Saron: Perbedaan revisi

42 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
menambah pranala dalam
k (Menambah Kategori:Alat musik tradisional menggunakan HotCat)
Tag: Tugas pengguna baru
(menambah pranala dalam)
Tag: VisualEditor Tugas pengguna baru
[[Berkas:Traditional indonesian instruments.jpg|jmpl|225px|Saron barung (tampak depan, dengan tabuh kayu) dan saron panerus (di belakang, dengan tabuh tanduk)]]
 
'''Saron''' atau yang biasanya disebut juga ricik, adalah salah satu [[Alat musik|instrumen]] gamelan yang termasuk keluarga balungan.
 
Dalam satu set gamelan gaya [[Kota Surakarta|Surakarta]] biasanya mempunyai 2 pasang saron, laras pelog dan slendro. Saron menghasilkan nada satu [[oktaf]] lebih tinggi daripada demung atau saron panembung, dengan ukuran fisik yang lebih kecil. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu, dengan bentuk seperti palu.
 
[[Berkas:Demung Saron Peking, STSI Surakarta.jpg|225px|jmpl|ka|Dari kiri-kanan; saron panerus, saron barung, dan demung, dari [[STSI Surakarta]]]]
Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai [[nada]], nada yang imbal, atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya, ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer, ricik ditabuh lambat namun keras. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.
 
Dalam memainkan saron, tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh, lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: ''pathet'' = pencet)
182

suntingan