Kereta rel listrik JR East seri 205: Perbedaan revisi

k
Bot: penggantian teks otomatis; karir --> karier
(Rescuing 1 sources and tagging 1 as dead.) #IABot (v2.0.8)
k (Bot: penggantian teks otomatis; karir --> karier)
PT KAI Commuter Jabodetabek (kini KAI Commuter) sudah mengincar KRL ini sejak tahun 2012, di mana pada saat itu KRL seri 205 yang beroperasi di jalur Saikyo mulai dipensiunkan dan digantikan oleh KRL seri E233 yang lebih baru. Namun, karena pada saat yang sama PT KCJ masih mengimpor [[Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 6000|KRL seri 6000]] dari Tokyo Metro, hal ini urung dilakukan. Hingga akhirnya pada tahun 2013, perjanjian kontrak antara PT KCJ dengan JR East pun terjadi untuk memboyong KRL seri 205 yang akan dipensiunkan dari jalur Saikyo sebanyak 180 unit atau 18 rangkaian formasi 10 kereta beserta penyediaan suku cadangnya, dengan waktu kontrak hingga tahun 2019 dan opsi untuk memboyong rangkaian-rangkaian dari jalur lainnya.
 
==== Awal karirkarier di Indonesia ====
KRL seri 205 pertama kali didatangkan oleh [[KAI Commuter]] pada bulan November 2013 dari jalur Saikyo, secara bertahap sampai bulan Maret-April 2014 dengan jumlah total 180 unit yang dibagi ke dalam 18 rangkaian formasi 10 kereta. KRL ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan beberapa KRL yang AC-nya sering bermasalah dan akan diperbaiki atau dipensiunkan, memperpanjang formasi rangkaian dari 8 kereta menjadi formasi yang lebih panjang, juga menambah jajaran armada KRL untuk menambah kapasitas angkut. Ditambah lagi, saat itu PT KCJ baru memensiunkan KRL non-AC. KRL ini juga memiliki AC yang cukup dingin, apabila tidak bermasalah. Saat ini, KRL ini merupakan KRL eks Jepang terbanyak di Indonesia, meskipun bukan yang tercanggih, dengan beberapa fitur khusus yang tidak dimiliki rangkaian jenis lainnya.