Chappy Hakim: Perbedaan revisi

21 bita ditambahkan ,  1 bulan yang lalu
k
Dalam pertemuan di udara tersebut, sempat terjadi perang elektronika antara keduanya. Dua dari lima [[F/A-18 Hornet|Hornet]] [[AL AS]] mengambil sikap bermusuhan (''hostile'') dan melakukan aksi "''jamming''" terhadap [[F-16]] [[TNI AU]]. Perang [[Penangkal elektronik|ECM (''Eletronic Counter Measure)'']] dilawan dengan menghidupkan perangkat ''anti-jamming'', sehingga usaha untuk menutup "mata" pesawat-pesawat [[TNI AU]] gagal. Kelima [[F/A-18 Hornet|Hornet]] [[AL AS]] terpantau dengan jelas di radar kedua Falcon TNI AU, dan mereka bisa saja melepaskan rudal [[AIM-9 Sidewinder]]. Sikap bermusuhan [[F/A-18 Hornet|Hornet]], baru mereda ketika Falcon 1, melakukan manuver ''rocking-the-wing'', yang menandakan bahwa Falcon 2 tidak mengancam mereka.{{Sfn|Hakim|2018|p=305 - 311}}
 
Pada saat komunikasi keduanya berhasil dibuka, diketahui bahwa pesawat-pesawat [[Angkatan Laut Amerika Serikat|AL AS]] merasa bahwa mereka masih berlayar di wilayah perairan internasional dan meminta agar kedua pesawat [[TNI AU]] untuk menjauh. Namun disampaikan oleh pesawat [[TNI AU]] bahwa mereka, pesawat-pesawat [[Angkatan Laut Amerika Serikat|AL AS]] berada dalam wilayah kedaulatan Republik Indonesia sesuai dengan [[Deklarasi Djuanda]]. ''Falcon Flight'' meminta mereka untuk segera mengontak ke [[Pemandu lalu lintas udara|ATC]] setempat, [[Pemandu lalu lintas udara|Bali ''Control'']], yang hingga saat itu tidak mengetahui keberadaan mereka. Mengetahui adanya itu, pesawat-pesawat [[Angkatan Laut Amerika Serikat|AL AS]] itu kemudian terbang menjauh, dan itumematuhi dipatuhianjuran olehuntuk pesawat-pesawatmelaporkan pergerakan mereka ke [[F/A-18Pemandu Hornetlalu lintas udara|HornetATC]] tersebut. Dalam aturan internasional, jalur penerbangan komersial, tidak bisa dipakai untuk melakukan manuver-manuver provikatif, apalagi sampai membahayakan pesawat lainnya yang ada di jalur itu. Ketika mereka berada di wilayah kedaulatan Indonesia, semuanya harus dilaporkan ke [[Pemandu lalu lintas udara|Menara ATC]] terdekat.{{Sfn|Hakim|2018|p=305 - 311}}<ref name=":8" />
 
* Pa Skuadron 2 Halim Perdanakusuma (1973)
7.418

suntingan