Maria Diangkat ke Surga: Perbedaan antara revisi

124 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8
k (Bot: Perubahan kosmetika)
(Rescuing 1 sources and tagging 0 as dead.) #IABot (v2.0.8)
{{mariologi}}
[[Gereja Katolik Roma]] mengajarkan sebagai dogma bahwa Bunda Maria, ibu Yesus Kristus, "setelah menyelesaikan perjalanan hidup duniawinya, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surga."<ref>Pope Pius XII: [http://www.vatican.va/holy_father/pius_xii/apost_constitutions/documents/hf_p-xii_apc_19501101_munificentissimus-deus_en.html "''Munificentissimus Deus'' - Defining the Dogma of the Assumption"], par. 44. Vatican, November 1, 1950</ref> Hal ini berarti Maria dibawa ke surga dalam satu tubuh dan jiwa yang lengkap. Hari pesta perayaan yang menghargai perjalanan Maria ke surga dirayakan sebagai '''Kekhidmatan Pengangkatan Sang Perawan Suci Maria ke surga''' oleh umat Katolik Roma. Doktrin ini ditetapkan sebagai dogmatis dan tidak dapat berunsur kesalahan oleh [[Paus Pius XII]] pada tanggal 1 November 1950 melalui Konstitusi Apostolik ''[[Munificentissimus Deus]]''. Konsep Maria diangkat ke surga juga diajarkan oleh Gereja Ortodoks Timur dan gereja-gereja Oriental dan Ortodoks Koptik, di mana hal ini dikenal dengan nama ''Tidurnya Sang [[Theotokos]]''. Dalam denominasi-denominasi yang merayakannya, peristiwa pengangkatan ke surga ini dirayakan tiap tanggal 15 Agustus, sebagai sebuah hari wajib suci dalam Gereja Katolik Roma.
Pada tanggal [[15 Agustus 2004]], khotbah yang disampaikan di [[Lourdes]], [[Paus Yohannes Paulus II]] mengutip bacaan Yohanes 14:3 dari Alkitab sebagai dasar Kitab Suci untuk memahami dogma Pengangkatan Maria ke surga, di mana Kristus, dalam pernyataan perjamuan terakhir-Nya, menjelaskan "Ketika Aku pergi dan menyediakan tempat untuk kamu, Aku akan datang kembali dan akan membawamu bersama dengan Aku, di mana Aku berada, di situ juga kamu harus ada". Menurut teologi ajaran Katolik, Maria adalah sebuah jaminan dari pemenuhan janji Kristus. Namun, banyak teologia yang tidak setuju dengan penafsiran Kitab Suci tersebut, dan kepercayaan mengenai Kristus yang berbicara tentang persiapan ke Kalvari dan penyaliban untuk pengampunan dosa.<ref>Khotbah Bapa Suci Yohanes Paulus II, 15 Agustus 2004, Apostolik Ziarah ke Lourdes, Perempuan untuk Iman dan Keluarga, http://www.wf-f.org/JPII_LourdesHomily.html {{Webarchive|url=https://web.archive.org/web/20110726005635/http://www.wf-f.org/JPII_LourdesHomily.html |date=2011-07-26 }}</ref>
 
<!--
287.008

suntingan