Kereta rel listrik JR East seri 205: Perbedaan revisi

Rescuing 1 sources and tagging 1 as dead.) #IABot (v2.0.8
(Rescuing 1 sources and tagging 1 as dead.) #IABot (v2.0.8)
Selanjutnya, mulai bulan Mei 2014, sebanyak 176 unit yang dibagi ke dalam 22 rangkaian formasi 8 kereta dari jalur Yokohama secara bertahap dikirim ke Jakarta hingga akhir 2014. Dari 176 unit, 21 unit di antaranya merupakan unit kereta dengan 6 pintu per sisi yang menjadi fitur khusus pada 21 dari 22 rangkaian yang ada. 1 rangkaian yaitu rangkaian 205-15F merupakan rangkaian yang keseluruhannya menggunakan kereta dengan 4 pasang pintu per sisi.<ref name="Press Release JR East2">[http://www.jreast.co.jp/press/2014/20140503.pdf Press Release JR East]</ref> KRL JR 205 dari jalur Yokohama memulai debutnya pada bulan September 2014. Dengan demikian, dengan 356 unit kereta total setelah seluruh KRL seri 205 jalur Yokohama ini didatangkan, membuat KRL seri 205 tidak tertandingi lagi jumlahnya dalam barisan armada KRL Jabodetabek.
 
Mulai bulan Juli 2015, sebanyak 120 unit KRL seri 205 dari Jalur Nambu yang dibagi ke dalam 20 rangkaian formasi 6 kereta per rangkaian secara bertahap dikirim ke Jakarta hingga Januari 2016. Seluruh 120 unit kereta merupakan kereta dengan 4 pasang pintu per sisi.<ref name="PT KAI Commuter Jabodetabek Rampungkan Pembelian kereta Bekas Jepang2">[{{Cite web |url=http://www.investorindonesia.com/home/pt-kai-commuter-jabodetabek-rampungkan-pembelian-kereta-bekas-jepang/70957 |title=PT KAI Commuter Jabodetabek Rampungkan Pembelian kereta Bekas Jepang] |access-date=2015-01-14 |archive-date=2015-06-23 |archive-url=https://web.archive.org/web/20150623051339/http://www.investorindonesia.com/home/pt-kai-commuter-jabodetabek-rampungkan-pembelian-kereta-bekas-jepang/70957 |dead-url=yes }}</ref> KRL JR 205 dari jalur Nambu memulai debutnya pada tanggal 10 September 2015 sebagai rangkaian pengganti KRL ''[[Feeder]]'' relasi [[Stasiun Manggarai|Manggarai]]-[[Stasiun Duri|Duri]]. KRL ini merupakan rangkaian pertama yang menggunakan formasi 12 kereta dengan 2 rangkaian 6 kereta yang digabung.
 
KRL seri 205 ini juga menjadi KRL yang paling banyak dijadikan eksperimen oleh [[KAI Commuter]]. Eksperimen-eksperimen yang sudah dilakukan pada KRL seri 205 antara lain pemasangan kamera [[CCTV]] dan pemasangan layar [[LCD]] pada rangkaian, pemrograman ulang papan penunjuk tujuan [[LED]] atau gulungan buta (''roller blind'') pada seluruh rangkaian untuk menampilkan stasiun-stasiun akhir KRL di wilayah Jabodetabek, dan pengacakan ulang formasi dari 8 kereta menjadi 10 dan 12 kereta serta dari 10 kereta menjadi 12 kereta.
 
== Insiden ==
* Pada 23 September 2015, pukul 15.25 WIB, terjadi [[tabrakan kereta api Juanda 2015|kecelakaan]] yang melibatkan dua KRL seri 205 formasi 10 (rangkaian 205-54F dan 205-123F) di [[Stasiun Juanda]]. Kondisi kedua kabin KRL JR 205 (KuHa 204 / 205) tersebut rusak berat. 12 kereta gabungan dari kedua rangkaian KRL tersebut rusak berat, dan hanya 8 kereta yang bisa diselamatkan. 42 orang luka-luka akibat kecelakaan tersebut.<ref>[http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/23/173025/krl-tabrak-krl-di-stasiun-juanda-korban-berjatuhan MetroTVNews.com: KRL Tabrak KRL di Stasiun Juanda, Korban Berjatuhan]{{Pranala mati|date=Maret 2021 |bot=InternetArchiveBot |fix-attempted=yes }}</ref><ref>[http://metro.tempo.co/read/news/2015/09/23/083703254/ini-42-korban-luka-kecelakaan-krl-di-stasiun-juanda Tempo: Ini 42 Korban Luka Kecelakaan KRL di Stasiun Juanda] Tempo, 23 September 2015.</ref> Kejadian ini mengakibatkan sang [[masinis]] KRL 1156, Gustian, terluka parah dan harus dirujuk ke [[Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto]], Jakarta Pusat.<ref>{{Cite web |url=http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/24/173360/humas-kcj-masinis-gustian-luka-parah |title=MetroTVNews.com: Humas KCJ: Masinis Gustian Luka Parah |access-date=2015-09-24 |archive-date=2015-09-25 |archive-url=https://web.archive.org/web/20150925114423/http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/24/173360/humas-kcj-masinis-gustian-luka-parah |dead-url=yes }}</ref>
* Pada 6 Desember 2015, terjadi '''[[Kecelakaan kereta api Angke 2015|kecelakaan]]''' yang melibatkan KRL 1528 rangkaian 205-30F dengan bus [[MetroMini]] nopol B 7760 FD di kawasan [[Angke, Tambora, Jakarta Barat]], dekat [[stasiun Angke]], dikarenakan MetroMini menerobos perlintasan sebidang. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa dari penumpang Commuter Line, begitu menurut Eva Chairunnisa, ''corporate communication'' PT KCJ.
: Lalu lintas yang melewati perlintasan sebidang kemudian dialihkan melalui ''fly over'' yang terletak di atas perlintasan sebidang ini.<ref>MetroTVNews.com, 6 Desember 2015: