{{citation| title=The Intellectual Devotional: Revive Your Mind, Complete Your Education, and Roam Confidently With the Cultured Class |first1=David S. |last1=Kidder |first2=Noah D. |last2=Oppenheim |pages=364}}</ref>