Islam di Lampung: Perbedaan revisi

316 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
→‎Masuk melalui budaya setempat: Memperbaiki dan melengkapi konten
(menambahkan rujukan)
Tag: VisualEditor Dikembalikan
(→‎Masuk melalui budaya setempat: Memperbaiki dan melengkapi konten)
Tag: VisualEditor-alih Dikembalikan
 
=== Masuk melalui budaya setempat ===
Meskipun penyebaran agama Islam di Lampung dominan melalui selatan (Banten) pada tahun 1525 Masehi, bukan berarti bisa menjamah seluruh daerah di Lampung.
Dari utara, misalnya, Islam mudah masuk dari Pagaruyung (Minangkabau) pada tahun 1289 Masehi. Dari utara, Islam masuk dari Palembang melalui Komering pada tahun 1443 Masehi. Dari utara, Islam dibawa empat putra Raja Pagaruyung Maulana Umpu Ngegalang Paksi Gelar Sultan Ratu Ngegalang Paksi. Fase ini menjadi bagian terpenting dari eksistensi masyarakat suku bangsa Lampung. Kedatangan keempat umpu ini merupakan kemunduran dari Kerajaan Sekala Brak Kuno atau Buay Tumi yang merupakan penganutbercorak Hindu Bairawa/ menganut animisme.
Momentum ini sekaligus tonggak berdirinya Kepaksian Sekala Brak atau Paksi Pak Sekala Brak yang berasaskanberlandaskan nilai-nilai agama Islam. Empat putra Maulana Umpu Ngegalang Paksi Gelar Sultan Ratu Ngegalang Paksi adalah Umpu Bejalan Di Way, Umpu Belunguh, Umpu Nyerupa, dan Umpu Pernong.
Umpu berasal dari kata ampu tuan (bahasa Pagaruyung), sebutan bagi anak raja-raja Pagaruyung Minangkabau. Di Sekala Brak, keempat umpu tersebut mendirikan suatu perserikatan yang dinamai Paksi Pak Sekala Brak yang berarti empat serangkaiPemegang atautertinggi empatdi sepakatKepaksian Sekala Brak. Setelah perserikatan ini cukup kuat, suku bangsa Tumi dapat ditaklukkan dan sejak itu berkembanglah Islam di Sekala Brak. Pemimpin Buay Tumi dari Kerajaan Sekala Brak saat itu wanitalaki-laki yang bernama Ratu SekerumongSekegkhummong yang pada akhirnya dapat ditaklukkan Perserikatan Paksi Pak Dekala Brak terbunuhnya Ratu Sekegkhummong dengan menggunakan keris belambangan.
SedangkanKonon penduduk yang belum memeluk Islam melarikan diri ke pesisir Krui dan terus menyeberang ke Jawa dan sebagian lagi ke Palembang.
Agar syiar agama Islam tidak mendapatkan hambatan, pohon belasa kepampang yang disembah suku bangsa Tumi ditebang untuk kemudian dibuat pepadunpepaduan. PepadunPepaduan Konon adalah singgasana yang hanya dapat digunakan atau diduduki pada saat penobatan saibatin raja-raja dari Paksi Pak Sekala Brak serta keturunannya. Ditebangnya pohon belasa kepampang ini pertanda jatuhnya kekuasaan Tumi sekaligus hilangnya animisme di Kerajaan Sekala Brak, Lampung Barat.
Islam juga erat kaitannya dengan adat dan budaya Lampung. Sebagai cikal bakal masyarakat suku Lampung yang berasal dari Sekala Brak, Paksi Pak Sekala Brak memasukkan nilai-nilai keislaman dalam semua peristiwa dan upacara adat. Hampir tidak ada acara adat yang tidak berbau Islam. Mulai dari kelahiran anak sampai perkawinan dan kematian selalu bernuansa Islam.
Konon Menurut kitab Kuntara Raja Niti, orang Lampung memiliki sifat-sifat piil-pusanggiri (malu melakukan pekerjaan hina menurut agama serta memiliki harga diri); juluk-adok (mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar adat yang disandangnya); nemui-nyimah (saling mengunjungi untuk bersilaturahmi serta ramah menerima tamu); nengah-nyampur (aktif dalam pergaulan bermasyarakat dan tidak individualistis); sakai-sambaian (gotong royong dan saling membantu dengan anggota masyarakat lainnya). Semua sifat itu fondasinya adalah Islam.
Sedangkan pengaruh agama Islam dari arah (Palembang) masuk lewat Komering. Ketika itu, Palembang diperintah Arya Damar. Diperkirakan, Islam masuk dari utara dibawa Minak Kemala Bumi atau yang juga dikenal dengan nama Minak Patih Prajurit. Makamnya berada di Pagardewa, Tulangbawang Barat, bersebelahan dengan makam Tubagus Haji Muhammad Saleh dari Banten, yang juga tokoh penyebar agama Islam di daerah ini.
Dari selatan (Banten), Islam diperkirakan dibawa Fatahillah atau Sunan Gunung Jati melalui Labuhanmaringgai sekarang, tepatnya di Keratuan Pugung. Di sini, konon, Fatahillah menikah dengan Putri Sinar Alam, anak Ratu Pugung.Dari pernikahan ini melahirkan anak yang diberi nama Minak Kemala Ratu, yang kemudian menjadi cikal bakal Keratuan Darah Putih dan menurunkan Radin IntenIntan, pahlawan Lampung yang juga tokoh penyebar Islam di pesisir.
 
=== Nisan yang bercorak Kerajaan Samudera Pasai ===
Salah satu pintu masuknya Islam ke Lampung dari bagian selatan sekitar abad XV. Saudagar yang berniaga di Malaka, tepatnya di Kerajaan Samudera Pasai, memberi pengaruh Islam di sana.
Pengguna anonim